Archive for the ‘Review’ Category

Internet Explorer 9 Beta at a Glance

Internet Explorer 9 (IE9). Mungkin ini menjadi salah satu browser yang paling ditunggu-tunggu kehadirannya, apalagi melihat banyaknya isu-isu bahwa borwser ini adalah pembunuh “para pembunuh Internet Explorer versi sebelumnya”. Digadang-gadangkan bahwa IE9 memiliki fitur yang lebih baik daripada kebanyakan browser alias saingan lainnya, dan bahkan lebih cepat dari browser-browser lainnya. Apakah memang benar begitu? Mari kita coba lihat secara singkat mengenai browser yang sekarang masih dalam tahap beta ini.

Internet Explorer 9 Beta Interface

Interface dari IE9 Beta.

Pertama, untuk interface. Untuk urusan interface, pasti interface yang paling banyak ditiru belakangan adalah interface dengan tab di posisi paling atas dari browser, tak ketinggalan juga, kini IE9 juga melakukan perubahan yang sama. Tab diletakkan pada bagian paling atas. Uniknya, address bar yang digunakan untuk menampilkan dan menuliskan URL berada sejajar dengan tab tersebut. Kesan yang aku dapat dari situ adalah jadi terasa sempit. Entah kenapa, bagian atas jadi terasa terdapat celah kosong yang terlalu besar, padahal Google Chrome saja memanfaatkan “celah” tersebut, dan tetap menyediakan tempat tersendiri bagi address bar sehingga baris untuk address bar masih bisa diisi dengan tools-tools lainnya.

Kemudian dengan memanfaatkan fitur Aero Peek dari Windows 7 yang aku gunakan, aku bisa melihat thumbnails dari halaman web yang aku buka. Yup, walaupun berada di dalam tab tersendiri, tetapi thumbnails tetap ditampilkan sendiri-sendiri melalui taskbar sehingga kita dapat melihat sekilas isi dari halaman tersebut hanya dengan meletakkan mouse di thumbnails tersebut. Perlu diketahui, fitur ini juga terdapat di Firefox 4 beta. Terdapat juga fitur baru untuk membuat halaman web menjadi seperti sebuah aplikasi yang bisa di-pin di start menu atau task bar. Sayangnya, fitur serupa juga sudah dipersiapkan Mozilla dari jauh hari dengan Prism-nya.

(more…)

This entry was last modified on: October 7th, 2013 at 0:10

Catatan Akhir Januari 2010

Ga disangka sudah 1 bulan lagi berlalu, dan kini kita sudah berada di penghujung bulan Januari 2010. Entah kenapa rasanya waktu sangat cepat berlalu dan 31 hari terasa sangat pendek sekali. Dan tentu cepatnya waktu yang berlalu juga sedikit banyak berpengaruh ke blog ini mengingat aku juga masih jarang menulis lagi di sini. Toh, yang jelas aku menjamin selama 1 bulan harus ada 1 tulisan yang aku buat di sini.

Ada beberapa hal yang terjadi di bulan ini dan cukup menarik untuk aku bahas di sini. Tetapi tentu saja karena isi dari entry ini hanya merupakan catatan akhir Januari 2010, maka semua yang aku tulis di sini hanya berupa rangkuman sederhana saja. Let’s get it on.

Mozilla Firefox 3.6 Namoroka

Kata pepatah, setelah 3.5, terbitlah 3.6 (pepatah baru dariku). Begitu juga kenyataan yang harus dilewati oleh Mozilla dengan merilis browser andalan mereka, Firefox 3.6 (Fx 3.6) yang memiliki codename Namoroka. Kehadiran Fx 3.6 ini aku rasa cukup disambut antusias, dan beberapa orang mungkin harus membiasakan diri dengan beberapa hal baru di sini, mulai dari behavior ketika membuka tab baru dan fitur mengubah skin dengan persona. Yap, 2 fitur baru ini merupakan fitur andalan dari Fx 3.6 ini.

Aku sendiri tidak menganggap fitur ini sebagai fitur baru, bukan karena fitur ini mencontek Google Chrome, tetapi lebih karena aku sudah menggunakan Fx 3.6 sejak Beta 1, serta menggunakan Persona sebagai sebuah addons ketika masih menggunakan Fx 3.5. Jadi ketika Mozilla meluncurkan Fx 3.6, semua sudah terasa tidak ada yang baru lagi.

Mengenai fitur lainnya seperti menambahnya kecepatan ketika membuka aplikasi Firefox sendiri tidak terlalu banyak terasa. Fitur notification untuk plugins yang baru hadir di versi ini cukup berguna ketika vendor plugins sudah merilis versi baru dari plugins nya. Kecepatan processing untuk JavaScript cukup terasa khususnya pada web yang banyak menggunakan AJAX, bahkan di web Chrome Experiment sekalipun walau masih tidak se-smooth ketika membukanya dengan Google Chrome. Beberapa fitur pada backend baru juga sudah bertambah seperti peningkatan kemampuan pada HTML5, CSS3 serta memperbaiki standarisasi yang ada dengan dicapainya poin 94/100 di Acid3.

