Archive for July 30th, 2007

The moment I’ll never forget

9 Comments The Romance

Hari sabtu tanggal 28 Juli 2007 yang lalu, saya mengikuti Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) bersama anak-anak Palang Merah Remaja (PMR) SMA BHK. Persami ini merupakan Persami final untuk calon angkatan 13. Berikut ini merupakan rangkuman singkat mengenai apa saja yang terjadi selama Persami tersebut. Dan tentu saja dalam Persami ini saya masih harus mengalami masa perjuangan, bukan sebagai junior, bukan sebagai senior, melainkan sebagai orang biasa yang memiliki perasaan khusus kepada seseorang.

Sabtu, 28 Juli 2007

Apel Pembukaan Persami 3 Calang 13

Hari ini merupakan hari di mana acara akan dimulai. Semua senior yang akan memilih untuk ikut dalam rombongan PMR harus berkumpul jam 11 di SMA BHK. Sebelumnya saya mendengar bahwa dia akan berangkat pagi hari jam 8 untuk mengontrol di Cibubur sehingga saya memutuskan untuk berangkat dan menunggu dia di SMA BHK pada pukul 7.30. Ternyata dia masih belum sampai ke BHK pada jam itu. Alhasil kebetulan terdapat kegiatan Comptius di mana saya biasa mengajar. Saya memanfaatkan waktu itu untuk membantu mengajar para siswa baru.

Sekitar pukul 10.30, saya keluar dari kegiatan Comptius karena saya sudah harus bersiap-siap untuk berangkat Persami. Di lapangan, saya mencari para junior dan juga bus yang akan digunakan. Tak disangka ternyata dia ga jadi berangkat duluan. Ternyata Ana yang merupakan ketua PMR harus ikut pergi karena mobil yang digunakan adalah mobilnya. Hmm, waktu itu saya sempat tanya ke dia kapan berangkatnya, dan dia bilang kalau dia lagi nunggu Martina – salah seorang senior PMR angkatan 12. Kemudian saya tanya lagi kalau dia membawa handphone atau ga. Dia ngasih liat HP-nya ke saya sambil tersenyum kecil tapi tidak berkata apapun. Karena saat itu saya sedang terburu-buru harus pulang ke rumah, saya pun meminta dia miss-call saya bila sudah mau berangkat. Sama seperti sebelumnya, dia juga ga jawab apa-apa tapi hanya mengangguk saja dengan senyum kecil. Saya cuma bisa bilang “thanks” kemudian berlari ke rumah.

Sekitar pukul 11.10 saya kembali lagi ke BHK tentu saja pertama-tama untuk mencari dia. Karena tidak menemukan dia di lapangan (dekat dengan bus yang akan dipakai), saya kemudian mencoba mencari ke dalam. Ternyata dia sedang berada di depan lemari PMR. Saat itu saya membantu dia mencari alkohol yang kadaluarsa untuk dijadikan bahan bakar api unggun bila diperlukan. Setelah itu saya mengantar dia ke depan, akan tetapi sebelum sampai ke bus, dia di-sms lagi untuk membawa sesuatu yang tertinggal di lemari PMR. Jadi dia kembali lagi ke dalam dan saya menunggu di luar. Beberapa saat kemudian saya memutuskan untuk kembali ke dalam. Saat itu dia mulai berjalan keluar. Dia sempat tersenyum dan bilang “kok dari tadi ikutin terus?” Hahaha… Saya jadi bingung sendiri. Hihihi… Akhirnya saya memutuskan masuk ke lab komputer aja untuk melihat progress yang dilakukan tim pengajar web-design. Beberapa saat kemudian saya keluar lagi ke bus, menunggu keberangkatan, ngobrol dengan senior lain, terus menemani dia duduk di lapangan sambil menunggu kedatangan Martina, dan akhirnya berangkat juga.

