The moment I’ll never forget

Hari sabtu tanggal 28 Juli 2007 yang lalu, saya mengikuti Persami (Perkemahan Sabtu Minggu) bersama anak-anak Palang Merah Remaja (PMR) SMA BHK. Persami ini merupakan Persami final untuk calon angkatan 13. Berikut ini merupakan rangkuman singkat mengenai apa saja yang terjadi selama Persami tersebut. Dan tentu saja dalam Persami ini saya masih harus mengalami masa perjuangan, bukan sebagai junior, bukan sebagai senior, melainkan sebagai orang biasa yang memiliki perasaan khusus kepada seseorang.

Sabtu, 28 Juli 2007

Apel Pembukaan Persami 3 Calang 13

Hari ini merupakan hari di mana acara akan dimulai. Semua senior yang akan memilih untuk ikut dalam rombongan PMR harus berkumpul jam 11 di SMA BHK. Sebelumnya saya mendengar bahwa dia akan berangkat pagi hari jam 8 untuk mengontrol di Cibubur sehingga saya memutuskan untuk berangkat dan menunggu dia di SMA BHK pada pukul 7.30. Ternyata dia masih belum sampai ke BHK pada jam itu. Alhasil kebetulan terdapat kegiatan Comptius di mana saya biasa mengajar. Saya memanfaatkan waktu itu untuk membantu mengajar para siswa baru.

Sekitar pukul 10.30, saya keluar dari kegiatan Comptius karena saya sudah harus bersiap-siap untuk berangkat Persami. Di lapangan, saya mencari para junior dan juga bus yang akan digunakan. Tak disangka ternyata dia ga jadi berangkat duluan. Ternyata Ana yang merupakan ketua PMR harus ikut pergi karena mobil yang digunakan adalah mobilnya. Hmm, waktu itu saya sempat tanya ke dia kapan berangkatnya, dan dia bilang kalau dia lagi nunggu Martina – salah seorang senior PMR angkatan 12. Kemudian saya tanya lagi kalau dia membawa handphone atau ga. Dia ngasih liat HP-nya ke saya sambil tersenyum kecil tapi tidak berkata apapun. Karena saat itu saya sedang terburu-buru harus pulang ke rumah, saya pun meminta dia miss-call saya bila sudah mau berangkat. Sama seperti sebelumnya, dia juga ga jawab apa-apa tapi hanya mengangguk saja dengan senyum kecil. Saya cuma bisa bilang “thanks” kemudian berlari ke rumah.

Sekitar pukul 11.10 saya kembali lagi ke BHK tentu saja pertama-tama untuk mencari dia. Karena tidak menemukan dia di lapangan (dekat dengan bus yang akan dipakai), saya kemudian mencoba mencari ke dalam. Ternyata dia sedang berada di depan lemari PMR. Saat itu saya membantu dia mencari alkohol yang kadaluarsa untuk dijadikan bahan bakar api unggun bila diperlukan. Setelah itu saya mengantar dia ke depan, akan tetapi sebelum sampai ke bus, dia di-sms lagi untuk membawa sesuatu yang tertinggal di lemari PMR. Jadi dia kembali lagi ke dalam dan saya menunggu di luar. Beberapa saat kemudian saya memutuskan untuk kembali ke dalam. Saat itu dia mulai berjalan keluar. Dia sempat tersenyum dan bilang “kok dari tadi ikutin terus?” Hahaha… Saya jadi bingung sendiri. Hihihi… Akhirnya saya memutuskan masuk ke lab komputer aja untuk melihat progress yang dilakukan tim pengajar web-design. Beberapa saat kemudian saya keluar lagi ke bus, menunggu keberangkatan, ngobrol dengan senior lain, terus menemani dia duduk di lapangan sambil menunggu kedatangan Martina, dan akhirnya berangkat juga.

Persami hari ini berlangsung dengan biasa sampai pada malam harinya mulai sedikit berubah. Saat itu saya beberapa kali dicengin (bahasa lain dari diolok-olok atau diejek-ejek) oleh senior lainnya. Mereka berusaha menyeret saya supaya dekat dengan dia. Misalnya saja sewaktu dia sedang berdiri melihat para junior memasak dan waktu itu saya sedang berdiri di samping teman seangkatannya yang tepat berdiri di sebelah dia, tiba-tiba beberapa senior lain bilang “Wah, William kayanya ada naksir ama calang 13 nih” “Ga lagi, dia kan lagi naksir seseorang yang lain. Hahaha…”. Bahkan ada yang bilang ke temannya yang sedang berdiri di samping dia “eh, minggir donk, biar makin dekat”. Waduhhhh… Saya bener-bener salting setengah hidup waktu itu. >_<

Trus ada suatu saat ketika dia sedang duduk di batang kayu, kemudian tiba-tiba saya disuruh duduk di sebelahnya sambil dipaksa. Kemudian pada saat pembagian pos pun saya diharuskan stay bersama dia padahal yang lain boleh mobile ke pos-pos yang lain. Huhuhu… Selama jaga pos itulah saya merasa semakin dekat dengan dia. Ehem, entah rasanya sih ada chemistry di antara kita berdua.

Minggu, 29 Juli 2007

Mandi Lumpur di Cibubur

Hari kedua Persami diisi dengan rasa kantuk yang luar biasa. Mata rasanya perih seharian. Saat itu tetap saja saya dicengin teman-teman senior lainnya. Saya bahkan ditanya “gimana rasanya semaleman sama dia?”. Bahkan ditanya di depan dia pula. Saya mencoba biasa saja sambil bilang “apa sih?”, dia juga bilang “gila ya lu” ke temannya yang nanya hal ini juga.

