Posts Tagged ‘web’

Install sana, install sini

No Comments
Tags: , , , , ,

Dalam 2 minggu, software yang aku install hampir semuanya digunakan developing web dan juga kuliah. Nih listnya tanpa urutan waktu atau abjad:

  • Ubuntu 8.04 Hardy Haron
  • PHP 5.2.6 untuk Ubuntu
  • MySQL 5 untuk Ubuntu
  • Apache 2 untuk Ubuntu
  • Wireshark untuk Ubuntu
  • Apache Tomcat (Windows)
  • Oracle Database Express Edition (Windows)
  • Microsoft SQL Server 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C++ 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C# 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Web Developer 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual Basic 2008 Express Edition (Windows)

Entah dari software itu ada berapa yang bakal digunain terus sampai nanti, atau cuma digunain selama semester ini saja. Yang pasti software untuk web developing termasuk Ubuntu akan dipakai terus. ;) Ah iya, semua software yang ada di atas itu gratis semua, termasuk juga Visual Studio-nya karena memang Express edition dikhususkan untuk kalangan penghobi atau yang baru belajar.

Web: JPG, GIF, PNG

2 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Sebuah web akan menjadi menarik dengan adanya gambar-gambar atau dalam bahasa Inggris disebut image. Tanpa gambar, maka sebuah website akan terlihat membosankan apalagi hanya terdapat tulisan-tulisan saja. Yap, gambar telah menjadi elemen penting dalam pembuatan web. Bahkan ke depannya mungkin tidak terbatas pada gambar saja, tetapi juga akan mulai masuk ke multimedia seperti suara atau video streaming yang menggunakan konsep seperti YouTube.

Bila diperhatikan dengan seksama, saat ini gambar atau image di web tidak hanya berupa foto ataupun ilustrasi sebagai gambar background. Image menjadi sebuah elemen penting dalam struktur sebuah web, ditunjukkan dengan adanya:

  • Favicon, logo kecil yang menjadi identitas web, umumnya terdapat di samping address bar, location bar ataupun bookmark.
  • Circled border, atau ujung yang membulat. Bisa ditemukan dalam ujung-ujung tabel atau elemen lain yang berwujud visual berupa kotak supaya tidak terlihat kaku. Akan tetapi cara ini lambat laun akan ditinggalkan dengan adanya CSS 3 yang sudah dapat mempermudah pembuatan ujung yang membulat.
  • Logo, umumnya terletak di bagian utama web (di ujung atas) sebagai identitas sebuah web.
  • Word art, digunakan bila tulisan biasa tidak cukup untuk ditampilkan. Terkadang penggunaan gambar sebagai tulisan bertujuan untuk mengurangi kemungkinan ketidakcocokan jenis font dengan font yang terdapat di komputer setiap orang karena umumnya dalam web terdapat 8 jenis font yang diterima secara luas: Arial, Verdana, Trebuchet MS, Georgia, Times New Roman, Courier New, Serif dan Sans Serif. Itupun yang secara standar harus diisi sebagai “syarat mutlak” adalah Serif dan Sans Serif karena jenis huruf lain di atas merupakan huruf buatan Microsoft yang tidak bisa digunakan di sembarang sistem operasi.
  • Gradasi, umumnya dipakai sebagai background untuk memberi efek transisi dari satu warna ke warna lain secara halus.
  • Dan masih banyak lagi contoh aplikasi dari image pada web.

(more…)

Web development rules!

4 Comments
Tags: , , , , , ,

Sebelum hari ini, saya ga gitu peduli mengenai hal ini. Tapi kemaren tiba-tiba aja saya ga habis pikir kalau untuk berkecimpung di dunia web development, paling ga harus bisa beberapa hal:

  1. HTML
  2. CSS
  3. JavaScript
  4. PHP (Server-side scripting)
  5. MySQL (Database)
  6. Desain Front-end

Yang pertama adalah HTML alias Hypertext Markup Languange yaitu bahasa dasar pembentuk website. Sebuah website harus dibangun didasarkan oleh bahasa ini. Sampai saat ini HTML ini sendiri memiliki 2 standar umum yaitu HTML 4.0 dan juga XHTML 1.0. Yang paling baru adalah XHTML 1.0 yang lebih sering digunakan belakangan karena dukungan timbal balik terhadap CSS.

