Bahaya Dihidrogen Monoksida

Pernahkah Anda mendengar senyawa yang disebut Dihidrogen Monoksida (Dihydrogen Monoxide) belakangan ini? Mendengar namanya saja tampaknya akan membuat beberapa orang lututnya gemetar, mual-mual, susah (maaf) buang air besar, dan mengalami gangguan janin dan kehamilan. Dan tentu saja dengan nama tersebut, bisa saja beberapa orang mensejajarkannya dengan senyawa Sianida, Karbon Monoksida, Uranium dan juga Khloro Fluoro Karbon.

Secara singkat, berdasarkan hasil penelitian banyak pihak (bisa dicari di Google), Dihidrogen Monoksida (mulai sekarang kita sebut saja dengan DM) merupakan salah satu senyawa yang paling sering terpapar pada manusia baik disadari atau tidak disadari. Setiap minuman dan makanan bisa memiliki senyawa ini dengan tingkat hanya 0,1%, sampai pada angka yang mendekati 100%. Senyawa ini sendiri sebenarnya sudah ditemukan sejak jaman nenek moyang kita dan terkadang selalu menjadi momok menakutkan bila jumlahnya meningkat secara tiba-tiba dari bentuk gasnya, dan secara ga sadar ikut berpengaruh pada siklus kehidupan orang-orang di Indonesia, khususnya Jakarta. Belakangan ini juga terdapat ketakutan bahwa sejumlah besar DM padat akan mencair dalam jumlah besar karena global warming dan akhirnya dapat merusak kehidupan di bumi.

Dan tanpa basa-basi lagi, inilah akibat-akibat yang bisa ditimbulkan bila terlalu banyak terpapar dengan senyawa DM:

  • Bila tertelan dalam jumlah besar, perut akan terasa mual dan dalam beberapa kasus malah menimbulkan kematian karena gagal ginjal atau karena hidrasi berlebihan. Seringkali juga akan mengakibatkan seseorang harus pergi ke WC karena merasakan tekanan berlebihan di sekitar perut bagian bawah yang membuat duduk gelisah dan dunia terasa runtuh sebagian. Senyawa ini tanpa disadari dapat dikeluarkan dari kulit, mata, mulut dan bagian-bagian tubuh lainnya yang terkadang bisa membuat tubuh kita menjadi bau dan menyebabkan orang lain ga mau dekat-dekat dengan penderitanya.
  • Bila terlalu lama terkena kulit, maka kulit akan keriput dan akhirnya mengelupas digantikan lapisan yang baru. Bayangkan saja bagaimana kalau senyawa ini kontak dengan seluruh tubuh terlalu lama, apakah mungkin kita menjadi seperti ular ganti kulit yah? :ermm:

Tentu saja tanpa disadari, ketika beberapa manusia menghindari senyawa ini, sebenarnya ada cukup banyak fungsi senyawa ini bagi manusia yang salah satunya adalah untuk diberikan kepada tanaman agar bisa tumbuh tinggi, dan yang akhirnya kita bisa memanennya sebagai pangan kita.

Dan yang terakhir adalah bahwa senyawa ini memiliki beberapa ciri-ciri pada suhu ruangan, salah satunya berbentuk cair. Dalam beberapa kasus bisa memiliki ciri-ciri: bening, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau, akan tetapi ciri-ciri ini bisa berubah sesuai dengan kondisi dan ketika sudah “berkoalisi” dengan campuran dengan senyawa lainnya seperti sirup, kaldu dan tinta. Pada suhu 273 Kelvin dan tekanan 1 atmosfer, senyawa ini akan berada pada kondisi antara bentuk padat dan cair, yang artinya bila berada di bawah suhu 273 Kelvin maka senyawa akan berbentuk padat, pada suhu di atas 273 Kelvin maka akan berbentuk cair. Pada suhu 373 Kelvin ke atas, senyawa ini akan berubah menjadi gas atau uap.

Perlu diketahui bahwa senyawa ini memiliki nama lain yang lebih dikenal masyarakat luas, beberapa di antaranya adalah H2O, air (Bahasa Indonesia), water (Bahasa Inggris), dan banyu (bahasa Jawa – kali yah?). Yap, ditelisik dari katanya “Di-hidrogen Mono-oksida” secara harafiah berarti Dua Hidrogen Satu Oksida atau ditulis dalam rumus kimia H2O1 atau lebih dikenal dengan H2O alias air.

Oleh sebab itu WASPADALAH, WASPADALAH!!

Pesan tambahan yang bener-bener harus dan wajib dibaca: hoax soal senyawa mengerikan alias air ini sebenarnya udah lama beredar di Amerika Serikat dan sekarang malah beredar di Indonesia dengan bentuk yang berbeda. Lagian apa salahnya kalau apapun makanannya, minumnya tetap pake teh itu. :D Jadi waspadalah agar terhindar dari hoax yang mudah menyebar. Dan kenapa saya memasukkan ke dalam kategori science? Karena saya menganggap sebenarnya hal ini memang berhubungan dengan ilmu alam, khususnya kimia. :D

This entry was last modified on: May 14th, 2009 at 20:20

5 Responses to “Bahaya Dihidrogen Monoksida”

  1. “naluriku” terusik waktu baca “dihidrogen monoksida”…
    ga sia2 belajar kimia waktu sma! wkwkwk…

    yah, kasian deh orang yang terlalu parno ama nama “keren” senyawa kimia! hahaha

  2. #41050 Na Lisa
    August 1st, 2010 at 13:19

    Hahaaaa..
    Lucu jg ya kl hanya air dipublikasikan dg nama yg unfamiliar. Seolah mnjdi senyawa kimia yg sngt mmbahayakan.
    Hehee…..

  3. hoalahhh kirain …. tapi keren artikelnya

  4. Oalah… Tak kira opo… Hoax thoooo… Hehehehehe

  5. #592129 Dihidrogen hoaxida
    May 6th, 2017 at 20:22

    Waaaahhh merinding bulu jaketku!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

:alien: :angel: :angry: :-l :blink: :blush: :cheerful: :cool: :cry: :devil: :dizzy: :ermm: :face: :getlost: :D :happy: :heart: :kissing: :lol: :ninja: :pinch: :| :( :shocked: :sick: :sideways: :silly: :sleeping: :) :p :unsure: :w00t: :wassat: :whistle: ;) :x :bat: :beer: :cake: :camera: :cat: :clock: :cocktail: :cup: :dog: :email: :film: :kiss: :lightbulb: :note: :phone: :present: :rose: :star: :tup: :tdown: :wiltedrose: :unlove: