Archive for January, 2008

Soeharto, sebuah kenangan manis dan pahit

2 Comments My Minds

Dia adalah seorang bapak dari keluarganya, seorang mantan presiden bagi negaranya, seorang jenderal bagi pasukan yang dipimpinnya dan seorang diktator bagi para aktivis demokrasi dan penentangnya.

Tanggal 27 Januari 2008, menjadi salah satu hari yang cukup menarik perhatian banyak orang, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia. Haji Mohammad Soeharto, presiden ke-2 Indonesia telah meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakitnya dalam satu dekade belakangan. Tepat pukul 13.10 hari itu, Soeharto menutup mata untuk selamanya di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

(more…)

5 Minutes of Happiness

No Comments The Romance

Entah rasanya 5 menit itu sangat berarti bagi saya. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama dia dalam selang waktu 5 menit itu.

Seringkali kalau saya menelpon dia, saya hanya mampu menghabiskan waktu sebanyak 5 menit. Walau hanya 5 menit, hal ini sudah cukup menyenangkan. :p Tentu saja saya mau bila bisa menghabiskan waktu lebih dari 5 menit untuk berbicara melalui telepon dengan dia.

Minggu lalu (lebih tepatnya sih Sabtu lalu), ketika sedang dilaksanakan Sidang Umum (SU) yang merupakan acara rutin tahunan milik OSIS / MPK SMA BHK, saya sempat ke sekolah untuk bertemu teman saya. Sekitar pukul 1 siang, anggota MPK / OSIS yang mengadakan SU pun menggunakan waktu untuk break. Saat itu, sudah 1 bulan lebih saya tidak bertemu langsung dengan dia. Ketika break berlangsung, tentu aja saya ga menyia-nyiakan waktu untuk mencari dia. Selama 5 menit mencari sambil bermultitasking dengan berbicara dan bernostalgia dengan beberapa guru, ternyata saya ga mendapatkan keberadaannya. :(

Next, 5 menit kemudian tiba-tiba saya melihat dia. Saat itu dia membawa tasnya dan ingin pulang lebih cepat daripada yang lain karena ada urusan keluarga sore hari itu. Selama 5 menit itu, dia sempat bercengkrama dengan teman-temannya dahulu, sedangkan saya bercengkrama dengan teman saya yang ada di situ juga. Kemudian para anggota OSIS / MPK pun masuk kembali ke ruangan untuk melanjutkan acara mereka, sedangkan dia segera turun ke lantai 1.

Saat itu saya tidak lagi banyak berpikir selama 5 menit untuk mengulangi kesalahan yang saya lakukan ketika diadakan BHK Cup dulu. Saya langsung mengejar dia ke bawah dan kemudian ketika di depan perpustakaan sekolah saya pun bertegur sapa dengannya. Nah, lucunya itu, saat itu sedang turun hujan, kemudian ketika saya menemani dia jalan keluar sampai ke depan gerbang SMA, hujan pun berhenti. ^^

Selama 5 menit (mungkin 15 menit kali) kita berjalan berdua, ngobrol sana sini sambil menemani dia jalan ke belakang untuk naik angkot. Rasanya walau tidak bertemu selama 1 bulan, kerinduan itu benar-benar sudah tertebus karena peristiwa ini. ;)

Ngomong-ngomong, tetap aja ada yang menyesakkan. Ketika PMR 2 minggu lalu dan juga 1 minggu lalu, saya tidak sempat datang ke PMR karena terdapat kuliah pengganti dan juga harus mengerjakan proyek saya. Saat itu, dia selalu datang ke PMR. Sedangkan kemarin ketika saya bisa mengikuti PMR, ternyata dia pergi menyiapkan pesta temannya sehingga tidak bisa hadir di PMR. Dan minggu depan, saya dipastikan tidak bisa mengikuti PMR karena masih menjalani ujian akhir. :cry: Koq rasanya susah amat ya buat bertemu langsung dengan dia hanya untuk 5 menit aja.

Tapi biarlah, masih banyak waktu selama hidup ini kok. ;) Hari ini saja secara tidak terduga saya bertemu dengan dia lagi ketika saya selesai mengajar klub komputer. Dia tersenyum ke saya sambil melambaikan tangan terlebih dahulu sebelum akhirnya saya membalas dan sedikit berbincang-bincang dengannya. ^^ Yah walau cuma sebentar, seperti yang saya bilang di atas, semua kerinduan sudah lumayan tertebus.

Uhhh… Sekarang merindukan lagi… :(

Free Hosting vs. Paid Hosting

Sewaktu kita ingin membangun sebuah situs web kemudian mempublikasikanya, maka akan timbul pertanyaan bahwa “akan dihost di manakah situs saya ini?”. Bagi yang belum mengetahui mengenai host, saya akan menjelaskan sedikit dengan bahasa yang sederhana.

Ketika Anda ingin membangun suatu situs web, file-file untuk situs web tersebut harus diletakkan di sistem komputer yang terhubung dengan jaringan internet (komputer server). Komputer tempat data Anda disimpan inilah yang disebut host. Sedangkan agar orang-orang dapat lebih mudah mencapai situs Anda, maka diperlukan domain atau nama web, misalnya www.situs-saya.com atau sejenisnya. Biaya domain umumnya Rp. 30.000 sampai Rp. 300.000 per tahun tergantung nama domain yang Anda gunakan (umumnya .com, .co.id dan .net lebih mahal daripada .org).

Kembali ke masalah hosting di atas. Ada 3 jawaban yang umum untuk pertanyaan di atas, yaitu hosting gratis (free hosting) atau hosting berbayar (paid hosting) atau Anda juga dapat menempatkan website Anda dalam host yang Anda miliki sendiri, yang tentu saja akan lebih mahal bila Anda hanya ingin membangun suatu website kecil-kecil atau web pribadi.

Penggunaan server sendiri memerlukan sebuah server lengkap dengan infrastruktur agar web bisa berjalan dengan baik dan tidak sering down, yang umumnya timbul karena masalah koneksi internet yang tak stabil dan suplai listrik sampai ke masalah kemungkinan kerusakan hardware. Dengan asumsi bahwa digunakan server dengan hardware standar, maka biaya untuk server adalah sekitar 5 atau 6 juta rupiah. Belum lagi ditambah dengan biaya tahunan atau bulanan untuk listrik dan internet 24 jam non-stop yang mungkin bisa menghabiskan 500 ribu rupiah per bulan.

Infrastruktur yang baik bisa didapatkan di beberapa data center yang cukup besar sebagai tempat server collocation. Server collocation ini sendiri bisa disebut sebagai tempat penitipan server. Di tempat ini umumnya telah disediakan infrastruktur seperti jaringan internet yang cepat (sampai dengan kecepatan Mbps), jaringan listrik yang stabil dan cadangan listrik dengan UPS dan generator, kondisi tempat yang lebih baik (suhu, kebersihan ruangan, keamanan). Akan tetapi kelebihan untuk sebuah collocation server harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, bahkan sampai jutaan rupiah per bulan per server. Karena mahalnya biaya yang akan dikeluarkan, maka alternatif ini umumnya hanya digunakan bila mau melakukan host untuk web-web yang besar. Oleh sebab itu mari kita sisihkan alternatif ini.

Alternatif kedua adalah hosting berbayar (paid hosting). Paid hosting artinya Anda menitipkan data Anda untuk dihost oleh perusahaan hosting dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh pihak perusahaan, misalnya jaringan internet dan listrik serta komputer servernya. Anda tidak perlu terlalu dipusingkan dengan masalah teknis seperti hardware, karena semua itu sudah menjadi tanggung jawab perusahaan web hosting. Sekarang ini jumlah paid hosting di Indonesia sudah cukup banyak dan harganya pun relatif murah. Pilih jenis pake shared hosting di mana dalam satu komputer server, terdapat banyak situs web yang dihost. Hal ini tentu akan lebih murah bila Anda menyewa satu server untuk diri Anda sendiri.

Umumnya biaya untuk shared paid hosting tergantung dari besar space atau ruang penitipan yang akan digunakan serta banyaknya bandwidth untuk transfer data yang disediakan. Space sebesar 10 Megabytes sampai 50 Megabytes sudah cukup untuk sebuah web pribadi. Bandwidth sebesar 1000 MB/bulan sampai 3000 MB/bulan juga sudah cukup untuk website yang baru digarap. Selain dengan bandwidth dan space, tarif host juga ditentukan dengan fitur yang ada, misalnya jumlah database, jumlah email dan banyak hal lainnya.

