Archive for May, 2009

Pertama Kali Pingsan

Semua berawal dari kejadian aneh hari ini, dan mungkin juga dari beberapa hari sebelumnya mengingat aku juga sibuk beberapa hari ini sampai susah tidur. Oke deh, kita cerita dari awal hari ini dulu.

Hari ini aku bangun pagi lagi seperti biasa jam 7 pagi, lalu mengerjakan sedikit proyek sambil ditelpon Pak Henry yang merupakan manager proyekku.

Pukul setengah 9 aku sudah siap untuk berangkat dan ke kampus buat presentasi skripsi berhubung aku mengambil skripsi non-class. Sempat kesal juga di tengah jalan soalnya macet banget di jembatan Tanjung Duren sana karena ada Kopaja yang mogok di tengah-tengah jembatan. Karena presentasi lebih lama dari yang diperkirakan, akhirnya rencana buat ke Cengkareng buat proyek KP pun dibatalkan, padahal kedua kolegaku udah pakai kemeja keren-keren, tapi aku malah cuma pakai kaos berkerah.

Pukul 13 semua berakhir dan akhirnya makan siang dengan yayangku dan juga temanku setelah itu main ke kosnya sebentar soalnya sebentar lagi ada kuliah.

Pukul 15 aku kuliah seperti biasa sampai pukul 19 (kalau ga ngerti pukul-pukulan, anggap aja pukul 19 itu jam 7 malam) :D

Pukul 19 itu aku pulang bersama temanku dan duduk di bangku paling ujung kanan belakang dari Metromini B91. Di sini kejadian aneh mulai datang. Saat itu 91 yang aku tumpangi kelamaan ngetem di dekat pertigaan Batu Sari, dan akhirnya kenek bus yang berada di belakang bus yang aku tumpangi (kenek A) marah-marah ke kenek bus yang aku tumpangi (kenek B), bahkan si kenek B mengeluarkan senjata berupa tongkat besi dan diacung-acungkan ke kenek A.

Pukul 19.30, ketika sudah sampai di jembatan penyebarangan di dekat Kampus Untar, muncul sebuah suara gaduh di dekatku dan sebuah tongkat besi panjang sudah mendarat di dekat kakiku dan si kenek B pun sudah tergeletak di 2 bangku di depanku. Yap, cuma tergelatak aja. Ternyata sebuah tongkat itu datang dari luar, alias milik kenek A yang tiba-tiba menyerang begitu saja, sampai-sampai hampir mengenai penumpang di sebelah kiriku dan di depanku. Si kenek A dilerai oleh warga di dekat sana dan sang penumpang di kiriku mengeluarkan sumpah serapah ke kenek A karena tongkat itu hampir saja melukaiku. Entah kenapa aku ga merasa ada sesuatu yang harus ditakuti atau bagaimana, padahal bisa saja sang kenek A menyerang lagi dengan memecahkan kaca belakang atau semacamnya, bahkan masih sempat nekad turun dari belakang di dekat perempatan Grogol soalnya di hampir semua yang lain turun lewat depan dan yang turun lewat belakang cuma aku. :D

Sampai di rumah, ternyata saudaraku yang dari Bandung datang dan seisi rumah itu sedang menunggu anak-anaknya tersebut bermain sepeda di jalanan. Dari sini agak kerasa bahwa hari ini banyak sekali kebetulan dan kejanggalan, kenapa tiba-tiba bisa ramai begitu di tengah jalan padahal sudah malam.

Pukul 20 aku menyalakan laptop dan duduk manis di bangku di depan sebuah meja belajar yang ada di kamarku seperti biasanya. Tapi baru duduk sebentar tiba-tiba saja bagian tengkuk, atau leher ke bawah (tengkuk bukan sih namanya?) mulai terasa nyeri, seperti salah bantal. Padahal kurang lebih 2 minggu yang lalu aku baru saja sembuh dari salah bantal ini.

