Archive for August, 2008

Di rumah, tidur, sendiri

Teringat iklan sebuah produk rokok yang belakangan populer karena slogan atau jargon yang diucapkan salah satu pemeran iklannya yaitu “di rumah, tidur, sendiri”. Kadang iklan ini nyindir juga, tapi tetap lucu. Apalagi kalau belakangan ada teman yang ngajak chat sambil menanyakan 3 pertanyaan berturut-turut, tanpa pikir panjang langsung aja aku jawab “di rumah, tidur, sendiri” :p

Dulu aku salah satu penganut sistem ini walau dulu belum ada iklan seperti itu, bahkan sampai sekarang. Kalau sering browsing di internet, ga jarang ngeliat artikel yang isinya mengenai lama tidur normal untuk orang seumurku yaitu 7 – 8 jam sehari. Nyatanya, aku malah tidur lebih dari 7 – 8 jam sehari.

Mari dihitung:

  • Tidur pagi: kalau lagi libur seperti sekarang ini bisa dari jam 2/3 pagi sampai jam 10 – 12 siang (berarti sudah 7 – 10 jam seharian), kalau lagi masa kuliah umumnya tidur pas 7 jam, apalagi kalau ada shift kuliah jam 7 pagi malah bisa cuma tidur selama 5 jam.
  • Tidur sore / malam: dari jam 4 sore sampai jam 7 malam (artinya sekitar 3 jam), atau dari jam 6 sampai jam 8 malam (sekitar 2 jam).

Dengan formula di atas maka tinggal ditarik garis lurus bahwa maksimal bisa tidur 13 jam sehari!!

OMG! Lebih dari separuh hidupku dihabiskan untuk tidur. AAAAAAAA!! Don’t panic!!

Yah, paling ga itulah yang terjadi selama liburan, dan itupun terbatas di hari-hari di mana proyekku ga jadi beban pikiranku. Toh dari waktu hibernasi alias tidur maksimal 13 jam itu, paling hanya 7 – 8 jam yang termasuk kualitas tidurnya baik. Selebihnya mulai dari diganggu alarm, guling sana guling sini, dan sebagainya.

Tapi untungnya walau sempat dilanda panic mode karena proyek beberapa minggu yang lalu, aku masih bisa menikmati tidur walau terkadang juga kurang waktunya.

Selama 2 bulan liburan, (yap, 1 minggu lagi menuju kuliah), liburan pun tidak terasa seperti liburan. :) Lebih banyak duduk di rumah buat nongkrongin proyek. Kayanya perlu nih rencanain jalan-jalan ke Bali. Hehehe… :p Tapi belum cukup modal tampaknya. :(

Dan ternyata walau belum merasakan liburan yang benar-benar “liburan”, tapi toh ada kenikmatan tersendiri dari hasil kerjaku. Ah mungkin memang begini lebih baik, ga usah diubah lagi, toh daripada cuma online di internet dan bengong, masih lebih baik menjadi orang yang produktif dengan memanfaatkan waktu libur (kata orang-orang sih).

Akhirnya sebuah rangkaian kata pun (akan) terucap kalau ada orang yang bertanya “ngapain aja lo di rumah liburan kemaren?”, palingan aku jawab “di rumah, tidur, sendiri”. (dan semoga ga ada yang bilang “kamu kangen ga sih sama aku?” @_@ No time for this one for now)

Query yang aneh?

No Comments Computer

Kalau biasanya aku (dan rasanya sebagian besar orang) menggunakan function count() di SQL, baru aja kemaren aku menggunakan function ini dengan cara yang berbeda dengan biasanya. Bukan sekedar COUNT(*), bukan sekedar COUNT(DISTINCT column1), juga bukan sekedar COUNT(column1), melainkan COUNT(IF(expression, true_value, false_value)).

Padahal sebelumnya aku menggunakan banyak subquery sebelum menemukan cara ini. Entah apakah dari sisi waktu dan lama processing lebih efiesien atau ga, soalnya aku belum sempat mencoba untuk menghitung data yang memiliki row dalam jumlah besar. Tapi aku rasa sih seharusnya lebih efisien daripada menulis subquery secara berulang-ulang untuk mengambil suatu hasil grouping.

Nanti kalau sempat mau bikin data dummy dulu trus nyobain hasil dari query COUNT() di atas.

1GB pun sudah tidak cukup

Setelah 2 tahun menggunakan StarOne sebagai provider internetku, rasanya sekarang kapasitas yang ditawarkan sebesar 1GB / bulan sudah tidak mencukupi lagi. Apalagi ketika proyek-proyek mulai mendekatiku dan aku mulai lebih banyak berkorespondensi melalui dunia web.