Yang kedua adalah CSS alias Cascading Style Sheet yaitu bahasa sederhana untuk pemberian style atau gaya pada layout HTML yang ada. Melalui CSS, web designer dapat dengan mudah mengubah jenis huruf (font), warna huruf, style huruf, background, posisi element dan sebagainya. Sebuah website tidak akan tampak “hidup” tanpa CSS.

Yang ketiga adalah JavaScript yang merupakan bahasa pemrograman yang bisa diemplementasikan terhadap elemen-elemen di HTML. Melalui JavaScript, elemen-elemen pada halaman web bisa menjadi dinamis dengan adanya animasi atau perubahan content secara langsung tanpa membuka ulang halaman web tersebut. Teknologi ini disebut sebagai AJAX atau Asynchronous JavaScript and XML. Jadi fungsi JavaScript adalah untuk membuat halaman web lebih “hidup” lagi.

Yang keempat adalah PHP atau singkatan rekursif dari PHP: Hypertext Processor. PHP merupakan bahasa pemrograman server-side. Tentu saja masih banyak bahasa lainnya yang dapat digunakan seperti ASP, ColdFusion, JSP. Komponen inilah yang berfungsi sebagai jantung dari web dinamis.

Yang kelima adalah MySQL yang merupakan software database management system. Banyak pula bentuk software database management system lainnya seperti PostgreSQL, SQL Server, Oracle. Gunanya adalah untuk menyimpan data-data yang diproses oleh server-side scripting seperti PHP atau ASP di atas.

Yang terakhir dan juga terpenting dalam web-development adalah pengetahuan mengenai front-end seperti layout maupun desain interface dari suatu halaman web. Terlihat mudah, akan tetapi justru dapat menyebabkan masalah bagi orang yang tidak terlalu mendalami mengenai hal ini. Perpaduan warna yang salah, posisi menu yang tidak baik, bentuk tulisan yang tidak sesuai dengan isi web, dapat dengan mudah membuat pengunjung website tidak mau kembali lagi ke website yang ada.

Bahkan jika mau ditambahkan dengan beberapa hal kecil yang tidak harus diketahui tetapi justru menjadi nilai tambah untuk diketahui. Pengetahuan mengenai web-server seperti Apache akan menjadi lebih bagus agar dapat mengelola web dengan baik.

Jadi kalau mau belajar banyak hal hanya dalam satu bidang, belajar aja untuk menjadi seorang web-developer. ;)

Baking cookie, baking the privacy and bandwidth

No Comments
Tags: , , , , ,

Lagi lagi mengenai web. Dan yang sekarang akan dibicarain adalah mengenai cookie.

Cookie merupakan data yang dibuat oleh web-server dan disimpan di komputer client untuk kemudian digunakan lagi suatu waktu. Contoh mudahnya adalah bila Anda berkunjung ke suatu situs web dan kemudian melakukan login, beberapa hari kemudian Anda kembali ke situs web tersebut dan ternyata masih dalam keadaan logged in, umumnya hal ini disebabkan adanya file cookie yang disimpan dalam web browser atau komputer Anda.

Dalam kasus di atas cookie bisa menjadi berguna di mana user tidak perlu lagi melakukan login berkali-kali ketika berkunjung. Di sisi lain, cookie bisa menjadi batu sandungan bagi pengguna situs tersebut bila ternyata ada orang lain yang menggunakan komputer yang belum di logged out tersebut. Dengan tertinggalnya file cookie (dan belum di log out nya pengguna tersebut dari situs itu) maka tidak tertutup kemungkinan account user tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bila kita telaah lebih mendalam, cookie sering digunakan untuk melakukan tracking atau penjejakan terhadap pengunjung web atau visitor. Contoh di atas merupakan bentuk tracking juga karena web-server tahu mengenai account user yang sedang dalam keadaan logged in. Beberapa situs bahkan melakukan tracking untuk mencatat dan merekam data pribadi user, termasuk juga seberapa sering user tersebut masuk ke situs itu. Privasi pengguna pun dapat hilang dalam sekejap karena hal ini. Apalagi tracking cookie terkadang memiliki rentang batas waktu sampai bertahun-tahun lamanya sebelum akhirnya expired dan terhapus dari komputer user.

Browser-browser modern telah memiliki fasilitas untuk menghapus semua jejak browsing termasuk juga cookie. Contohnya adalah Mozilla Firefox di mana fasilitas ini bisa diakses melalui menu Tools > Clear private data… atau dapat diakses dengan menekan tombol Ctrl + Shift + Del.

Satu hal lagi yang perlu diketahui dari cookie adalah hubungannya dalam penggunaan bandwidth internet. Cookie dikirim oleh browser sebagai bagian dari request ke web-server sehingga untuk setiap file yang direquest yang berada dalam suatu domain, subdomain atau direktori (tergantung dari konfigurasi cookie) maka cookie akan dikirim sebagai bagian dari request untuk file tersebut. Beberapa web-server dan situs mencantumkan banyak cookie pada komputer user sehingga tentu saja akan meningkatkan jumlah data cookie yang harus dikirim sebagai request ke server.

Maka ketika browser meminta 20 file gambar yang hanya berukuran 1 kilobyte dan tidak memerlukan cookie untuk pemrosesannya, sedangkan cookie yang ada di pihak user memiliki ukuran total 1 kilobyte juga maka jumlah bandwidth yang digunakan hanya untuk request adalah 20 x 1 kilobyte = 20 kilobyte. Total bandwidth yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan 20 file tersebut adalah 40 kilobyte. Suatu bentuk pemborosan bandwidth yang sering dilupakan oleh para web-developer. Beberapa developer terkadang memilih untuk meletakkan file yang tidak memerlukan cookie pada direktori atau subdomain khusus dan juga mengkonfigurasikan cookienya untuk subdomain atau direktori tertentu saja, tapi hal ini lebih sering dilupakan sehingga tanpa disadari memberatkan pihak visitor web tersebut.

Tentu saja user yang telah menggunakan provider internet yang memiliki bandwidth tidak terbatas atau unlimited dan speed yang tinggi tidak akan terlalu terpengaruh oleh hal ini.

Saya sendiri menemukan beberapa situs web (terutama social networking) yang mengalami masalah “kebocoran bandwidth” ini dan tentu ini bukan hal yang menyenangkan mengingat saya masih menggunakan koneksi dengan bandwidth yang terbatas.

Free Hosting vs. Paid Hosting

6 Comments
Tags: , , , ,

Sewaktu kita ingin membangun sebuah situs web kemudian mempublikasikanya, maka akan timbul pertanyaan bahwa “akan dihost di manakah situs saya ini?”. Bagi yang belum mengetahui mengenai host, saya akan menjelaskan sedikit dengan bahasa yang sederhana.

Ketika Anda ingin membangun suatu situs web, file-file untuk situs web tersebut harus diletakkan di sistem komputer yang terhubung dengan jaringan internet (komputer server). Komputer tempat data Anda disimpan inilah yang disebut host. Sedangkan agar orang-orang dapat lebih mudah mencapai situs Anda, maka diperlukan domain atau nama web, misalnya www.situs-saya.com atau sejenisnya. Biaya domain umumnya Rp. 30.000 sampai Rp. 300.000 per tahun tergantung nama domain yang Anda gunakan (umumnya .com, .co.id dan .net lebih mahal daripada .org).

Kembali ke masalah hosting di atas. Ada 3 jawaban yang umum untuk pertanyaan di atas, yaitu hosting gratis (free hosting) atau hosting berbayar (paid hosting) atau Anda juga dapat menempatkan website Anda dalam host yang Anda miliki sendiri, yang tentu saja akan lebih mahal bila Anda hanya ingin membangun suatu website kecil-kecil atau web pribadi.