Oke, dilanjutkan lagi ceritanya. Pada waktu mandi lumpur, ternyata ia harus menjadi pengawas di dalam kolam lumpur. Saya diminta senior lain untuk mengontrol dari atas terowongan yang ada di dekat sana. Tapi saat itu saya juga bisa melihat dia. Entah ketika dia disuruh bergerak ke daerah lain, tanpa sengaja dia menginjak lubang sehingga kaki kirinya terperosok ke dalam lubang tersebut. Saya hampir saja loncat dari atas terowongan untuk menolong dia dan benar-benar khawatir. >_< Untung aja dia ga apa-apa. Saat itu saya merasa useless karena hanya bisa diam melihat dia.

Setelah itu, beberapa saat kemudian saya diminta untuk menjaga barang-barang yang ada di sana (dekat pintu masuk kolam lumpur). Saat itu ada 2 senior lain, akan tetapi ternyata mereka mau kembali ke tenda duluan sehingga saya pun harus menjaga barang sendirian. Saat itu saya masih bisa melihat dia yang sedang menonton proses mandi lumpur dari atas terowongan. Kemudian dia bersama senior lain pun berangkat ke tempat lain yang lebih jauh. Yah, benar-benar sepi rasanya waktu itu. Entah kebetulan atau ga, tiba-tiba dia kembali sendirian ke pintu masuk. Saya sempat kaget juga melihat hal itu dan tentu juga deg-deg-an. Dia menemani saya beberapa saat sehingga cuma ada kita berdua saja waktu itu. Entah apakah ini menunjukkan dia juga berusaha mendekati saya. Kemudian ia pun memutuskan kembali ke tenda. Saya menunggu beberapa saat sendirian di tempat itu sampai akhirnya ada senior lain yang mengatakan bahwa lebih baik kembali ke perkemahan dan melihat dari sana saja. Ternyata ada jalan tembus ke perkemahan dari kolam lumpur tersebut.

Saat itulah saya kembali dicengin. Bahkan mereka semua berkata lagi “wah, napa nih Kak William senyum-senyum terus” padahal saat itu ada dia di dekat saya. “Pengen jadi saingannya Pak Sunu ya?”. Waaaaaaaaa >_< gile aje, ampe semua senior tau kaya ginian. Huhuhu… Dia akhirnya kembali ke kemah bersama yang lainnya dan tentu setelah mendengar semua itu.

Setelah semua acara selesai dan tinggal acara makan siang, saat itu saya sempat membersihkan rambutnya dari dedaunan yang menempel di rambutnya. Entah apa yang membuat saya berani melakukan itu, tapi err, entahlah. Saya hanya ingin menunjukkan perasaan saya ke dia dan bagaimana saya peduli dengan dia.

Yah, akhirnya Persami 3 ini berhasil dilaksanakan dengan lancar dan sukses. Hmm, saya ucapkan selamat untuk para anggota PMR angkatan 12 sebagai penyelenggara dan juga calon angkatan 13 sebagai peserta Persami ini. Semoga kalian bisa lebih kompak dan bersatu.

Sayapun harus lebih gigih lagi dalam berjuang dengan adanya beberapa respon positif yang lebih dari dia. :) Ciayo…!! Hihihi…

PS: Maaf kalau di sini ternyata lebih banyak menceritakan masalah pribadi saya dibandingkan dengan proses Persami nya sendiri. :)

This entry was last modified on: January 15th, 2008 at 21:33

Tagged with

9 Responses to “The moment I’ll never forget”

  1. wahh,,persaminya seru betull..
    sepanjang persami dag dig dug duerrr.. ahaha..

    bagus wil keliatan respon positif nya. :)

    persami membawa berkah.. ^^

  2. hihi…yup2.. kmrn persami 3 na seru bgt,,^^
    ada yang lucu, ada yang jorok2an d lumpur calang 13 na..
    ada juga senior yg berbunga2 disana..haha
    wua.. k’wil..^^ seneng neh..hhihi
    lucu n ktawa baca blog na..
    GbU..

  3. Huhuhu… gue diketawain.

    Padahal u sendiri juga termasuk yang isengin gue ama “dia”. Tapi gapapa sih. Hahahaha… Thx buat keisengannya. :p

  4. waw….
    k wil…ternyata…diam2 dengan angkatan 12 yah…
    fufufu
    tapi blognya tu lebi ke perasaan pribadi yah daripada ke persaminya…hmm
    yah…selamat berjuang ja deh…
    moga2 bisa dapetin ‘dia’…hehehe

  5. weiweiwei, ceritaan persaminya gimana???????
    g khan gak ikutan,…
    syapa tuh,.. hehehe,…
    cari tau akh………..
    -moniQ.angkatan.9-

  6. Hmm, ada deh… :p Makanya ikutan dunk di persaminya..
    Seru tau persami kali ini. Sayang sekali anda tidak mengikutinya.

    Err, anyway koq banyak banget yak yang baca blog ini? :|

  7. mnrt u knp? :) hihihi :|
    wah persami ok.. ga lm lg ank2 calang 14 yg persami 1 ni.. :)

  8. astaga.. aib dibongkar2 bukanna ini khusus pmr doank..
    tar bkn rahasia lg dunk
    hehe.. kaco2

  9. Ternyata masih ada juga yang konservatif di sini… (_ _ !)

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: