Archive for June, 2009

R.I.P Michael Jackson

Berita besar seperti ini tentu saja sudah menjadi basi bila baru aku publikasikan sekarang ini, apalagi berhubungan dengan salah satu “raja” dunia. Yah, seorang raja musik yaitu King of Pop, Michael Jackson telah meninggal dunia kemarin di Los Angeles, Amerika Serikat dalam usia 50 tahun. Dan tentu saja menjadi pukulan yang berarti bagi para penggemar musik, khususnya yang sudah ada di era 80 dan 90-an.

Pria yang akrab dipanggil Jacko ini pun dulu sempat menjadi idolaku di kala aku masih SD dengan tarian-tarian dan gerakan-gerakan yang “aneh”, termasuk moonwalks yang menjadi salah satu gerakan paling extraordinary sepanjang masa. Tapi sejak tahun 2000, memang jarang mengikuti soal Jacko lagi berhubung memang tampaknya jarang ada publikasi mengenainya sejak tahun 2000-an, apalagi kalaupun ada biasanya hanya kasus-kasus yang kontroversial yang menarik perhatian media. Dan anehnya, sekarang yang paling aku ingat dari Michael Jackson adalah dirinya yang diplesetkan di film Scary Movie. :blink:

Tampaknya ga perlu panjang lebar lagi menceritakan kronologi dan sebagainya berhubung memang sudah banyak diberitakan di tempat lain.

Akhir kata, “Rest in Peace, Michael Jackson”.

Moore’s Law vs. Wirth’s Law and Software Development

Tanpa kita sadari bahwa sekarang kita sudah semakin masuk ke dalam era teknologi yang semakin lama semakin canggih. Dan seperti biasa, kebanyakan dari kita hanya melihat sisi terang dari perkembangan teknologi itu, mulai dari prosesor yang semakin cepat, program-program yang semakin canggih, tampilan yang semakin memukau sampai kepada koneksi internet yang semakin tinggi kecepatannya. Di sisi lain, banyak kekacauan mulai menggerogoti semua hal tersebut dan sebenarnya menghilangkan semua hal itu sehingga apa yang sebenarnya kita rasakan tidak lebih dari teknologi yang kita rasakan beberapa tahun yang lalu.

Aku membaca sebuah artikel yang menarik di IEEE Spectrum mengenai hukum-hukum perkembangan teknologi. Di sana terdapat 5 hukum + 1 hukum yang menggungkapkan fakta di balik realita semu yang banyak dilihat oleh orang-orang. Kelima hukum tersebut adalah Moore’s Law, Rock’s Law, Machrone’s Law, Metcalfe’s Law, dan Wirth’s Law, ditambah dengan sebuah hukum yang tidak terkait secara langsung dengan yang ingin aku bahas di sini Nielsen’s Law.

Moore’s Law diungkapkan oleh Gordon E. Moore mengatakan bahwa jumlah transistor dalam sebuah prosesor akan berganda setiap tahun. Akan tetapi prediksi ini agak meleset sampai akhirnya sekarang prediksi ini menjadi setiap 18 bulan (walau rata-rata terjadi setiap 22 – 24 bulan), dan hukum ini dijalankan oleh perusahaan prosesor terkemuka: Intel. Di sisi lain dengan penambahan transistor ini, perubahan terjadi pada proses fabrikasi dan berarti tentu berpengaruh pada harga, yang akhirnya dikemukakan melalui Rock’s Law.

Rock’s Law yang didedikasikan kepada Arthur Rock, seorang penemu di Intel, mengatakan bahwa harga peralatan semikonduktor (dalam hal ini untuk membuat prosesor) akan mengganda setiap 4 tahun sekali. Secara peralatan yang diperlukan untuk melakukan “pembedahan” atas prosesor memang semakin canggih, tentu peralatan ini akan semakin mahal. Hal ini akan berpengaruh kepada harga produksi prosesor yang semakin mahal tetapi di-eliminasi oleh hukum ekonomi tentang persediaan dan permintaan barang, dengan kata lain produksi massal.  Akibatnya? Muncullah Machrone’s Law tentang harga PC.

(more…)

Membuat Group dan Pages di Facebook

Apakah kamu memiliki bisnis yang ingin diperkenalkan ke teman-teman kamu di Facebook? Atau ingin punya sebuah grup diskusi khusus dengan orang-orang yang memiliki minat dan hobi yang sama dengan kamu? Kalau begitu, berkenalanlah dengan 2 fitur yang namanya Group dan Pages di Facebook.

Bagi kamu yang sudah pernah menggunakan Friendster tentu tidak akan asing lagi dengan yang namanya Group. Fungsi Group di FB dan FS kurang lebih sama dengan fitur yang juga hampir mirip, lalu apalagi itu yang namanya “Pages”? Pages merupakan sebuah halaman profile khusus yang dapat digunakan untuk sebuah produk atau yang lainnya selain profile seseorang. Melalui Pages, sebuah perusahaan dapat menjelaskan produk-produknya dan juga bahkan bisa melakukan marketing dengan gratis (dan tentu saja bisa juga dengan bayar bila ingin ditampilkan sebagai iklan). Seorang aktor atau aktris ternama juga bisa memiliki halaman Pages selain di halaman utamanya. Seorang penyanyi atau kelompok band dapat mengumumkan jadwal tur dan penampilannya. Perbedaan antara profile dan Pages adalah dalam hal pertemanan, di mana Pages menerima teman sebagai “Fans” yang jumlahnya bisa tidak terbatas, sedangkan profile biasa hanya terbatas pada 10.000 teman. Selain itu Profile harus dimiliki oleh perseorangan, sedangkan Pages bisa diwakilkan, dan tentu saja perwakilannya harus resmi. Dengan kata lain, Pages di FB ini hampir sama dengan Fans Profile di FS.

Bila ingin bergabung dengan group yang dibuat oleh orang lain tentu bukan perkara yang sulit. Kamu hanya perlu meminta orang tersebut meng-invite kamu ke dalam group dan kemudian mengklik link yang disediakan di halaman request. Selain itu juga bisa dengan membuka halaman group tersebut dan mengklik link untuk bergabung dengan group tersebut. Begitu juga dengan Pages, cukup mengklik link Be a Fans, maka dalam sekejap kamu akan menjadi fans dari Pages tersebut. Lalu bagaimana kalau kamu ingin memulai sebuah group? Atau malah memulai sebuah Pages? Simak caranya di bawah.

(more…)

This entry was last modified on: June 21st, 2009 at 15:18

Please, don’t ask me to reply your comment by email

Ini menjadi sebuah jeritan hati dan tentu seribu kata maaf bagi yang pernah memberikan komentar berupa pertanyaan di blogku kemudian meminta agar aku membalas melalui email. Dulu ketika blog ini masih sepi, aku memang pernah membalas permintaan seperti ini, akan tetapi sejak agak banyak yang meminta demikian, aku tidak bisa lagi membalas seperti itu, kecuali bila aku memang mengatakan bahwa aku akan membalas komentar atau menjawab pertanyaan Anda karena bersifat pribadi di dalam entry blogku.

Alasannya?

  1. Aku sering lupa membalas melalui email kalau ada yang memintanya. Dan ketika aku mengingatnya lagi, itu sudah terjadi berbulan-bulan yang lalu. Jadi kalau aku membalas satu email, lalu email yang lain ga aku balas, lebih baik aku ga membalas semua supaya adil.
  2. Malas membalas melalui email. Oke, ini masalah niat. Tapi aku ga terlalu niat membalas setiap komentar atau pertanyaan yang ditulis lewat komentar blog melalui email secara langsung. Kalau Anda mau dibalas lewat email, gunakan email untuk menghubungi saya? Alamatnya? Tertera di banyak tempat di blog ini. :) Salah satunya tepat di bawah entry ini (di kotak peringatan mengenai plagiarisme).
  3. Aku mengharapkan bahwa semua komentar dan pertanyaan di blog ini bisa juga menjadi bahan sharing buat pembaca blog yang lain, apakah sharing pengalaman atau sharing pengatahuan. Kalau aku membalas komentar atau pertanyaan di blog ini melalui email, berarti aku otomatis menggantungkan pertanyaan Anda di sini dan itu berarti orang lain mungkin bertanya lagi untuk sesuatu yang harusnya sudah bisa terjawab sebelumnya.

Dan tentu saja bukan berarti kalau aku ga membalas komentar atau pertanyaan dari Anda melalui email berarti aku meninggalkan Anda begitu saja. Pertanyaan Anda pasti akan aku jawab secara langsung di bawah komentar Anda, jadi pastikan bahwa Anda men-subscribe atau kembali lagi ke entry di mana Anda mengirimkan komentar.

Lalu apa masih mungkin kalau aku membalas komentar Anda melalui email? Jangan berkecil hati, tapi berkecil diri saja karena kemungkinannya cuma kurang dari 1%. :D Yup, anggaplah bila ada 100 permintaan membalas dari email, aku mungkin cuma membalas 1 permintaan tersebut. Kecuali bila Anda memiliki alasan yang kuat agar aku bisa membalas melalui email, maka aku akan tetap membalas secara langsung di entry yang bersangkutan.

Thanks buat yang sudah membaca jeritan hati ini dan juga memaklumi keputusan ini. :)

This entry was last modified on: June 16th, 2009 at 23:01

WordPress 2.8 dan Masalah Timeout dengan Auto-Update

Yay, akhirnya setelah WordPress versi 2.8 resmi diluncurkan 2 hari yang lalu, blog ini terupdate juga dengan versi teranyar. Awalnya sih banyak masalah, tapi masalah ini sama seperti yang sebelum-sebelumnya ketika aku mencoba untuk melakukan auto-update melalui fasilitas baru yang disediakan sejak versi 2.7 yang lalu, yaitu timeout.

Untuk WordPress 2.8 sendiri, ga banyak perubahan sih sejauh yang aku liat dalam beberapa menit ini. Hanya ada tambahan satu submenu yaitu “Add new themes” yang terletak di bawah menu Appearance. Selain itu interface untuk widgets juga agak berubah dengan dipisahkannya widgets yang sudah dipakai dan juga widgets yang belum terpakai. Dan masih di menu Appearance, untuk Editor themes juga sudah tersedia fungsi syntax highlighting yang bisa mempermudah dalam mengedit source code untuk themes. Hanya itu sih untuk sementara yang aku lihat dari WordPress baru ini.

Dan seperti yang aku katakan, aku sedikit mengalami masalah ketika menggunakan fitur auto-update untuk meng-update engine WP 2.8. Ketika menjalankan auto-update, WP tidak berhasil mendownload file WP 2.8 terbaru karena masalah timeout yang hanya disediakan sebanyakan 30 detik saja. Di sana didapatkan hasil bahwa hosting yang aku gunakan hanya berhasil mendownload 1,8 MB file dari wordpress.org, mungkin juga karena speed download hosting yang kurang. Adapun pesan yang muncul di layar adalah:

Download failed.: Operation timed out after 30000 milliseconds with 1840273 bytes received

Dengan inisiatif dan juga rasa kesal karena kemarin juga gagal menggunakan auto-update karena DNS lookup gagal, akhirnya aku mencari dengan Google juga untuk solusinya dan langsung kena sasaran. Dan hasilnya adalah sebuah solusi jitu untuk meningkatkan lama waktu sebelum terjadi timeout di nazham.com (dan memang ini yang aku cari, cara untuk meningkatkan waktu timeout). :D Ga terlalu susah sih caranya. Anyway jangan lupa backup dulu file yang disebutkan di sini supaya kalau ada apa-apa, aku ga disalahkan, ups… maksudnya supaya Anda ga pusing sendiri kalau error :p

  1. Pertama-tama, download dan buka direktori wp-admin/includes dan cari file files.php yang terdapat di blog Anda, kemudian buka di editor kesayangan Anda.
  2. Cari baris yang berisi
    $response = wp_remote_get($url, array('timeout' => 30));
    Oke, di sini mungkin agak susah kalau menelusuri satu per satu, dan setiap versi WP pun mungkin berbeda barisnya. Cara yang paling gampang adalah dengan menggunakan fasilitas search dan mengetikkan “30” sebagai keywordnya. Yup, cuma tulis angka itu saja soalnya aku udah coba dan memang cuma hanya ada di satu tempat saja kata yang menggunakan keyword itu.
  3. Ubah angka 30 menjadi 60 atau 90 (kalau aku sih menaruh nilai 120 di sana :D ), sehingga kurang lebih baris itu menjadi:
    $response = wp_remote_get($url, array('timeout' => 60));
  4. Simpan perubahan dan upload lagi ke direktori sebelumnya (bila menggunakan FTP dan membuka langsung dari server, harusnya file otomatis diupload ketika perubahan disimpan).
  5. Coba gunakan lagi fasilitas auto update dan ucapkan selamat tinggal pada timeout :)

Jadi kalau Anda menemukan hosting yang Anda gunakan cukup lemot untuk mendownload WP versi terbaru secara otomatis, maka Anda bisa coba menggunakan cara di atas. Bila hosting memerlukan lebih banyak waktu, kita berikan mereka lebih banyak waktu. Hiehehehe… :devil:

Oke deh, selamat mencoba dan ber-WordPress ria.

Bersiap-siap untuk Membuat Username Facebook

Satu lagi hal yang menegangkan datang dari Facebook. Bukan sesuatu yang mengerikan, bukan sesuatu yang membahayakan, walau sebenarnya bisa juga jadi berbahaya kalau sampai disalahgunakan. Yak, Facebook akan menghadirkan fitur baru: Username. Tepatnya pada hari Sabtu, 13 Juni 2009.

Berikut kutipan pengumuman dari Facebook yang seharusnya bisa Anda temukan juga di halaman home Facebook Anda:

Soon you will be able to have a username

Starting on Saturday, June 13th, at 11:01am, you’ll be able to choose a username for your Facebook account to easily direct friends, family, and coworkers to your profile.
Check out the Facebook Blog for more information or send yourself an email with the details.

Berhubung username ini bersifat unik dan hanya satu username yang tersedia bagi setiap orang, ada baiknya kalau Anda sudah siap-siap mengantri agar username Anda ga disabet oleh orang lain, apalagi bila nama itu kemungkinan dipakai oleh banyak orang. Misalkan saja bila Anda bernama William, dan Anda menginginkan username “William” dalam Facebook, lebih baik Anda menunggu di depan komputer sampai countdown untuk username dibuka (berhubung nama itu pasti dipakai oleh puluhan ribu user Facebook).

Dan jangan lupa untuk berhati-hati dalam memilih username, berhubung terdapat pengumuman dari blog Facebook bahwa username yang sudah diambil tidak dapat diganti lagi. Intinya username Anda akan dipakai seumur hidup, kecuali bila ada kebijakan lain dari pihak Facebook, yang kemungkinan besar adalah saat didukungnya fasilitas username menggunakan abjad lain selain abjad latin (A sampai Z, 0 sampai 9 dan titik) sehingga Anda dapat menggantinya dengan username lain.

Satu lagi, jangan coba-coba untuk main curang dengan membuat account baru kemudian berusaha mengambil username yang dipakai orang lain alias squating. Facebook juga mengatakan bahwa setiap account yang baru dibuat pada tanggal 31 May 2009 jam 15.00 waktu Amerika Timur (kurang lebih tanggal 1 Juni di Indonesia) tidak akan dapat mengambil username untuk sementara ini.

Untuk informasinya, silahkan baca di blog Facebook, atau langsung sambangi countdown (atau langsung mengisi username kalau Anda telat membaca entry ini setelah tanggal 13 Juni nanti) :D

Hidup dalam Virtual Reality

Entah kenapa aku sekarang merasa bahwa aku terlalu banyak hidup dalam duniaku sendiri. Serasa hidup dalam dunia Virtual Reality (VR) atau seperti hidup dalam dunia the Matrix. Semua yang aku rasa seperti nyata dan real, tapi sebenarnya semua hanyalah stimulasi yang dikirim oleh dunia VR ke dalam otak seakan-akan aku melihat apa yang tampaknya aku lihat, mendengar apa yang tampaknya aku dengar, dan merasakan apa yang tampaknya seperti aku rasakan.

Mungkin benar kata pacarku bahwa aku terlalu banyak hidup dalam duniaku sendiri. Sejak kecil aku memang sering berimajinasi atas apa yang sudah pernah aku lihat dan aku dengar. Kemampuan abstraksi dan imajinasi di dalam otakku bisa dikatakan cukup tinggi, tapi kadang inilah yang membuat aku terlalu banyak berpikir atas sesuatu yang seharusnya mungkin ga perlu kupikirkan. Aku bahkan bisa mengganggap sesuatu yang tidak benar-benar terjadi justru terjadi, misalkan saja seseorang yang tampak diam kepadaku, aku bisa seakan-akan merasa bahwa orang tersebut marah padaku, padahal hal itu belum tentu benar, dan kenyataannya memang kebanyakan hal itu adalah salah.

Mungkin itulah yang menyebabkan dalam test kepribadian di internet, aku selalu menunjukkan nilai interpersonal yang rendah dibanding dengan orang lain. Aku terlalu banyak curiga, terlalu waspada dan pikiranku terlalu sensitif untuk menanggapi apa yang terjadi di sekitarku. Yah, entah salah siapa, tapi yang jelas aku merasa ini merupakan warisan genetik yang kemudian terus aku asah sampai bisa menjadi seperti ini. Apakah ini sesuatu yang buruk? Atau sesuatu yang baik?

Aku bahkan terkadang ga tahu harus berpikiran positif atau negatif. Banyak orang berkata “think positive aja lah”, tapi setiap kali aku mencoba hal ini, aku merasa bahwa aku terlalu cuek akan duniaku. Katakanlah ketika aku bersalah kepada temanku, dan aku think positive bahwa temanku hanya marah untuk sementara dan toh sebentar lagi akan hilang, aku merasa bahwa aku ini orang yang tidak tahu diri karena aku cuek dan alhasil, bisa saja temanku itu bertambah marah atas sikapku yang cuek bebek seakan-akan menganggapnya ga marah. Di sisi lain, kalau aku think negative, berkata seakan-akan temanku itu marah besar padaku, lalu aku berusaha memikirkan solusi terbaik dan menebusnya, maka yang aku dapatkan adalah pernyataan dari orang lain bahwa aku ini terlalu berlebihan. Dan ketika aku tidak berpikir untuk positif ataupun untuk negatif, maka konsekuensinya pasti sama dengan ketika aku berpikir positif, yaitu dianggap terlalu cuek. Jadi harus bagaimana?

Kalau aku hidup dalam dunia VR seperti ini terus, entah sampai kapan aku bisa bertahan. Itulah sebabnya aku memiliki tujuan hidup yaitu mencari arti hidup ini di dunia. Masih cukup banyak waktu sampai aku menemukannya. Masih cukup banyak waktu sampai usahaku untuk terlepas dari dunia VR ini berhasil dan terwujud. Yah, kalaupun aku hidup dalam dunia the Matrix, aku ingin hidupku terbebas dari sana seperti Neo, tahu kapan aku harus berada di dunia VR dan kapan aku harus berada di dunia nyata, dan alhasil berakhir sebagai manusia seutuhnya yang melakukan perubahan besar di dunia ini.