Archive for August, 2009

Looking to CSS Level 3

Bagi kalangan web designer dan juga web developer, CSS alias Cascading Style Sheet sudah menjadi hal yang tidak terpisahkan dalam membangun sebuah web yang bagus secara visual. Bahkan ketika membangun interaktivitas, CSS menjadi salah satu element penting yang bisa dimanipulasi menggunakan JavaScript, termasuk juga ketika membuat animasi dan transisi konten. Sampai saat ini, bisa dikatakan 90% browser sudah men-support dengan baik CSS Level 2 (disingkat CSS 2) di mana hal yang paling spektakuler ditandai dengan keberhasilan Internet Explorer 8 menembus Acid2 tanpa cacat.

Kini generasi baru CSS sudah hadir dan dipersiapkan untuk memperindah tampilan web tanpa perlu lagi usaha keras dan mengurangi ketergantungan terhadap JavaScript. Saatnya untuk menyambut CSS Level 3 (alias CSS 3). :D

Memang pada dasarnya CSS 3 sendiri sudah cukup lama dikembangkan oleh W3C yang merupakan lembaga standarisasi teknologi web, bisa dibilang sejak awal abad 21 ini. Pengembangan CSS 3 ini sendiri agak unik dibanding dengan CSS 2, di mana modul-modul CSS 3 ini terpisah-pisah dan bisa mendapat status kesiapan rilis yang berbeda-beda satu sama lain. Bandingkan ketika CSS 2 dikembangkan, ketika ada 1 hal yang harus diperbaiki, maka seluruh modul CSS 2 akan otomatis diturunkan peringkatnya. Seperti yang terjadi ketika CSS 2.1 harus diturunkan peringkatnya menjadi Working Draft (WD), dan kemudian kembali lagi menjadi Candidate Recommendation (CR).

(more…)

Akhir dari Mbah Surip

Tak gendong ke mana-mana
Tak gendong ke mana-mana
enak tahu…

Harusnya sebagian besar orang tahu mengenai lirik lagu apa itu. Yap, Tak Gendong, yang dinyanyikan oleh Mbah Surip. Lagu yang populer sejak 1 atau 2 bulan yang lalu ini terus didendangkan di layar TV tiap hari, sampai di batasan antara membosankan atau tidak membosankan berhubung lagu ini cukup unik dibanding lagu-lagu yang didominasi cinta dan asmara. Sosok Mbah Surip yang unik juga menambah daya tarik untuk diekspos, apalagi gaya tawanya, HA… HA… HA… (ini bukan ketawa gaya Squidward).

Tiba-tiba saja, belum sampai 1 tahun terkenal dan menikmati ketenarannya, beliau sudah dipanggil ke akhirat. Awalnya sih aku mendengar berita itu sempat mengira kalau berita ini cuma candaan orang-orang dan pers doank. Soalnya kepikiran video klip Tak Gendong yang ditayangin tiap hari itu menampilkan Mbah Surip sebagai sosok sebuah roh yang ga keliatan, jadi kepikiran “yah, di video klip juga udah mati”. Eh, tau-taunya pas online dan melihat ke Kompas.com dan Detik.com ada juga beritanya di bagian paling depan.

Melalui lagu Tak Gendong, konon katanya Mbah Surip bisa mengumpulkan milyaran rupiah dan berkeinginan beli helikopter, tapi tetap tampil sebagai sosok yang sederhana dengan penampilan yang sama dengan yang sebelumnya. Sayangnya sebuah sosok yang unik ini harus cepat dipanggil ke akhirat, padahal kehadirannya cukup menghibur bagi orang-orang Indonesia, apalagi kehadirannya bertepatan dengan banyak isu sensitif seperti Pilpres, Bom JW Marriot dan Ritz Carlton sampai masalah krisis ekonomi.

Bagi beberapa orang mungkin memang Mbah Surip seorang yang diutus Tuhan untuk menghibur dan mengingatkan masyarakat kita untuk tetap ceria walau banyak keadaan yang menyulitkan saat ini, walaupun hanya sebentar. Toh, memang pada akhirnya beliau berhasil memberi penghiburan yang cukup mengena bagi masyarakat Indonesia. Semoga atas segala hal yang dilakukannya, Mbah Surip dapat diterima di sisi-Nya.

Good bye, Mbah Surip. Thank you for the entertainment.