Archive for September, 2008

Mainan baru: Google Translate

Nemu lagi nih mainan baru di internet. Hehehe… Namanya Google Translate. Bagi sebagian orang mungkin sudah tahu mengenai Google Translate ini, tapi yang membuatnya jadi seru adalah saat ini Google Translate menyediakan fasilitas translate atau penerjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya.

Setelah mendengar kabar ini dari salah seorang teman, aku pun langsung meluncur ke TKP. :D

Di sana ada dua kotak, yang pertama untuk menerjemahkan secara langsung kata-kata yang kita masukkan, sedangkan yang kedua untuk mengisi alamat website yang akan diterjemahkan langsung oleh Google Translate.

Dasarnya memang udah mau iseng, aku isi aja kotak pertama dengan kata:

Dewi Persik menunjukkan goyang patah-patah di sebuah pertunjukan Dangdut

Setelah diterjemahkan oleh Google Translate menjadi:

Dewi Persik, rocking shows broken-broken in a performance Dangerman

Dan saat itu juga aku ngakak melihatnya. :D Dan ga sampai di situ aja, aku masih sempat mencoba untuk mentraslate beberapa kalimat atau bahkan paragraf yang aku buat sendiri yang kadang menjadi lucu, tapi kadang juga dapat diterjemahkan dengan benar atau hampir benar dengan sedikit kecacatan.

Kemudian aku juga mencoba memasukkan http://etersoul.com/ ke kotak kedua dan beberapa saat kemudian muncul terjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di halaman itu. Dan ternyata hasil terjemahannya jadi kacau balau, terutama karena banyaknya kata-kata yang ga dikenal oleh Google Translate ini. Beberapa diantaranya adalah kata-kata yang berimbuhan -ku atau ku- (aku) yang selalu tidak diterjemahkan. Dan beberapa kali juga aku ngakak melihat hasil terjemahannya. :D

Selain hanya iseng-iseng, setiap pengguna juga dapat membantu melakukan improvisasi terhadap fasilitas ini dengan menekan “Suggest a better translation” di bagian kanan bawah kotak pertama. Yah, diharapkan nanti Google Trasnlate ini ga cuma jadi mainan saja, tetapi bisa menjadi bagian yang serius yang bisa digunakan untuk mentranslate Bahasa Indonesia ke bahasa lainnya. ;)

Yuk, coba translate entry ini. :p Hahaha…

Cerita mengenai “hoki”

Kata temanku, “hoki mah nomor satu, kemampuan baru di nomor dua” mungkin bukan sesuatu yang salah secara mutlak. Paling ga itulah yang sempat aku pikirkan sejak beberapa waktu yang lalu. Memang bukan sekali dua kali temanku itu bilang seperti itu, tapi udah berkali-kali, dan memang udah berkali-kali juga aku mengalami peristiwa yang membuatku mengatakan “memang bener yah hoki bener-bener nomor satu”.

Aku sering membaca koran Kompas, dan dari koran itu yang cukup menarik perhatianku adalah bagian Redaksi Yth di mana para pelanggan Kompas atau siapapun dapat mengirim suatu surat pengaduan atau menceritakan permasalahan akan suatu produk atau jasa yang tidak berjalan dengan baik. Berbagai macam hal diceritakan di bagian itu, mulai dari kartu kredit, handphone yang cepat rusak, jasa pengiriman barang yang merusak barang, kehilangan koper di bandara, internet sering putus, sampai kepada kesemerawutan dan kesewenang-wenangan polisi di jalanan.

Yang menarik adalah bahwa tidak jarang produk yang mengalami kerusakan atau jasa yang didapatkan tidak benar, tetapi di sisi lain aku juga menggunakan jasa atau produk yang sama dengan si pengadu tersebut. Ambillah contoh, internet Speedy atau operator telekomunikasi Indosat Mentari atau juga handphone Sony Ericsson. Sebagian besar menuliskan kekecewaan kepada penyedia layanan atau produk bahkan mengajak orang lain untuk tidak menggunakan produk atau jasa itu lagi. Dan bukan cuma di Kompas saja, bahkan terkadang melalui milis, email berantai, blog atau website “hasutan” atau ajakan untuk meninggalkan suatu produk atau jasa sering dituliskan.

(more…)

This entry was last modified on: September 26th, 2008 at 21:32

Install sana, install sini

Dalam 2 minggu, software yang aku install hampir semuanya digunakan developing web dan juga kuliah. Nih listnya tanpa urutan waktu atau abjad:

  • Ubuntu 8.04 Hardy Haron
  • PHP 5.2.6 untuk Ubuntu
  • MySQL 5 untuk Ubuntu
  • Apache 2 untuk Ubuntu
  • Wireshark untuk Ubuntu
  • Apache Tomcat (Windows)
  • Oracle Database Express Edition (Windows)
  • Microsoft SQL Server 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C++ 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual C# 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Web Developer 2008 Express Edition (Windows)
  • Microsoft Visual Basic 2008 Express Edition (Windows)

Entah dari software itu ada berapa yang bakal digunain terus sampai nanti, atau cuma digunain selama semester ini saja. Yang pasti software untuk web developing termasuk Ubuntu akan dipakai terus. ;) Ah iya, semua software yang ada di atas itu gratis semua, termasuk juga Visual Studio-nya karena memang Express edition dikhususkan untuk kalangan penghobi atau yang baru belajar.