Jumlah biaya yang masuk akal untuk membuka sebuah web pribadi yang sederhana adalah Rp. 50.000 / tahun sampai Rp. 300.000 / tahun.

Kelebihan dari paid hosting adalah Anda akan lebih mudah mengatur isi situs web Anda serta mengkonfigurasi situs Anda, walaupun keleluasaan ini masih dibatasi oleh aturan perusahaan web hosting. Umumnya aturan ini berhubungan dengan banyaknya situs web yang dihost dalam satu server, di mana ketika Anda berbagi ruangan yang lainnya, maka banyak hal yang harus dibatasi satu sama lainnya agar tak terjadi konflik.

Perlu diketahui bahwa tidak semua shared hosting aman untuk digunakan. Shared hosting menggunakan beberapa aturan atau konfigurasi server yang berlaku bagi setiap user yang ada, sehingga bila sebagian user yang melakukan host di tempat tersebut puas, belum tentu sebagian lainnya juga menikmati aturan atau konfigurasi server tersebut. Kekurangan hosting yang dishare juga terjadi dalam hal security di mana bisa terkadang bila terdapat satu situs dalam server tersebut terkena crack (hack), maka situs lain yang di host dalam server yang sama juga akan lebih mudah terkena serangan. Sama prinsipnya ketika seorang penjahat berhasil membobol pintu depan rumah dan masuk ke dalam rumah, maka ia memiliki akses ke pintu-pintu kamar dalam rumah tersebut walau tentu ada pula pintu yang masih terkunci dan ada juga pintu yang terbuka lebar sehingga mempermudah sang penjahat untuk menjalankan aksinya.

Untuk ke depannya, mungkin saya akan menuliskan mengenai security dalam web dan hosting.

Solusi terakhir adalah free hosting. Free hosting tidak mengharuskan Anda membayar apapun dengan beberapa imbal balik sesuai dengan yang diminta oleh perusahaan host. Contohnya saja Tripod atau Geocities yang akan secara otomatis menampilkan iklan dalam situs Anda. Selain itu, domain yang Anda gunakan juga tidak bebas sehingga harus menggunakan nama domain perusahaan tersebut. Beberapa situs hosting khusus seperti hosting untuk blog (contohnya WordPress dan Blogspot), situs ini membatasi dalam jenis file yang dapat diupload karena memang dikhususkan sebagia blog yang sebenarnya tidak terlalu perlu menggunakan banyak jenis script.

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menemukan sebuah hosting gratis dengan fitur yang hampir selengkap hosting berbayar. Setelah ditelusuri, ternyata situs ini juga meminta imbal balik dan aturan yang ketat seperti harus bergabung secara aktif dalam suatu komunitas sampai situs akan dinonaktifkan tanpa pemberitahuan bila tidak ada traffic atau perubahan web dalam waktu 3 bulan.

Pemilihan jenis hosting yang akan digunakan tergantung dari kebutuhan Anda. Bila Anda termasuk orang yang ingin serius dalam dunia web, walau blogging sekalipun, Anda dapat mencoba menggunakan paid hosting karena Anda dapat membuat tampilan situs Anda benar-benar berbeda dari yang situs yang lain dan juga bisa lebih dinamis karena memperbolehkan script semacam PHP atau Perl.

Bagi Anda yang berminat mencari hosting berbayar, Anda bisa mencoba mencari di Google dengan keyword “indonesia hosting”. Bagi yang ingin mencari situs hosting gratis, silahkan gunakan keyword “free web hosting”.