Penggunaan server sendiri memerlukan sebuah server lengkap dengan infrastruktur agar web bisa berjalan dengan baik dan tidak sering down, yang umumnya timbul karena masalah koneksi internet yang tak stabil dan suplai listrik sampai ke masalah kemungkinan kerusakan hardware. Dengan asumsi bahwa digunakan server dengan hardware standar, maka biaya untuk server adalah sekitar 5 atau 6 juta rupiah. Belum lagi ditambah dengan biaya tahunan atau bulanan untuk listrik dan internet 24 jam non-stop yang mungkin bisa menghabiskan 500 ribu rupiah per bulan.

Infrastruktur yang baik bisa didapatkan di beberapa data center yang cukup besar sebagai tempat server collocation. Server collocation ini sendiri bisa disebut sebagai tempat penitipan server. Di tempat ini umumnya telah disediakan infrastruktur seperti jaringan internet yang cepat (sampai dengan kecepatan Mbps), jaringan listrik yang stabil dan cadangan listrik dengan UPS dan generator, kondisi tempat yang lebih baik (suhu, kebersihan ruangan, keamanan). Akan tetapi kelebihan untuk sebuah collocation server harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, bahkan sampai jutaan rupiah per bulan per server. Karena mahalnya biaya yang akan dikeluarkan, maka alternatif ini umumnya hanya digunakan bila mau melakukan host untuk web-web yang besar. Oleh sebab itu mari kita sisihkan alternatif ini.

Alternatif kedua adalah hosting berbayar (paid hosting). Paid hosting artinya Anda menitipkan data Anda untuk dihost oleh perusahaan hosting dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan, misalnya jaringan internet dan listrik serta komputer servernya. Anda tidak perlu terlalu dipusingkan dengan masalah teknis seperti hardware, karena semua itu sudah menjadi tanggung jawab perusahaan web hosting. Sekarang ini jumlah paid hosting di Indonesia sudah cukup banyak dan harganya pun relatif murah. Pilih jenis pake shared hosting di mana dalam satu komputer server, terdapat banyak situs web yang dihost. Hal ini tentu akan lebih murah bila Anda menyewa satu server untuk diri Anda sendiri.

Umumnya biaya untuk shared paid hosting tergantung dari besar space atau ruang penitipan yang akan digunakan serta banyaknya bandwidth untuk transfer data yang disediakan. Space sebesar 10 Megabytes sampai 50 Megabytes sudah cukup untuk sebuah web pribadi. Bandwidth sebesar 1000 MB/bulan sampai 3000 MB/bulan juga sudah cukup untuk website yang baru digarap. Selain dengan bandwidth dan space, tarif host juga ditentukan dengan fitur yang ada, misalnya jumlah database, jumlah email dan banyak hal lainnya.

Jumlah biaya yang masuk akal untuk membuka sebuah web pribadi yang sederhana adalah Rp. 50.000 / tahun sampai Rp. 300.000 / tahun.

Kelebihan dari paid hosting adalah Anda akan lebih mudah mengatur isi situs web Anda serta mengkonfigurasi situs Anda, walaupun keleluasaan ini masih dibatasi oleh aturan perusahaan web hosting. Umumnya aturan ini berhubungan dengan banyaknya situs web yang dihost dalam satu server, di mana ketika Anda berbagi ruangan yang lainnya, maka banyak hal yang harus dibatasi satu sama lainnya agar tak terjadi konflik.

Perlu diketahui bahwa tidak semua shared hosting aman untuk digunakan. Shared hosting menggunakan beberapa aturan atau konfigurasi server yang berlaku bagi setiap user yang ada, sehingga bila sebagian user yang melakukan host di tempat tersebut puas, belum tentu sebagian lainnya juga menikmati aturan atau konfigurasi server tersebut. Kekurangan hosting yang dishare juga terjadi dalam hal security di mana bisa terkadang bila terdapat satu situs dalam server tersebut terkena crack (hack), maka situs lain yang di host dalam server yang sama juga akan lebih mudah terkena serangan. Sama prinsipnya ketika seorang penjahat berhasil membobol pintu depan rumah dan masuk ke dalam rumah, maka ia memiliki akses ke pintu-pintu kamar dalam rumah tersebut walau tentu ada pula pintu yang masih terkunci dan ada juga pintu yang terbuka lebar sehingga mempermudah sang penjahat untuk menjalankan aksinya.