Persami hari ini berlangsung dengan biasa sampai pada malam harinya mulai sedikit berubah. Saat itu saya beberapa kali dicengin (bahasa lain dari diolok-olok atau diejek-ejek) oleh senior lainnya. Mereka berusaha menyeret saya supaya dekat dengan dia. Misalnya saja sewaktu dia sedang berdiri melihat para junior memasak dan waktu itu saya sedang berdiri di samping teman seangkatannya yang tepat berdiri di sebelah dia, tiba-tiba beberapa senior lain bilang “Wah, William kayanya ada naksir ama calang 13 nih” “Ga lagi, dia kan lagi naksir seseorang yang lain. Hahaha…”. Bahkan ada yang bilang ke temannya yang sedang berdiri di samping dia “eh, minggir donk, biar makin dekat”. Waduhhhh… Saya bener-bener salting setengah hidup waktu itu. >_<

Trus ada suatu saat ketika dia sedang duduk di batang kayu, kemudian tiba-tiba saya disuruh duduk di sebelahnya sambil dipaksa. Kemudian pada saat pembagian pos pun saya diharuskan stay bersama dia padahal yang lain boleh mobile ke pos-pos yang lain. Huhuhu… Selama jaga pos itulah saya merasa semakin dekat dengan dia. Ehem, entah rasanya sih ada chemistry di antara kita berdua.

Minggu, 29 Juli 2007

Mandi Lumpur di Cibubur

Hari kedua Persami diisi dengan rasa kantuk yang luar biasa. Mata rasanya perih seharian. Saat itu tetap saja saya dicengin teman-teman senior lainnya. Saya bahkan ditanya “gimana rasanya semaleman sama dia?”. Bahkan ditanya di depan dia pula. Saya mencoba biasa saja sambil bilang “apa sih?”, dia juga bilang “gila ya lu” ke temannya yang nanya hal ini juga.

Oke, dilanjutkan lagi ceritanya. Pada waktu mandi lumpur, ternyata ia harus menjadi pengawas di dalam kolam lumpur. Saya diminta senior lain untuk mengontrol dari atas terowongan yang ada di dekat sana. Tapi saat itu saya juga bisa melihat dia. Entah ketika dia disuruh bergerak ke daerah lain, tanpa sengaja dia menginjak lubang sehingga kaki kirinya terperosok ke dalam lubang tersebut. Saya hampir saja loncat dari atas terowongan untuk menolong dia dan benar-benar khawatir. >_< Untung aja dia ga apa-apa. Saat itu saya merasa useless karena hanya bisa diam melihat dia.

Setelah itu, beberapa saat kemudian saya diminta untuk menjaga barang-barang yang ada di sana (dekat pintu masuk kolam lumpur). Saat itu ada 2 senior lain, akan tetapi ternyata mereka mau kembali ke tenda duluan sehingga saya pun harus menjaga barang sendirian. Saat itu saya masih bisa melihat dia yang sedang menonton proses mandi lumpur dari atas terowongan. Kemudian dia bersama senior lain pun berangkat ke tempat lain yang lebih jauh. Yah, benar-benar sepi rasanya waktu itu. Entah kebetulan atau ga, tiba-tiba dia kembali sendirian ke pintu masuk. Saya sempat kaget juga melihat hal itu dan tentu juga deg-deg-an. Dia menemani saya beberapa saat sehingga cuma ada kita berdua saja waktu itu. Entah apakah ini menunjukkan dia juga berusaha mendekati saya. Kemudian ia pun memutuskan kembali ke tenda. Saya menunggu beberapa saat sendirian di tempat itu sampai akhirnya ada senior lain yang mengatakan bahwa lebih baik kembali ke perkemahan dan melihat dari sana saja. Ternyata ada jalan tembus ke perkemahan dari kolam lumpur tersebut.

Saat itulah saya kembali dicengin. Bahkan mereka semua berkata lagi “wah, napa nih Kak William senyum-senyum terus” padahal saat itu ada dia di dekat saya. “Pengen jadi saingannya Pak Sunu ya?”. Waaaaaaaaa >_< gile aje, ampe semua senior tau kaya ginian. Huhuhu… Dia akhirnya kembali ke kemah bersama yang lainnya dan tentu setelah mendengar semua itu.

