Archive for March, 2010

Catatan Akhir Februari 2010: Sidang Skripsi

Satu bulan berlalu lagi. Dan sekali lagi aku cuma menulis blog sekali dalam satu bulan ini. Hehehe…

Yang jelas bulan ini merupakan salah satu bulan yang cukup berarti bagiku. Dan aku yakin juga merupakan bulan yang sangat berarti bagi kebanyakan teman-teman seangkatanku yang kuliah di Binus. Yap, bulan ini merupakan bulan penentuan dari apakah kami lulus atau tidak untuk mendapatkan gelar S1 alias Sarjana melalui sebuah proses yang dinamakan sidang skripsi. Yah, walaupun ada beberapa yang sudah mulai mendapat giliran sidang sejak awal akhir Januari kemaren sih.

Oke, untuk bulan ini aku cuma akan membicarakan tentang sidang saja dulu.

Sidang skripsi atau sidang pedadaran merupakan salah satu syarat yang harus dilalui oleh para mahasiswa Binus University jurusan Teknik Informatika untuk lulus dan layak wisuda untuk mendapatkan gelar S.Kom alias Sarjana Komputer. Tentu saja syarat lainnya adalah lulus semua mata kuliah yang diambil dengan minimal jumlah SKS kelulusan 146 SKS dan juga syarat-syarat lainnya yang agak ribet kalau dijelaskan di sini. Yang jelas tetap saja hal-hal selain sidang hanya dipandang sebelah mata saja sampai suatu ketika kita sadar ternyata syaratnya kurang untuk layak wisuda.

Selama satu semester (entah itu semester 7 atau semester 8, atau malah semester lebih lanjut lagi) kita menghadapi apa yang disebut penulisan skripsi. Di Binus sendiri ada yang disebut dengan skripsi kelas, yaitu skripsi yang sudah diatur jadwalnya dengan topik-topik yang biasanya tidak terlalu sulit, dan ada pula disebut dengan skripsi non-kelas yang merupakan skripsi dengan topik-topik di luar topik-topik umum skripsi kelas. Biasanya topik-topik skripsi non-kelas sifatnya harus unik, walaupun terkadang ada juga skripsi kelas yang salah jalur dan akhirnya masuk ke skripsi non-kelas. Alhasil beberapa orang yang salah jalur itu harus berakhir tragis di meja sidang.

Ah, yang perlu diketahui, dan ini memang cukup unik dibandingkan dengan skripsi di perguruan tinggi lainnya yaitu skripsi dilakukan secara berkelompok. Beberapa “kelompok” memang hanya berisi satu orang saja, tetapi ini sangat jarang terjadi. Dan pastinya kalau orang yang masuk perguruan tinggi lainnya akan berpikir “ga mutu amat skripsi berkelompok gitu”. Oke, ini memang benar-benar ungkapan nyata yang sempat dilontarkan temanku dulu ketika dia mendengar soal hal ini. Bagaimanapun juga, skripsi secara berkelompok punya sisi positifnya, yaitu melatih mahasiswa untuk membagi tugasnya dengan baik dan melatih mahasiswa agar dapat bekerja sama, tapi tidak saling menjatuhkan selama penulisan skripsi, bahkan sampai sidang. Kelompokku terdiri dari 3 orang, yaitu aku sendiri, Adrian, dan Dedy.

Kali ini kami mengambil skripsi non-kelas. Kami mengambil skripsi jalur Applied Technology Laboratory, atau yang biasanya disebut ATL yang kebanyakan penelitiannya cukup menantang dan unik. Sisi unik dari penelitian yang kami kerjakan ini adalah melibatkan 2 kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang, sehingga totalnya 6 orang. Kelompok kami menangani software dan server, sedangkan kelompok satunya lagi berasal dari jurusan Sistem Komputer menangani komunikasi hardware dan juga micro-controller. Pertamanya memang sempat agak ragu bahwa skripsi ini bisa berjalan dengan mulus, apalagi sewaktu mengajukan proposal ke Ketua Jurusan sempat diwanti-wanti bahwa kelompok kami akan sangat bergantung dengan kelompok hardware, di mana bila satu kelompok mengalami kendala sampai penelitian berjalan di tempat atau stagnan, maka penelitian kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, memang sempat terjadi masalah karena komunikasi antara server dan micro-controller tidak dapat dilakukan. Setelah perjuangan keras pada akhir tahun, di mana beberapa di antara kami tidak liburan tetapi malah mengerjakan skripsi, akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Pertama, terdapat masalah pada port Ethernet yang kendor yang terdapat di papan micro-controller. Kedua, setelah mencoba-coba memakai TCP/IP stack yang disediakan di internet secara berulang kali dan gagal, akhirnya kami pun mencoba membaca lagi source code yang disediakan oleh vendor micro-controller nya. Awalnya kami tidak mengira bahwa source code contoh tersebut juga menyertakan header untuk mengolah TCP/IP, dan aku akui bahwa source code di sana cukup sulit karena termasuk low-level, alhasil kami sempat meninggalkan source code itu untuk sementara sebelumnya.

Setelah aplikasi berhasil dijalankan, percobaan pun dilakukan dan sukses. Penulisan pun bisa dilaksanakan walaupun ada beberapa masalah yang membuatku agak kurang sreg dengan penulisannya. Tapi aku sebisa mungkin mencegah terjadinya banyak perubahan di sana, kecuali memang ada proses yang salah dan ga mungkin bisa dibantah. Oke, akhirnya setelah melalui beberapa revisi, softcover pun dicetak dan dikumpulkan. Selanjutnya kami menunggu sidang. Muncullah pengumuman di Binusmaya, bahwa sidang kami diadakan pada tanggal 18 Februari 2010.

Sayangnya kelompok hardware harus memperpanjang skripsi mereka selama 1 semester. Walaupun skripsi kami meneliti hal yang kurang lebih sama, akan tetapi ada beberapa hal yang harus berbeda sesuai dengan permintaan jurusan. Bila kelompok kami berhasil menyelesaikan semuanya, kelompok hardware masih harus menyelesaikan beberapa hal lagi. Tapi yang jelas kelompok mereka sudah banyak membantu kelompok kami selama pengerjaan skripsi ini. Kami pun masih akan membantu kelompok hardware untuk meneruskan skripsinya. :)

Satu hari sebelum sidang, aku sempat kesulitan tidur. Padahal sudah berusaha menenangkan diri dan optimis bahwa sidang besok pasti akan lulus, tanpa melihat nilainya sih. Mungkin terlalu excited dan merasa tertantang, atau justru takut ga lulus, aku sendiri ga mengerti apa yang aku pikirkan malam itu. Setelah beberapa saat mencoba memejamkan mata, akhirnya aku terlelap juga dan bangun pada pagi harinya.

Tanggal 18 Februari 2010, berangkat ke kampus pukul 11.00 dan ternyata di sana masih sangat sepi. Satu kelompok yang juga skripsi ATL sedang menunggu sidang waktu itu. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mendapat kabar bahwa penguji untuk sidang kelompok kami adalah Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan hal ini terbukti setelah papan nama penguji dipasang di meja ruang sidang. Perlu diketahui bahwa dalam satu jadwal sidang selama 4 jam (2 shift), terdapat 3 kelompok yang akan menjalani sidang. Ketika sidang berlangsung, 2 kelompok lainnya harus berada di luar ruangan, sedangkan semua anggota kelompok akan disidang sekaligus.

Kelompok kami merupakan kelompok pertama yang harus menjalani sidang di shift tersebut. Beruntunglah kami mendapatkan giliran pertama, paling ga kita ga perlu lagi deg-degan menunggu kelompok lainnya sidang terlebih dahulu sehingga bebannya sudah lebih diringankan. Sidang ini cukup santai karena pengujinya juga tidak terlalu “killer” dibanding dengan sidang yang selama ini aku tonton. Pertanyaan-pertanyaannya dapat aku jawab dengan baik, dan untungnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sempat aku baca sebelumnya di softcover yang aku buat. Alhasil setelah lebih dari 5 menit sesi presentasi dan 1 jam lebih sesi tanya jawab, sidang untuk kelompok kami pun selesai, dan kami pun diminta untuk menunggu di luar.

Setelah menunggu 2 kelompok lainnya selesai disidang dan juga para penguji mendiskusikan nilai kami, sampai lebih dari pukul 17.30, kami pun diminta masuk lagi untuk dibacakan hasil sidangnya. Dan yang cukup mengejutkan, kami aku dan satu temanku mendapatkan nilai A, sedangkan satu lagi mendapat nilai B. Hal ini menggembirakan karena sebelumnya targetku paling tinggi hanyalah B, dan standarnya adalah C alias yang penting lulus dulu.

Walaupun lulus dengan nilai yang memuaskan, ternyata kejadian setelahnya justru malah membuatku ga merasa senang di hari itu. Yah, lebih baik kejadian itu tidak diceritakan daripada mengorek-ngorek lagi dan akhirnya bikin ga menyenangkan lagi. :D

Dan yang mengerikan selanjutnya adalah menunggu nilai UAS diumumkan. Sebenarnya nilai UAS ini yang lebih membuatku takut daripada sidang yang telah aku jalani. Seperti yang aku tulis tadi bahwa untuk sidang ini aku sudah yakin akan lulus tanpa melihat nilainya. Setelah menunggu 1 minggu lebih, nilai pun diumumkan. Dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa aku “lulus”, dan lagi-lagi semua nilainya lebih tinggi dari targetku sebelumnya.

Ups, kenapa “lulus” itu masih dikutip? Karena saat ini kami harus mengejar pengumpulan hardcover yang maksimal waktunya 2 minggu setelah sidang, tepatnya 4 Maret 2010 ini. Yang jelas, memperbaiki tulisan softcover untuk dijadikan hardcover selama 2 minggu tentu sudah lebih ringan dibanding menulis softcover dan membuat aplikasi selama 6 bulan lamanya.

Sekarang kami tinggal menunggu wisuda saja yang katanya akan diadakan pada pertengahan tahun ini, entah Juni, Juli atau Agustus. Beberapa temanku sudah mulai mencari kerja, bahkan ada yang sudah bekerja sejak sebelum sidang, beberapa lainnya pulang ke kampung halamannya, ada juga yang mendaftar untuk program master atau S2, sisanya lagi masih menganggur dan berlibur untuk menikmati hidup yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sendiri saat ini masih ingin fokus ke proyek-proyekku sebagai freelancer dan memanfaatkan waktu ini untuk belajar lebih banyak lagi. Sudah saatnya kami semua bebas dari dunia kami sendiri dan terjun ke dunia yang lebih luas dengan pilihan hidup yang lebih beragam lagi.

Ayo, sekarang saatnya kita berjuang menghadapi “ujian-ujian” lainnya yang ada di depan mata dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan selamat 3 sampai 4 tahun ini! ;)

This entry was last modified on: March 2nd, 2010 at 19:46