Berawal dari tahun 2006, bulan Juli ketika aku mulai menjalani aktivitas sebagai calon mahasiswa Universitas Bina Nusantara yang dikenal dengan nama UBiNus, aku mulai mendaftarkan diri sebagai pengguna internet StarOne. Pada saat itu, StarOne menawarkan tarif yang lebih murah dibandingkan dengan provider lainnya yaitu sebesar Rp. 200.000,-. Tarif ini pun terus dikoreksi ke Rp 150.000 dan kemudian saat ini Rp. 100.000, akan tetapi jumlah bandwidth yang disediakan tetap tidak beranjak dari angka 1GB.

Sebenarnya seandainya Indosat menawarkan paket StarOne dengan jumlah bandwidth yang lebih tinggi, aku pasti akan mengambilnya tanpa pindah ke provider lain. Tidak benar-benar pindah sih, tetapi kemungkinan besar akan mengambil provider lain bersamaan dengan StarOne ini yang masih dipertahankan. Provider yang saat ini aku pertimbangkan itu adalah Fastnet dan Speedy.

Untuk Fastnet sendiri belakangan aku lebih sering mendengar berita yang tidak enak, mulai dari jaringan yang sering bermasalah dan down, speed yang turun, sampai ke customer service yang memberi pelayanan atau jawaban yang kurang memuaskan atas masalah pelanggan. Tapi di sisi lain, Fastnet menawarkan kecepatan yang cukup tinggi (paling tidak dibandingkan StarOne yang rata-rata berada di speed 144 kbps) dengan harga yang relatif murah juga, bahkan tanpa batasan bandwidth per bulan. Aku sudah pernah mencoba menghubungi Fastnet melalui form yang disediakan di websitenya, akan tetapi tidak ada tanggapan sama sekali. Yah, mungkin juga itu cuma form untuk penghias webnya, atau mungkin memang bagianku terlewatkan oleh pihak Fastnet-nya. Untuk telepon, aku masih belum sempat menghubungi Fastnet nya secara langsung. Sempat juga mengecek apakah jaringannya sudah ada di tempatku atau tidak, walau yang aku temukan di website yang sama tadi rumahku masih belum tercover. Akan tetapi sering melihat mobil Firstmedia nangkring di depan rumah, entah apa yang dilakukan orang Firstmedia di sekitar rumahku kalau bukan untuk memasang atau melayani pelanggan yang sudah pasang.

Sedangkan Speedy, dengan harga yang relatif mahal tetapi masih terdapat batasan dalam bandwidth per bulan atau pun waktu. Akan tetapi memiliki prospek yang bagus juga menurutku, karena sudah beberapa kali menawarkan promosi yang menggiurkan mulai dari pemasangan gratis, modem gratis, bahkan yang sekarang lagi hebohnya adalah speed yang mencapai 1 Mbps dan gratis pemakaian sepuasnya dari jam 8 malam sampai jam 8 pagi yang berlaku sampai akhir Januari 2009. Dan mungkin ke depannya akan ada promosi-promosi lainnya yang lebih menggiurkan lagi.

Keputusan untuk mengambil 2 provider sekaligus juga ga terlepas dari kebutuhan untuk backup karena seringkali ketika bug ditemukan di proyekku, aku harus segera memperbaiki dan kemudian mengirim email yang di attach dengan revisi terbaru dari proyekku. Dan tentu itu jadi ga lucu kalau karena internet down, aku harus kelabakan mencari warnet (tapi untungnya di sebelah rumahku adalah warnet walau aku belum pernah ke sana). Saat ini aku menggunakan StarOne sebagai provider utama dan Mentari sebagai provider cadangan, dan kedua provider itu saling membackup bila ada masalah. Tetapi Mentari hanya aku gunakan dalam waktu singkat mengingat mahalnya biaya koneksinya.

Kalau diingat-ingat, dalam 1 bulan terakhir ini, aku sudah menggunakan bandwidthku untuk mengirim email hampir sampai 30 MB. Bahkan pernah dalam satu hari mencapai 5 MB karena saat itu hasil kerjaku sedang dipresentasikan dan aku harus mengirim revisi beberapa kali atas bug yang ditemukan saat presentasi dilakukan.