This entry was last modified on: September 26th, 2008 at 21:52

Deuteranomaly?

Beberapa hari belakangan ada satu hal yang cukup menarik dan menyita konsentrasiku yaitu buta warna. Entah karena apa waktu itu, tapi sejak beberapa minggu yang lalu saya mulai mencari-cari informasi mengenai buta warna atau color blindness, mulai dari Wikipedia sampai ke informasi dan blog orang lain mengenai kebutaan warna. Salah satu blog yang menarik yang menceritakan mengenai buta warna adalah Colblindor yang dibuat oleh seorang yang juga mengalami kebutaan warna merah atau protanopia atau protanomaly.

Setelah mencari tahu mengenai color blindness ini, saya pun mendapatkan perkiraan bahwa saya buta warna merah-hijau, atau paling tidak mengalami defisiensi walau tak sampai buta warna. Buta warna merah-hijau ini sendiri disebut Deuteranomaly atau Deuteranopia. Berikut ini beberapa hasil tes yang sempat disarankan oleh author dari Colblindor.

(more…)

At the waiting list

Barusan aja iseng ngeliat daftar draft posting buat blog ini, ternyata ada 4 post yang belum sempat dipublish karena tulisannya masih setengah-setengah dan belum komplit. Judul draftnya itu:

  • The Last Waltz
  • Jleb-jleb ah?
  • CSS: Lebar Relatif Terhadap Nilai Absolut
  • Anti virus terbaik: user habits

Dari 4 judul draft itu, ada 2 yang udah ketinggalan jaman dan pengen dihapus yaitu yang “The Last Waltz” dan “Jleb-jleb ah?”. The Last Waltz itu sendiri aku bikin waktu aku mendengar permainan gitar dari seorang anak kecil berkebangsaan Korea Selatan, dan saat itu aku ingin mereview lagunya dan bahkan membuat tablatur gitarnya. Tapi apa daya waktu itu dikejar proyek sampai akhirnya terbengkalai. Karena kelamaan, lebih kepikiran buat menghapusnya aja.

Yang “Jleb-jleb ah?” itu aku buat waktu aku ngerasa pernah menyakiti hati orang lain dengan kata-kataku yang lumayan “kejam”. Yah, tapi itu udah berlalu, aku pikir lebih baik ga usah diungkit lagi. Tapi ternyata masih nempel di draft. :sideways:

Yang “CSS: Lebar Relatif Terhadap Nilai Absolut”, itu masih baru dan fresh walau waktu itu sempat tertunda karena proyek juga. Sebenernya itu berisi tentang tips memposisikan sebuah box dalam layout web dengan CSS. Tapi rasanya kata-katanya rada membingungkan, jadi pengen diganti juga sih judulnya nanti dengan kata-kata yang lebih tepat dan lebih mudah dipahami orang, khususnya yang lagi nyari tips mengenai CSS.

Terakhir itu adalah “Anti virus terbaik: user habits” dibuat sewaktu banyak yang membahas di forum sebelah mengenai antivirus terbaik yang bisa didapatkan. Tapi aku ngerasa ga ada antivirus terbaik selama user atau penggunanya sendiri tidak berhati-hati dalam menggunakan komputer.

Yah itu lah secara singkat apa yang tertunda dan masih mengendap dalam daftar waiting list alias draft di blog ini. Siapa tau 2 judul terakhir akan dipublish dalam waktu dekat kalau aku ada waktu dan niat untuk melanjutkannya. ;)

Sebarkan pesan ini, atau Anda akan…

Ehem, kayanya dulu aku udah pernah cerita soal message-message yang menyebalkan yang sering diterima dari email, private message maupun di instan messanger seperti YM. Dan aku ingin sekali lagi bercerita soal ini karena baru-baru aja aku menerima pesan berantai yang menyebalkan itu lagi. :-l Dan kali ini aku tidak tinggal diam seperti sebelumnya. Aku malah membalas messagenya, tapi mungkin si pengirim itu sendiri ga membaca message-ku karena terlalu banyak orang yang kembali mengirimkan message yang sama kepadanya.

Inilah message yang aku terima:

MARING BAWONO SANGGUP SUKMO GONDO MAYIT NENG RUMEKSO INGSUN KASAJEN” anda baru saja melihat dan telah berikrar menikahi MAYAT.Kirim Message ini ke’10 temanmu.Jgn sampe putus dikamu.Klo terputus dia akan Menemani tidurmu Walaupun tak terlihat,tp suatu saat dia akan memperlihatkan dirinya!!..BNR2 TERJADI!!!..FAKTA!!!..SAKSIKAN NANTI DI ASAL USUL TRANS 7 KLO TDK PERCAYA!!<<<mending send all<<gw juga cuma send to all

Mamamia. :w00t: Sepertinya benar-benar mengerikan message itu. Sama mengerikan dengan message lainnya yang serupa walau tak sama. Yeah. You’re right! To sleep with a dead body? And it is a FACT? Ah, dunia ini memang gila, seperti biasa. Dan tampaknya tidak berubah dari waktu ke waktu.