Selamat berhosting dan membangun web. ;)

This entry was last modified on: January 31st, 2008 at 22:39

Sun Microsystem mengakuisisi MySQL AB

Kembali terdapat sebuah berita yang heboh dalam dunia database dan development. Salah satu software database yang paling terkenal yaitu MySQL telah menjadi milik Sun Microsystem. Seperti yang diketahui, MySQL merupakan salah satu software database yang paling terkenal digunakan dalam dunia developing. Kelebihannya tentu saja software ini open source sehingga bisa dikembangkan sesuai kebutuhan pengguna. Penggunaan MySQL cukup luas mengingat software ini juga saling mendukung software open source lainnya yaitu LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP/Perl/Phyton), bahkan beberapa situs terkenal seperti Facebook dan Google ikut menggunakan MySQL.

Di sisi lain, Sun Microsystem merupakan salah satu perusahaan software terkenal dengan beberapa produk yang banyak dipakai oleh penguna komputer seperti Java. Sun juga merupakan salah satu pendukung open source, salah satunya adalah pengembangan OpenOffice.org.

Diharapkan dengan bergabungnya MySQL dengan Sun Microsystem, pengembangan software database ini akan lebih baik, dan tentu saja tetap open source dan gratis. ;)

Berita selengkapnya dapat dilihat di

http://www.mysql.com/news-and-events/sun-to-acquire-mysql.html

This entry was last modified on: January 26th, 2008 at 15:52

Love case

No Comments The Romance

Ehem, cinta… Cinta…

Kayanya belakangan ini kata itu makin sering gue denger dari sekitar gue sendiri. Banyak cerita sedih mengenai hal ini, mulai dari putus dari pasangannya, cinta yang bertepuk sebelah tangan, statusnya digantung dalam ketidakjelasan, sampai ternyata pasangan yang disuka itu masih suka orang lain. Tapi ada juga cerita gembira seperti diterima sebagai pacar, bisa ketemu dan melihat sang doi, sampai sering dipuji sang doi. Hehehe… Siapa yang ga senang coba kalau bisa kaya gitu ama orang yang disuka. ^^

Gue sendiri udah selama 1 bulan ga pernah bertemu dengan dia. Dimulai sejak Desember 2007 kemaren, ketika SMA BHK mulai memasuki masa ujian (ga tau namanya sekarang apa. Tapi kalau dulu sih namanya ulangan umum. Klo ga salah inget sekarang namanya pekan ujian). Tentu di saat itu otomatis ga ada kegiatan apapun di sekolah. Dilanjutkan dengan libur Natal dan Tahun Baru 2008 di mana SMA BHK meliburkan siswa-siswinya sampai tanggal 7 Januari. Sampai saat ini, gue belum melihat dia secara langsung. Hiks… Satu bulan menunggu itu rasanya sangat lama kalau dalam siklus cinta. Bener ga? Bener kan kan kan?

Yang parahnya itu 2 kali hari Jumat di bulan Januari ini ketika ada kegiatan PMR, gue juga ga bisa ikut karena berbagai macam alasan. Dan denger-denger, di kedua kali latihan tersebut, ada dia yang mengikuti kegiatan sampai akhir. Huh… Semoga aja Jumat depan gue bisa ikut kegiatan itu. Masalahnya, mulai minggu depan gue udah mulai ujian akhir semester. Huaaa… Ada-ada aja sih masalah kaya gini. >.<

Tapi di satu sisi gue rada kesel ga bisa ketemu dia secara langsung, di sisi lain justru ada hal positifnya. Pertama itu terjadi waktu liburan Natal. Saat itu gue denger dia masuk ke HQJ alias High Quality Jomblo versi majalah sekolah gue. Awal denger itu sih sempat shock soalnya dibilang kalau dia lebih senang jomblo daripada pacaran, tapi lebih enak lagi TTM daripada pacaran. Ehem, tapi beberapa hari kemudian setelah menenangkan diri, gue ngerasa sebenernya itu juga terjadi sama gue. Selama ini gue menikmati proses tumbuh kembangnya cinta-cinta di hati gue, dan semoga aja juga ada benih cinta di hati dia. Jadi kalau gue takut ga bisa berpacaran dengan dia, otomatis orientasi gue cuma pacaran itu sendiri, bukan kepada perasaan yang benar-benar ada dalam hati gue. Tapi justru sekarang gue memang malah sedang berusaha mencari arti cinta itu melalui pendekatan dengan dia. ^^ Seperti kata teman gue, “yah lu harusnya senang dong kalau orang yang lu suka dibilang high quality”. Yah, gitu deh… Senang juga sih… :p

Kedua terjadi waktu tahun baru. Tanggal 1 Januari lalu gue mutusin buat nelpon dia buat ucapin Happy New Year. Hihihi… Ternyata tanggapan dari dia sendiri positif. Dan menurut pendapat gue setelah mendengar dari suara dan nada suaranya, dia senang dengan ucapan dari gue. Walau belum tentu senang karena gue yang nelpon (mungkin juga senang karena paling ga di hari itu ada orang yang ngasih ucapan), tapi tetap aja hati gue sendiri senang mendengar suasana dan tanggapan yang positif itu. ^^

Gimanapun gue ga bisa menyangkal kalau gue bener-bener mau deket dan juga ketemu dia langsung, mengingat udah lama ga ketemu juga.

Mispersepsi dalam global warming (efek rumah kaca)

Kalau ga salah ingat, bukannya harusnya sekarang musim hujan ya? Kok kayanya malah panas banget. Hiy… Ada apa dengan cuaca yang aneh ini? Masih teringat dengan jelas kalau tahun lalu, ketika saya sedang menjalani ujian akhir semester pertama, saya harus berjuang untuk mencapai kampus karena banjir besar di Jakarta. Sedangkan mulai minggu depan, saya harus menjalani ujian akhir semester ketiga. Semoga aja ga seperti tahun lalu lagi keadaannya.

Tapi tetap aja, kenapa di musim hujan yang seharusnya lebih sering hujan malah lebih sering panas terik? Tampaknya jawabannya berhubungan dengan sebuah hal yang terkenal saat ini: global warming yang menyebabkan perubahan iklim bumi.

Sebagian besar orang pasti sudah mengetahui mengenai global warming, karena sekarang ini kata itu sudah diajarkan mungkin sejak SD bahkan TK. Cukup banyak sebenarnya istilah yang berhubungan dengan global warming, cuma ada beberapa istilah yang kadang belum benar-benar dimengerti oleh orang. Salah satu istilah yang paling terkenal karena mispersepsi itu adalah “Efek Rumah Kaca”.

Sampai saat ini, masih banyak yang salah dalam mengartikan efek rumah kaca. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya baru mengetahui bahwa masih ada saja anak SMA bahkan mahasiswa yang belum mengetahui arti sebenarnya. Banyak yang akan mengartikan kalimat “global warming disebabkan oleh efek rumah kaca” sebagai “membangun rumah kaca dapat membuat global warming”. Jadi apa arti sebenarnya dari efek rumah kaca?

Secara singkat, efek rumah kaca adalah efek atau fenomena di mana panas / radiasi matahari terperangkap dalam atmosfer bumi, seperti layaknya rumah kaca yang juga memerangkap panas dari cahaya matahari untuk menghidupi tanaman di dalamnya. Jadi intinya, efek rumah kaca adalah suatu efek atau fenomena, bukan benda.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai hal-hal yang menyebabkan global warming, anda dapat melihat dari blog teman saya di http://herwin.wordpress.com/global-warming/

This entry was last modified on: January 18th, 2008 at 23:25

I’ve chosen to digitalize my life (The Beginning of Etersoul)

Hey, apa maksud tulisan di atas? :| “Saya telah memilih untuk mendigitalkan hidup saya”. Apa maksudnya ya? :D Hahaha…

Di entry ini, saya hanya mau sedikit cerita tentang masa lalu aja. Terutama bagaimana saya mengenal teknologi, terutama teknologi komputer yang menjadi salah satu bagian hidup saya belakangan ini. Kisah ini sendiri sebenarnya ga terlalu banyak saya ceritakan, tapi paling ga saya masih ingat benar milestones alias tonggak utama yang membuat saya menjadi “diri saya” yang ada sekarang ini.

Awal mula berkenalan dengan komputer sebenarnya sudah sejak kecil di mana komputer zaman dulu masih menggunakan disket ukuran besar (lupa ukurannya berapa inch). Walau udah sering melihat benda-benda aneh ini, saya masih belum tertarik akan keberadaan komputer pada saat itu.

(more…)

This entry was last modified on: January 15th, 2008 at 12:20