Kalau misalnya ada yang menemukan provider yang menawarkan yang lumayan murah dan bisa aku gunakan sebagai provider utamaku, tolong informasinya yah. :) Bantuan Anda akan menolong sejuta manusia. Loh… @_@ Hehehe… Thanks…

Web: JPG, GIF, PNG

Sebuah web akan menjadi menarik dengan adanya gambar-gambar atau dalam bahasa Inggris disebut image. Tanpa gambar, maka sebuah website akan terlihat membosankan apalagi hanya terdapat tulisan-tulisan saja. Yap, gambar telah menjadi elemen penting dalam pembuatan web. Bahkan ke depannya mungkin tidak terbatas pada gambar saja, tetapi juga akan mulai masuk ke multimedia seperti suara atau video streaming yang menggunakan konsep seperti YouTube.

Bila diperhatikan dengan seksama, saat ini gambar atau image di web tidak hanya berupa foto ataupun ilustrasi sebagai gambar background. Image menjadi sebuah elemen penting dalam struktur sebuah web, ditunjukkan dengan adanya:

  • Favicon, logo kecil yang menjadi identitas web, umumnya terdapat di samping address bar, location bar ataupun bookmark.
  • Circled border, atau ujung yang membulat. Bisa ditemukan dalam ujung-ujung tabel atau elemen lain yang berwujud visual berupa kotak supaya tidak terlihat kaku. Akan tetapi cara ini lambat laun akan ditinggalkan dengan adanya CSS 3 yang sudah dapat mempermudah pembuatan ujung yang membulat.
  • Logo, umumnya terletak di bagian utama web (di ujung atas) sebagai identitas sebuah web.
  • Word art, digunakan bila tulisan biasa tidak cukup untuk ditampilkan. Terkadang penggunaan gambar sebagai tulisan bertujuan untuk mengurangi kemungkinan ketidakcocokan jenis font dengan font yang terdapat di komputer setiap orang karena umumnya dalam web terdapat 8 jenis font yang diterima secara luas: Arial, Verdana, Trebuchet MS, Georgia, Times New Roman, Courier New, Serif dan Sans Serif. Itupun yang secara standar harus diisi sebagai “syarat mutlak” adalah Serif dan Sans Serif karena jenis huruf lain di atas merupakan huruf buatan Microsoft yang tidak bisa digunakan di sembarang sistem operasi.
  • Gradasi, umumnya dipakai sebagai background untuk memberi efek transisi dari satu warna ke warna lain secara halus.
  • Dan masih banyak lagi contoh aplikasi dari image pada web.

(more…)

20 = 2 x 10

Apa arti dari rumus di atas? Rumus yang dipelajari oleh anak SD tersebut berarti bila saya memiliki umur 10 tahun, kalau di-double-in atau dikali 2, artinya sekarang 20 tahun. Hmmm, 20 tahun seharusnya jadi waktu yang cukup lama. Paling ga sejak dari umur 10 tahun sampai umur 15 tahun memang terasa cukup lama, akan tetapi sejak dari umur 15 sampai 20 tahun rasanya terlalu cepat berlalu.

Yah, waktu memang relatif bagi setiap orang. Ketika sedang mengalami masa-masa menyenangkan maka waktu akan terasa cepat berlalu. Pernah saya membaca di mana gitu sebuah tulisan bahwa:

To stay with a hot woman, 1 hour seems like 1 minute. To touch hot pan, 1 minute seems like 1 hour.

Yap, bersama wanita “panas” dalam 1 jam terasa sangat cepat, tetapi memagang sebuah panci yang panas selama 1 menit terasa kaya seumur hidup. Bila melakukan sesuatu yang menyenangkan, terkadang kita ga menyadari waktu sudah berlalu sangat lama, akan tetapi sewaktu melakukan sesuatu yang membosankan dan tidak menyenangkan rasanya hal membosankan itu berlangsung sangat lama.

(more…)

It is a curious case

Ada satu trailer film yang aku dapatkan dari majalah CHIP, berjudul The Curious Case of Benjamin Button. Cerita di film ini mungkin agak janggal dan aneh berhubung memang yah ceritanya memang agak janggal dan aneh sih menurutku.

Film yang dibintangi oleh Brad Pit ini memiliki alur yang bisa dikatakan maju, tapi terlihat terbalik. Bila umumnya kita melihat film-film mengenai biografi bercerita tentang seseorang dari usia muda sampai usia tua dan renta, maka di film ini kita akan melihat hal yang sebaliknya, yaitu dari usia tua menjadi usia muda.

Ceritanya seputar kehidupan seorang manusia bernama Benjamin Button yang memiliki keanehan dibanding dengan orang-orang lain. Bila orang-orang normal mulai hidup sebagai bayi, balita, anak-anak, kemudian remaja, dewasa dan tua, justru apa yang dialami oleh Benjamin Button kebalikannya. Dia terlahir sebagai orang tua dan tumbuh menjadi anak-anak.