Setelah semua acara selesai dan tinggal acara makan siang, saat itu saya sempat membersihkan rambutnya dari dedaunan yang menempel di rambutnya. Entah apa yang membuat saya berani melakukan itu, tapi err, entahlah. Saya hanya ingin menunjukkan perasaan saya ke dia dan bagaimana saya peduli dengan dia.

Yah, akhirnya Persami 3 ini berhasil dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Hmm, saya ucapkan selamat untuk para anggota PMR angkatan 12 sebagai penyelenggara dan juga calon angkatan 13 sebagai peserta Persami ini. Semoga kalian bisa lebih kompak dan bersatu.

Sayapun harus lebih gigih lagi dalam berjuang dengan adanya beberapa respon positif yang lebih dari dia. :) Ciayo…!! Hihihi…

PS: Maaf kalau di sini ternyata lebih banyak menceritakan masalah pribadi saya dibandingkan dengan proses Persami nya sendiri. :)

This entry was last modified on: January 15th, 2008 at 21:33

Search Engine Optimization URL (Code)

No Comments PHP

Beberapa hari yang lalu sudah dijelaskan tentang apa itu Search Engine Optimization secara umum. Sebagai tambahan adalah bahwa SEO URL ini sering juga disebut sebagai Clean URL atau Friendly URL.

Sekarang dalam entry blog yang ini, saya akan membahas bagaimana cara memproses URL yang dimasukkan agar dapat diproses menjadi suatu halaman.

Pertama-tama, requirement yang diperlukan dalam membuat SEO URL adalah :

  1. Web-server Apache dengan modul Rewrite
  2. PHP
  3. File yang akan dialihkan dengan rewrite.

Setelah semua hal itu dipenuhi, maka yang harus dilakukan pertama-tama adalah membuat file .htaccess di root folder untuk mengalihkan semua URL yang dimasukkan ke dalam suatu file, misalnya index.php. Web-server Apache cukup pintar untuk membedakan URL yang harus dialihkan dengan URL sebuah file yang exists atau tidak perlu dialihkan. Berikut ini contoh dari .htaccess yang akan mengalihkan semua URL ke index.php

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

Dari file tersebut bisa dilihat bahwa RewriteEngine dinyalakan. Kemudian RewriteBase untuk menandakan URL yang akan di-rewrite tersebut dimulai dari “/” atau root folder yang sama dengan .htaccess tersebut. Hal ini berarti semua URL yang di-request akan di-rewrite. Bila RewriteBase berisi “/folder/” maka hanya URL yang mengandung “/folder/” saja yang akan direwrite, misalnya URL “http://www.example.com/folder/test/”. Akan tetapi tidak untuk “http://www.example.com./test/page-1/”.

Kemudian RewriteCond berfungsi untuk membuat sebuah kondisi untuk rewrite. Dalam kasus tersebut, kondisi yang dicek adalah apakah URL yang di-request bukan file yang exists atau folder yang exists. Bila syarat tersebut terpenuhi, maka akan dilakukan rewrite sesuai dengan RewriteRule yang dalam contoh di atas menulis semua request ke file index.php yang terdapat di root folder.

Mengenai module rewrite ini dapat dilihat secara lengkap di http://httpd.apache.org/docs/1.3/mod/mod_rewrite.html

Setelah membuat file .htaccess, yang harus dilakukan berikutnya adalah membuat file index.php yang merupakan file yang akan memproses seluruh request yang dialihkan. Di dalam file ini harus dilakukan beberapa hal yaitu mengolah URL yang di-request, memecah request URL ke dalam beberapa bagian, misalnya domain, bagian 1, bagian 2, bagian 3, dan seterusnya yang dapat dilakukan melalui fungsi explode melalui PHP dan dipisahkan dengan tanda slash “/”. Bagian-bagian inilah yang akan diproses untuk menentukan halaman yang akan ditampilkan.

Itulah beberapa hal yang dapat saya jelaskan untuk membantu pembuatan sebuah situs dengan SEO. Semoga membantu.

This entry was last modified on: January 29th, 2008 at 20:29