Sejak kapan ijab kabul atau ikrar pernikahan langsung sah begitu membaca sebuah tulisan ikrar pernikahan itu, heh? Ketemu si “doi mummy” aja belum, kok udah dianggap sah nikah ama si MAYAT. Ga tau lah itu MAYAT singkatan dari Maya Ahma(t)d atau apa gitu, soalnya huruf gede semua. Dan satu lagi yang sucks, menikahnya dengan MAYAT yang artinya harus “terlihat”, tapi kenapa ditemanin tidur malah ga keliatan?

(more…)

Tiga hari bersama Ubuntu

Tidak terasa sudah lama ga menulis blog karena alasan yang bermacam-macam. Di antaranya lagi males, lagi sibuk karena ada proyek, lagi sibuk karena ada tugas kuliah, dan sekarang ada lagi satu alasan tambahan: lagi nyoba Ubuntu dan ngutak-ngatik.

Yuhuu…! Ubuntu. Pernah dengar? Bagi yang belum pernah dengar, Ubuntu itu merupakan salah satu distro atau varian Linux yang paling banyak digunakan belakangan karena user-friendly bagi sebagian orang. Di samping Ubuntu sebenarnya masih banyak distro lain yang dikembangkan secara lokal seperti BlankOn dan IGOS maupun dikembangkan oleh komunitas internasional seperti openSuSe, Mandrake, RedHate, Knoppix dan sebagainya.

Ubuntu yang belakangan aku coba adalah Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Pertama-tama memang agak sulit untuk mengoperasikan sistem operasi ini berhubung aku sudah terlalu terbiasa dan “dimanja” oleh Windows. Berawal dari mencoba menginstall Ubuntu ini pada partisi yang memang sudah aku siapkan sejak aku pertama kali membeli laptop, karena rencananya dulu mau di-install Ubuntu 7.10 Gutsy Gibbon  walaupun akhirnya ga jadi karena error. Proses installasi berlangsung lancar menggunakan untuk Hardy, dan lebih stabil dibandingkan Gutsy.

Kemudian masuk ke tahap berikutnya yaitu mengkonfigurasikan seluruhnya, dan masih seperti sebelumnya proses ini agak sulit karena memang belum terbiasa. Setelah 1 hari mencoba-coba, akhirnya sudah mulai terbiasa dengan tampilan baru ini.  Dan yang paling menyenangkan adalah menggunakan command line pada Ubuntu ini. Yap, menggunakan Linux memang akan banyak berkutat dengan command line mulai dari menginstall software baru atau pun melakukan hal-hal lainnya.

Tahap berikutnya pun masuk ke proses untuk mengubah tampilan Ubuntu menjadi lebih “wah”. Dan aku berhasil melakukannya dengan menggunakan Compiz-Fusion dan juga Emerald Theme Engine. Sekarang tampilan dan efek yang terdapat di Ubuntu yang aku jalankan pun ga kalah dengan efek Aero di Vista dan Mac OS X. Dan efek yang bisa didapatkan dari Ubuntu ini pun lebih banyak daripada efek yang selama ini terdapat di OS lainnya. ;) Dan tentu saja sebenarnya Compiz-Fusion ini tidak hanya bisa diinstall di Ubuntu, melainkan juga di distro Linux yang lain.

Satu hal yang belum berhasil aku lakukan di sini adalah melakukan kalibrasi warna layar. Pada dasarnya warna layar laptopku cenderung bersifat cool, yang artinya warna putih cenderung terlihat kebiruan. Sehingga hampir setiap kali browsing, aku merasa nuansanya terlalu “biru”. Walaupun warna ini cenderung soft dan dianggap menyejukkan mata, tapi mata ku justru lebih cepat lelah dibanding menggunakan warna yang agak warm atau normal. Kalau di Windows aku dengan mudah bisa melakukan perubahan terhadap warna layar melalui software driver yang disediakan oleh Intel, tetapi di Ubuntu ini aku masih terus berusaha mencari caranya.

Ah iya, bagi orang yang penasaran, coba aja menggunakan Ubuntu. Bukan hal yang sulit kok buat belajar Ubuntu, asalkan punya niat buat mencari bantuan di internet bila ada masalah karena memang itulah caranya hidup dalam dunia Linux yang open source dan community-based. ;) Dan jangan lupa juga buat menyiapkan mental kalau menemui kegagalan.

Tiga hari ini baru menjadi awal bagiku untuk menggunakan Ubuntu, dan ke depannya mungkin (dan semoga) aku akan lebih sering lagi menggunakannya. ;)

Go Ubuntu Go!!!