Sama seperti manusia normal, pada usia muda (baca: tua) dia masih belajar berjalan dan sebagainya. Saat usianya terlihat tua, bisa dikatakan latarnya adalah tahun 1920-an. Ketika dia berumur relatif muda dengan latar tahun 1960 atau 1970, Benjamin Button jatuh cinta kepada seorang wanita normal yang masih berumur 30 tahun. Hmm, mungkin kalau alur ceritanya normal, umur mereka sudah sama-sama 30 tahun, tapi pada kenyataannya umur Button terlihat seperti 50 tahun.

Trailer pun membawa kita melihat Button melewati masa-masa mudanya ketika sang istri beranjak menjadi tua. Ironisnya di akhir trailer, terlihat sepasang manusia yaitu nenek-nenek dan anak balita berciuman di tengah jalan. Dilihat dari jalan ceritanya, film ini terlihat unik karena memang jarang aku dengar mengenai film yang membahas tentang umur yang terbalik ini. Film ini sendiri rencananya akan ditayangkan di bulan Desember 2008 yaitu dekat Natal. Berita dan trailer film ini (dalam format High Definition) bisa dilihat di www.benjaminbutton.com.

Satu lagi film yang mungkin layak untuk ditunggu itu adalah HellBoy 2: The Golden Army. Masih bercerita seputar Hellboy dari film pertamanya yang kini harus menguak misteri dunia bawah tanah yang diisi oleh makhluk-mahluk aneh. Kerajaan yang sudah lama tidur ini kembali bangkit untuk mengambil alih dunia dari para manusia.

Di trailernya sendiri efeknya lumayan bagus. Hellboy 2 sudah ditayangkan di Amerika Serikat sejak 11 Juli 2008 yang lalu. Entah kenapa di Indonesia sendiri belum ditayangkan, mungkin takut dicekal karena ada kata “hell” di film itu. :| Yah, semoga saja masih bisa ditayangkan di Indonesia, atau paling tidak hadir di televisi seperti Hellboy 1 selama ini.

Tapi untuk sekarang, yang mau aku tonton adalah WALL-E. :D Oke deh, kita tunggu saja kehadiran Benjamin Button dan Hellboy di Indonesia. :)

This entry was last modified on: August 17th, 2008 at 23:10

What? Magibon?

Setelah Canon Rock yang menjadi fenomena di kalangan teman-temanku sekitar satu bulan yang lalu sampai selalu dibicarakan di setiap conference dan YM, sekarang giliran Magibon. Nama yang aneh, aku juga ga tau apa artinya. Yang jelas mengingatkanku pada film kartun Jepang aneh alias anime yang bernama Mangkibau atau apalah namanya. :|

Setelah diterpa dengan rasa penasaran, akhirnya kemarin sewaktu sedang conference dengan teman-temanku, Magibon ini sendiri menjadi topik pembicaraan yang utama. Tapi inilah bagian tidak enaknya: harus liat di YouTube. Padahal ISP yang aku pakai sekarang ini masih limited, tidak seperti mereka yang sudah menggunakan Fastnet atau Speedy yang unlimited di malam hari. Beruntunglah aku memang sudah ga online menggunakan StarOne-ku selama beberapa hari sehingga bandwidth pun mengendap dan aku masih berani membuka YouTube yang terkenal boros bandwidth.

Setelah diberi link dari temanku, akupun membuka link itu dan terlihat seorang gadis yang berdiam diri ga jelas mau ngapain. Kadang tersenyum, trus tiba-tiba diam lagi, kemudian melambaikan tangan dan membuat bentuk V dengan jarinya. Kemudian diam sebentar dan selesai. (_ _ !) Benar-benar ga jelas. Video sepanjang satu menit itu benar-benar ga membuatku tertarik.

Tapi yang mencengangkan itu jumlah views nya yang mencapai 800.000 views lebih. Bahkan dalam beberapa video lainnya yang juga kurang lebih sama yaitu hanya berdiam diri, atau paling tidak hanya mengucapkan satu dua patah kata dalam bahasa Jepang atau Inggris yang juga ga jelas, angka viewnya bisa mencapai jutaan, dan paling sedikit itu ratusan ribu.

Dalam beberapa videonya, terdapat tulisan kanji Jepang yang berarti “silent is gold”. Hmm, gold? Entahlah, mungkin kalau dapat view sebanyak itu memang gold, apalagi sampai memecahkan rekor seperti Michael Phelps, perenang USA di Olimpiade Beijing yang sekaligus mendapat beberapa medali emas juga.

Magibon? Who is she? What did she do? Yah, jawabannya: diam. :|