Pukul 21.30 aku sengaja berguling-guling di kasurku karena rada ngantuk dan berhubung leherku rada sakit, tapi ternyata di dekatku tersedia setumpuk komik (biasalah, dari adikku). Akhirnya bukannya memejamkan mata, aku malah baca buku sambil guling-guling.

Tepat tengah malam aku selesai membaca komiknya, dan sengaja duduk di bangku di depan lappie kesayanganku lagi untuk chatting dengan beberapa orang termasuk dengan sayangku. Baru satu menit duduk di sana, tiba-tiba leherku menjadi nyeri, kepalaku menjadi ringan dan pandanganku menjadi gelap, dan rasanya seketika hampir mirip kedipan mata, mamaku sudah teleport sambil mengayun-ngayunkan kepalaku sambil teriak-teriak. Dan aku pun bingung, “memangnya ada apaan sih panik gitu?”.

Dari cerita mamaku yang saat itu lagi tidur di kamarku juga (bersama adikku berhubung kamarnya sedang dijajah oleh suster dari Bandung), dia tiba-tiba mendengar kalau ada suara barang jatuh atau semacamnya, kemudian ketika bangun aku sudah berada dalam posisi kepala terbaring di sebelah kiri laptop. Sontak saja mamaku teriak-teriak karena kaget aku terkapar diam tak berdaya di sana. Dan ironisnya, gagang kacamataku jadi bengkok gara-gara kejadian aneh gini. Weeew. (_ _ !) Pengen ganti kacamata deh, berhubung udah dapat “hadiah” juga dari proyek syuting juga. Hahaha… :D

Selain itu mamaku juga bilang waktu terkapar itu, mukaku putih pucat. Trus aku sempat bertanya, waktu itu mataku terbuka atau ga. Keren juga sih kalau pingsan matanya kebuka. Oh iya, anehnya lagi aku ga merasakan sakit akibat benturan (kalau benar-benar terbentur sampai mamaku yang lagi tidur mendengarnya).

Lagian ini benar-benar kejadian pertama aku pingsan sejak kecil (atau sejak aku pingsan untuk yang terakhir kalinya). Dulu ketika pelajaran olahraga dan mengalami sedikit hilang pandangan karena kelelahan, semuanya bisa ditahan dan akhirnya bisa bangkit lagi. Beberapa kali pun sempat mengalami kehilangan pandangan tapi bisa pulih dalam waktu singkat. Kejadian pertama kali pingsan tepat pukul 00 dini hari. Seperti ada urutan waktunya mengingat keanehan-keanehan hari ini.

Jadi keingat buat nambahin kejadian aneh tambahan dari dosen aneh pembuat soal juga. Tapi ah, lupakan kejadian menyebalkan itu, beruntung dosen itu cuma ngajar sebagai dosen pengganti untuk 1 hari itu saja.

Tapi bagaimanapun yang namanya pengalaman pertama sungguh menegangkan dan terasa aneh. Hmmm, tapi yang aku bingung kenapa aku ga ingat apa-apa saat itu, seperti hanya mengedipkan mata sebentar saja. Padahal kalau tidur saja terasa sangat lama. Atau memang karena pingsannya cuma sebentar aja kali yah. Hmm, maybe. Tapi yah sudahlah, semoga kejadian ini ga terjadi lagi (soalnya kalau terjadi lagi berarti ada masalah nih.)

Dan tolong jangan kuatirkan aku (bagi yang merasa mengkhawatirkan aku tentunya). Mungkin cuma karena kecapaian saja belakangan ini harus mengerjakan proyek sejagad. Agak lebay jadinya. :D Yah, itu aja deh ceritanya hari ini. Thanks yang udah ngasi perhatian sebelumnya, ini cuma salah satu cerita soal perjalanan hidupku.

5 alasan kenapa Facebook berjaya dan Friendster merana

Semua orang pasti sudah tahu kalau Facebook (FB) sekarang ini sedang hot-hotnya dibicarakan oleh semua pihak, mulai dari remaja sekolah, mahasiswa-mahasiswi, para pekerja kantoran, aktris, bahkan sampai anak-anak dan nenek-nenek pun membicarakan dan menggunakan ini. Faktanya, booming Facebook jauh lebih “parah” dan “ekstrim” daripada booming Friendster (FS) karena aku sendiri melihat dengan mata kepalaku bahwa orang-orang yang biasanya ga tertarik dengan kehidupan online dan anti dengan Friendster malah bisa tertarik untuk memakai Facebook.

Inilah beberapa alasan utamanya kenapa Facebook bisa jadi nomor 1, dan aku rasa semua orang juga harusnya sudah merasakannya sendiri.

1. Fitur, Fasilitas dan Teknologi dan Fitur lagi dan Fitur lagi

Facebook 1 tahun lalu berbeda dengan yang sekarang. Hmmm, mungkin rentang waktunya agak kelamaan. Ralat, Facebook 1 bulan yang lalu berbeda dengan yang sekarang. Bila Anda mencari-cari dan mengoprek-oprek isi Facebook, maka pasti selalu ada saja yang berubah. Sebagian bilang perubahan itu perlu dan sebagian bilang perubahan itu merepotkan, tapi kenyataan bilang bahwa walau merepotkan tetapi tetap saja yang cuap-cuap karena perubahan itu tetap main Facebook dan penggunanya makin bertambah.

(more…)

Filosofi Orang Tua

Dalam hidup kita, pasti kita sering sekali mendengar filosofi-filosofi dari orang-orang di sekitar kita, apakah orang tua, teman, saudara bahkan sampai dari orang yang belum kita kenal. Terserah kepada kita apakah kita akan mendengarkan filosofinya, atau bahkan sampai menerapkan filosofi itu dalam hidup kita yang akhirnya menjadi prinsip hidup kita, atau justru hanya menganggapnya hanya angin lalu saja. Dan hal ini juga terjadi padaku, beberapa hanya aku dengarkan saja, beberapa juga aku laksanakan dan beberapa malah menjadi prinsip hidupku.

Ada sebuah filosofi atau petuah yang menarik dari seseorang, mungkin lebih baik disebut sebagai orang tua. Orang tua, bukan dalam arti bahwa filosofi ini diungkapkan oleh orang yang sudah tua renta, berumur 60 tahun, berambut putih dan berjenggot. No! Bukan orang tua seperti itu yang aku maksud. Tapi yang aku maksud adalah orang tua sebagai orang tua yang memiliki anak. Aku memang belum terlalu mengenal orang ini, tetapi filosofinya memang cukup menarik, dan tentu saja walau sudah sering aku dengar hal yang serupa, tapi ada satu bagian yang cukup mengena di hatiku, khususnya soal anak. Tapi seperti biasa, supaya posting ini agak panjang, aku akan mencoba menceritakan filosofi yang dimaksudnya. :)

Seperti yang aku bilang tadi, bahwa orang ini tidak begitu aku kenal. Aku hanya mengenalnya sebagai salah satu manager dari suatu perusahaan, dan aku rasa ga perlu sampai menyebutkan nama perusahaannya. Orangnya masih cukup muda, berumur sekitar 30-an tahun, dan beliau memiliki anak. Kebetulan saat itu aku ada bersama 2 orang temanku, sehingga “dakwah” ini lebih mengena karena bisa tenggo alias menengok ke kanan kiri dan diri sendiri sebagai bahan refleksi, hampir sama seperti seminar motivasi. Awalnya mungkin terasa membosankan bagi sebagian orang karena hal ini tentu sudah sering dilontarkan oleh orang tua manapun. Beliau menceritakan bahwa kami bertiga sangat beruntung karena masih muda dan oleh karena itu seharusnya banyak mencoba dan ga takut akan kegagalan.