Untuk ke depannya, mungkin saya akan menuliskan mengenai security dalam web dan hosting.

Solusi terakhir adalah free hosting. Free hosting tidak mengharuskan Anda membayar apapun dengan beberapa imbal balik sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan host. Contohnya saja Tripod atau Geocities yang akan secara otomatis menampilkan iklan dalam situs Anda. Selain itu, domain yang Anda gunakan juga tidak bebas sehingga harus menggunakan nama domain perusahaan tersebut. Beberapa situs hosting khusus seperti hosting untuk blog (contohnya Wordpress dan Blogspot), situs ini membatasi dalam jenis file yang dapat diupload karena memang dikhususkan sebagia blog yang sebenarnya tidak terlalu perlu menggunakan banyak jenis script.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan sebuah hosting gratis dengan fitur yang hampir selengkap hosting berbayar. Setelah ditelusuri, ternyata situs ini juga meminta imbal balik dan aturan yang ketat seperti harus bergabung secara aktif dalam suatu komunitas sampai situs akan dinonaktifkan tanpa pemberitahuan bila tidak ada traffic atau perubahan web dalam waktu 3 bulan.

Pemilihan jenis hosting yang akan digunakan tergantung dari kebutuhan Anda. Bila Anda termasuk orang yang ingin serius dalam dunia web, walau blogging sekalipun, Anda dapat mencoba menggunakan paid hosting karena Anda dapat membuat tampilan situs Anda benar-benar berbeda dari yang situs yang lain dan juga bisa lebih dinamis karena memperbolehkan script semacam PHP atau Perl.

Bagi Anda yang berminat mencari hosting berbayar, Anda bisa mencoba mencari di Google dengan keyword “indonesia hosting”. Bagi yang ingin mencari situs hosting gratis, silahkan gunakan keyword “free web hosting”.

Selamat berhosting dan membangun web. ;)

I’ve chosen to digitalize my life (The Beginning of Etersoul)

10 Comments
Tags: , , , ,

Hey, apa maksud tulisan di atas? :| “Saya telah memilih untuk mendigitalkan hidup saya”. Apa maksudnya ya? :D Hahaha…

Di entry ini, saya hanya mau sedikit cerita tentang masa lalu aja. Terutama bagaimana saya mengenal teknologi, terutama teknologi komputer yang menjadi salah satu bagian hidup saya belakangan ini. Kisah ini sendiri sebenarnya ga terlalu banyak saya ceritakan, tapi paling ga saya masih ingat benar milestones alias tonggak utama yang membuat saya menjadi “diri saya” yang ada sekarang ini.

Awal mula berkenalan dengan komputer sebenarnya sudah sejak kecil di mana komputer zaman dulu masih menggunakan disket ukuran besar (lupa ukurannya berapa inch). Walau udah sering melihat benda-benda aneh ini, saya masih belum tertarik akan keberadaan komputer pada saat itu.

(more…)

Web browser compability in rendering webpage

2 Comments
Tags: , , , ,

Membuat webpage bagi beberapa orang cukup mudah, apalagi menggunakan software yang berbasiskan grafis seperti Macromedia Dreamweaver (sekarang Adobe Dreamweaver) dan Microsoft FrontPage. Banyak web desainer pemula akan mencoba hasil pekerjaannya menggunakan satu web browser. Tapi yang kadang tidak disadari adalah belum tentu tampilan dari satu web browser mirip dengan web browser lainnya. Hal ini tidak akan terlalu menjadi masalah bila kalangan atau target pasarnya tidak terlalu besar dan luas atau untuk digunakan sendiri. Akan tetapi ketika masuk ke dalam tahap produksi (publikasi) di mana pengguna yang mengakses webpage itu berasal dari berbagai daerah, menggunakan berbagai browser, dan dengan pengalaman web yang berbeda - mulai dari pemula sampai profesional - tentu hal ini bisa menjadi masalah besar.

(more…)