(more…)

This entry was last modified on: May 22nd, 2009 at 20:22

Pertamax, Batu Bata, serta Cendol

Sekarang ini siapa sih yang ga tau soal kata “pertamax” yang banyak beredar di internet? Yah, kalau jarang pake internet sih pasti orang itu ga tau. Hehehe… Pertamax di sini bukanlah sebuah produk bahan bakar minyak yang dijual oleh salah satu perusahaan BUMN, tapi merupakan sebuah kata yang kalau dibelek akan terdiri dari kata “pertama” ditambah dengan “x”.

Kata ini banyak dipakai di forum diskusi seperti Kaskus (bahkan mungkin lahir dari forum ini) ataupun juga di tempat-tempat lainnya, dan diungkapkan seseorang untuk memberi tanda kalau orang itu adalah yang pertama dalam memberi komentar atau membalas suatu posting. Biar seringkali dianggap sebagai junk, tapi ternyata tetap aja banyak orang yang memakai kata ini dan banyak yang ga bisa mencegah hal ini.

Eh, ternyata bukan cuma Indonesia loh yang suka nge-junk pake pertamax, tapi orang luar juga sering. Banyak orang yang nulis “first” kalau dia memang merupakan orang pertama yang menulis komentar atau membalas suatu posting. Bahkan seringkali ada yang menulis “second” alias keduax bila menjadi orang kedua. :D Sejauh ini sih aku belum ngeliat ada yang nulis “third” alias ketigax, dan aku rasa jarang juga ada yang mau mengambil posisi ketigax di banyak tempat. Cukup dua pilihan saja: jadi pertamax, atau runner upx. :D

Anyway, budaya pertamax ini ga sepenuhnya buruk sih asal dipakai di tempat yang benar. Seperti yang aku bilang di atas, beberapa orang akan menganggap pertamax sebagai junk bila tidak diikuti dengan diskusi atau kata lainnya dalam satu post yang sama. Dan tentu saja keseringan pertamax bisa membuat seseorang kena cap sebagai junker atau malah bisa-bisa dikasih merah-merah atau batu bata merah atau bisa juga disebut reputasi buruk atau bad reputation (biasa ada fasilitas untuk memberikan reputasi baik atau buruk di forum diskusi). Bahkan bisa juga mendapat kecaman banyak pihak, umumnya berupa komentar-komentar atau private message ke orang tersebut, khususnya kalau mem-pertamax pada isu-isu sensitif yang seharusnya ga dibuat untuk bercanda.

Ngomong-ngomong soal bata merah, pasti ga lengkap juga dengan cendol atau sesuatu yang warnanya ijo-ijo alias hijau. Kalau bata merah berarti reputasi buruk, maka cendol atau ijo-ijo merupakan kebalikannya yaitu reputasi baik alias good reputation. Jadi jangan bingung ketika ada yang bilang “kalau gitu minta ijo-ijonya yah”.

Bukan cuma di forum diskusi saja hal ini terjadi, bahkan sekarang sampai “mencemari” instant messaging. Kalau ada hal yang menarik, pasti ada saja yang minta cendol. Waktu ada conference di Yahoo Messenger dibuat pun, biasa kata pertama yang tertulis dan diperebutkan di sana adalah “pertamax”. Tapi sampai sekarang belum ada yang minta bata merah, padahal lumayan juga buat bangun rumah sendiri kalau dikasi lumayan banyak. :D

Anyway, ini cuma sekedar postingan iseng-iseng, tapi kalau postingan ini menarik perhatian Anda, aku minta ijo-ijo nya yah. :p Beer, gan. :beer:

Pertanyaan refleksi pribadi:

  1. apakah Anda seorang pertamaxer? :D
  2. apakah Anda anti-pertamax atau pro-pertamax?

Edit: Oh iya, biasanya indikasi bahwa terkena virus pertamax adalah komentar dulu baru baca. Yang penting jadi pertamax :D

This entry was last modified on: May 21st, 2009 at 11:40

Rektor Baru Binus Periode 2009 – 2013

Udah lama sih berita simpang siur mengenai pemilihan rektor baru Binus beredar di kalangan mahasiswa. Bahkan sempat ada banner yang ditempel di Binusmaya beberapa waktu yang lalu selama beberapa bulan, dan tampaknya ga ada yang terlalu peduli dengan banner itu.

Berawal dari dengar-dengar gosip dari teman beberapa hari yang lalu, bahwa Pak Har ternyata terpilih jadi rektor baru, akhirnya aku iseng-iseng aja nyari lagi halaman pemilihan rektor yang ada di website Binus. Pak Har? Kesannya udah kenal aja yah? :D Tapi memang udah kenal sih soalnya waktu itu sempat dikenalkan ama Pak Henry, salah satu dosen Binus, hmm, manager proyek-ku tepatnya. Waktu itu aku dikenalkan dengan Pak Har di ATL sebagai direktur ATL Binus dan yang belakangan ini aku tahu bahwa beliau bertindak sebagai CIO alias Chief Information Officer untuk Binus.

Beberapa waktu yang lalu sempat juga terdapat acara pengukuhan Pak Har sebagai Guru Besar Binus University. Dan sekarang, beberapa bulan setelahnya sudah terpilih lagi menjadi rektor Binus terpilih untuk periode 2009 – 2013.

Anyway, untuk berita mengenai rektor baru Binus ini sendiri, bisa dilihat di www.binus.ac.id/pprbinus2009/.

Sebagai penjelasan aja bagi yang nanya-nanya “loh, sejak kapan terpilihnya dan kok kita ga dikasi kesempatan milih?”, jawaban singkatnya adalah bahwa pemilihan ini bukanlah pemilihan umum di mana mahasiswa dan dosen bisa ikut mencoblos seperti layaknya Pemilu Legislatif kemaren, dan tampaknya pemilihan dilakukan berdasarkan seleksi para petinggi Binus. Dan kenapa juga ga ada heboh-hebohnya mengenai berita ini bahwa udah ada rektor baru Binus? Jawabannya karena Pak Geraldus Polla masih bertindak sebagai rektor sekarang dan sampai tanggal 15 Agustus 2009. Yap, artinya tanggal 15 Agustus 2009 nanti baru terjadi transisi jabatan rektor Binus dan juga pelantikan rektor baru Binus.

Selamat buat Pak Har dan semoga dengan terpilihnya Pak Har sebagai Rektor Binus periode 2009-2013 bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Binus sebagai salah satu World Class University.

Bahaya Dihidrogen Monoksida

Pernahkah Anda mendengar senyawa yang disebut Dihidrogen Monoksida (Dihydrogen Monoxide) belakangan ini? Mendengar namanya saja tampaknya akan membuat beberapa orang lututnya gemetar, mual-mual, susah (maaf) buang air besar, dan mengalami gangguan janin dan kehamilan. Dan tentu saja dengan nama tersebut, bisa saja beberapa orang mensejajarkannya dengan senyawa Sianida, Karbon Monoksida, Uranium dan juga Khloro Fluoro Karbon.

Secara singkat, berdasarkan hasil penelitian banyak pihak (bisa dicari di Google), Dihidrogen Monoksida (mulai sekarang kita sebut saja dengan DM) merupakan salah satu senyawa yang paling sering terpapar pada manusia baik disadari atau tidak disadari. Setiap minuman dan makanan bisa memiliki senyawa ini dengan tingkat hanya 0,1%, sampai pada angka yang mendekati 100%. Senyawa ini sendiri sebenarnya sudah ditemukan sejak jaman nenek moyang kita dan terkadang selalu menjadi momok menakutkan bila jumlahnya meningkat secara tiba-tiba dari bentuk gasnya, dan secara ga sadar ikut berpengaruh pada siklus kehidupan orang-orang di Indonesia, khususnya Jakarta. Belakangan ini juga terdapat ketakutan bahwa sejumlah besar DM padat akan mencair dalam jumlah besar karena global warming dan akhirnya dapat merusak kehidupan di bumi.

Dan tanpa basa-basi lagi, inilah akibat-akibat yang bisa ditimbulkan bila terlalu banyak terpapar dengan senyawa DM:

  • Bila tertelan dalam jumlah besar, perut akan terasa mual dan dalam beberapa kasus malah menimbulkan kematian karena gagal ginjal atau karena hidrasi berlebihan. Seringkali juga akan mengakibatkan seseorang harus pergi ke WC karena merasakan tekanan berlebihan di sekitar perut bagian bawah yang membuat duduk gelisah dan dunia terasa runtuh sebagian. Senyawa ini tanpa disadari dapat dikeluarkan dari kulit, mata, mulut dan bagian-bagian tubuh lainnya yang terkadang bisa membuat tubuh kita menjadi bau dan menyebabkan orang lain ga mau dekat-dekat dengan penderitanya.
  • Bila terlalu lama terkena kulit, maka kulit akan keriput dan akhirnya mengelupas digantikan lapisan yang baru. Bayangkan saja bagaimana kalau senyawa ini kontak dengan seluruh tubuh terlalu lama, apakah mungkin kita menjadi seperti ular ganti kulit yah? :ermm:

Tentu saja tanpa disadari, ketika beberapa manusia menghindari senyawa ini, sebenarnya ada cukup banyak fungsi senyawa ini bagi manusia yang salah satunya adalah untuk diberikan kepada tanaman agar bisa tumbuh tinggi, dan yang akhirnya kita bisa memanennya sebagai pangan kita.

Dan yang terakhir adalah bahwa senyawa ini memiliki beberapa ciri-ciri pada suhu ruangan, salah satunya berbentuk cair. Dalam beberapa kasus bisa memiliki ciri-ciri: bening, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau, akan tetapi ciri-ciri ini bisa berubah sesuai dengan kondisi dan ketika sudah “berkoalisi” dengan campuran dengan senyawa lainnya seperti sirup, kaldu dan tinta. Pada suhu 273 Kelvin dan tekanan 1 atmosfer, senyawa ini akan berada pada kondisi antara bentuk padat dan cair, yang artinya bila berada di bawah suhu 273 Kelvin maka senyawa akan berbentuk padat, pada suhu di atas 273 Kelvin maka akan berbentuk cair. Pada suhu 373 Kelvin ke atas, senyawa ini akan berubah menjadi gas atau uap.

Perlu diketahui bahwa senyawa ini memiliki nama lain yang lebih dikenal masyarakat luas, beberapa di antaranya adalah H2O, air (Bahasa Indonesia), water (Bahasa Inggris), dan banyu (bahasa Jawa – kali yah?). Yap, ditelisik dari katanya “Di-hidrogen Mono-oksida” secara harafiah berarti Dua Hidrogen Satu Oksida atau ditulis dalam rumus kimia H2O1 atau lebih dikenal dengan H2O alias air.

Oleh sebab itu WASPADALAH, WASPADALAH!!

Pesan tambahan yang bener-bener harus dan wajib dibaca: hoax soal senyawa mengerikan alias air ini sebenarnya udah lama beredar di Amerika Serikat dan sekarang malah beredar di Indonesia dengan bentuk yang berbeda. Lagian apa salahnya kalau apapun makanannya, minumnya tetap pake teh itu. :D Jadi waspadalah agar terhindar dari hoax yang mudah menyebar. Dan kenapa saya memasukkan ke dalam kategori science? Karena saya menganggap sebenarnya hal ini memang berhubungan dengan ilmu alam, khususnya kimia. :D

This entry was last modified on: May 14th, 2009 at 20:20

Kompetisi robot di mana-mana

Dalam 1 tahun terakhir, aku makin sering melihat banyaknya pengumuman mengenai diselenggarakannya kompetisi robot di Indonesia, entah apakah untuk tingkat mahasiswa, atau untuk tingkatan pelajar SMA dan SMP. Menarik untuk diperhatikan bahwa minat untuk mempelajari robotika di Indonesia makin meningkat, soalnya kalau dulu nyebut istilah robotika pasti pikiran orang-orang akan mengarah ke Jepang atau Jerman, tapi sekarang sekali-sekali bolehlah mengarahkan pikiran ke Indonesia.

Seperti tertarik dengan ilmu-ilmu dan hal-hal yang lain seperti musik (gitar), astronomi dan kosmologi, sebenernya aku juga tertarik pada bidang robotika ini, akan tetapi tidak sempat untuk mempelajarinya sekarang berhubung aku juga memang ga punya alat-alatnya dan belum pernah belajar ini sama sekali.

Setahuku selama ini memang terdapat beberapa jenis kompetisi robot yang diselenggarakan. Beberapa di antaranya adalah line following yaitu mengikuti garis putih / hitam dengan cepat dari titik start sampai finish tanpa mengalami kesalahan, menggunakan automatisasi alias sang robot harus bisa mengikuti garis itu tanpa bantuan orang. Selain itu terdapat pula kompetisi seperti mengangkat benda, akan tetapi untuk yang satu ini masih menggunakan remote control dari orang lain. Beberapa kali untuk perlombaan di luar negeri juga terdapat kompetisi semacam sepak bola robot mini di mana dua tim robot akan beradu memperebutkan bola dan memasukkan ke gawang lawan yang disediakan, tentu saja dengan automatisasi. Sejauh ini baru aku baru mengenal 3 jenis itu terutama dari berita-berita di internet dan TV, tetapi yang pasti masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin ada juga kali yah lomba robot halang rintang di mana robot-robotnya harus melewati rintangan-rintangan yang ada untuk mencapai finish, dan yang pasti ketika sang robot jatuh harus dapat berdiri lagi secara otomatis.  :lol:

Sebenarnya murid-murid di sekolahku cukup beruntung sejak 3 tahun yang lalu sudah mendapatkan mata pelajaran elektronika yang merupakan salah satu modal untuk mempelajari robotika, yah walaupun banyak juga yang mengeluh karena itu mengambil jam pulang sekolah seperti layaknya lab-lab lain. Sayangnya ketika aku masih berada di bangku SMA, aku tidak mendapatkan mata pelajaran ini. Tapi yah apa boleh buat lah, mungkin nanti harus belajar sendiri juga, termasuk belajar nyolder-nyolder. Yang jelas bakal susah bagiku untuk membaca warna pada transistor karena mataku mengalami defisiensi warna hijau. :D Dan mungkin harus belajar bahasa assembly juga yang mumet buat pemrograman instruksi di robot nya. :D Bahkan sebenarnya sempat ada yang mengumumkan kompetisi robot ke forum sekolahku, tapi yah kalau dipikir-pikir agak susah untuk mencari orang yang interest dengan kompetisi robot, apalagi yang jelas forum itu sudah sepi dan yang membaca pun kecil kemungkinan mengumumkannya ke pihak sekolah, ditambah lagi sekolahnya belum tentu support.

Oh iya, mungkin juga minat robotika di Indonesia agak kurang karena robot dianggap hanya mainan seperti yang diberitakan oleh detikInet dan membuang-buang duit karena komponennya mungkin masih mahal (mungkin loh, aku belum pernah survey). Tapi mungkin juga karena paranoid dengan robot yang akan menghancurkan bumi seperti layaknya film the Matrix atau Terminator. :D Tentu saja seperti biasanya bila banyak yang menganggapnya mainan belaka atau terpengaruh film saja, tampaknya Indonesia tidak akan pernah keluar dari lingkaran setan konsumerisme, dan tidak akan pernah menjadi negara produsen robotika (atau minimal punya ahli robotika) yang bisa membuat negeri ini berjaya di kompetisi internasional.

Sekian dulu cuap-cuap mengenai kompetisi robotnya. Anyway, maju terus ilmu robotika Indonesia! :D