Satu hal yang cukup menarik perhatianku adalah kesiapan addons ketika Fx 3.6 diluncurkan secara resmi. Bila dulu addons menjadi momok menakutkan bagi beberapa orang yang ingin mengupdate browser ini, kini addons sudah siap digunakan hampir sebanyak 90% ketika Fx 3.6 diluncurkan sehingga tidak perlu lagi takut untuk melakukan downgrade hanya karena banyak addons yang tidak bekerja di Fx terbaru ini.

Bila Anda masih menggunakan Fx 3.5, sebaiknya Anda mencoba mengupgrade ke Fx 3.6. ;)

Skripsi

Ah, memang yang paling menarik dan paling membuat deg-degan bagi mahasiswa yang sudah ada di semester-semester akhir adalah skripsi atau tugas akhir. Aku juga tidak terlepas dari hal ini. Mulai dari perasaan senang ketika beberapa hal sudah selesai, tetapi juga rasa takut yang mencekam sampai saat ini.

Untuk saat ini kelompokku sudah menyelesaikan aplikasi dan penulisan untuk skripsinya, dan hasil penulisan ini sudah dikumpulkan 2 hari yang lalu dalam bentuk softcover. Tapi memang ga semuanya bisa sempurna bahkan ketika sudah mengumpulkannya, soalnya masih ada beberapa yang ternyata kurang dari hasil terakhir tersebut.

Yang paling menarik selama pengerjaan skripsi ini, bisa terlihat orang-orang di angkatan dan jurusanku yang benar-benar berniat mengerjakan skripsi atau tidak, atau juga orang yang mengejar skripsi untuk sebuah gelar bernama “S.Kom” atau justru orang-orang yang berniat mendapat nilai bagus. Aku sendiri ga tau aku termasuk bagian yang mana, atau justru aku termasuk ke semuanya, relatif terhadap waktu dan kondisi yang ada kali yah.

Pada akhirnya kini yang harus kami lakukan adalah menunggu jadwal sidang pendadaran skripsi dikeluarkan dan berharap yang terbaik dari sidang tersebut. Entah napa aku jadi ingin cepat-cepat mengakhiri masa ini karena merasanya semakin lama berada di dalam keadaan ini, tekanannya semakin besar. Arghh, sudahlah, yang penting sekarang dapat S.Kom dulu, satu tujuan, satu konsentrasi, satu akhir. Huff… Daripada mengalami penyesalahan mendalam juga karena tujuan awalku ga tercapai, lebih baik aku mengubahnya dulu untuk sementara. Hehehe…

Kerja dan Masa Depan

Setelah selesai skripsi, lantas aku mau ke arah mana? Tentu saja wisuda terlebih dahulu. Inilah saat-saat yang paling ditunggu oleh setiap orang yang menyelesaikan program sarjana dan setelah melewati masa sulit selama 3 sampai 4 tahun lamanya. Bagi yang kurang beruntung atau yang memiliki jalan berbeda, mungkin mengalaminya lebih lama lagi.

Lantas setelah wisuda, mau ke mana lagi kita mengarahkan tujuan kita? Ketika masih SD, jelas kita akan melanjutkan ke SMP. Ketika di SMP, kita melanjutkan lagi ke SMA. Ketika SMA, beberapa langsung bekerja, sedangkan sisanya melanjutkan kuliah S1. Lalu bagaimana setelah kuliah S1 sudah selesai? Apakah lanjut ke S2? Atau justru bekerja terlebih dahulu? Atau malahan ga tau arah yang jelas dan memilih menganggur terlebih dahulu?

Tampaknya banyak orang yang mengalami dilema pada masa-masa seperti ini, dan tampaknya yang paling mengalami pembebanan dalam pikiran adalah orang-orang yang mencari kerja. Pekerjaan seperti apa yang diharapkan; gaji yang diinginkan berapa; tempat kerja di mana; lingkungan kerjanya seperti apa; semua ini menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Sebagian sudah memiliki target yang jelas ingin bekerja di perusahaan tertentu, beberapa lagi pasrah di perusahaan manapun dia diterima asal bisa bekerja, beberapa lagi sudah memiliki harapan yang sangat tinggi untuk gaji dan lingkungan tertentu.

Aku sendiri? Hmmm, termasuk ke dalam golongan yang terlunta-lunta di tengah-tengah dalam hal bekerja. Inilah nasib karena pemikiran setelah 2 tahun belakangan menjadi programmer freelance: pengen membuat perusahaan sendiri. Tapi sampai sekarang masih belum jelas scope nya seperti apa dan harus berkonsentrasi di bagian apa. Jujur saja sih, banyak sekali orang yang mengajakku membuat perusahaan-perusahaan, sebagian besarnya berupa software house. Tapi untuk saat ini aku belum bisa menerimanya karena kebanyakan dari mereka pun tidak memiliki arah yang jelas akan dibawa ke mana “perusahaannya” itu. Hanya karena menerima sebuah proyek kecil, lantas kebanyakan dari mereka mengharapkan proyek-proyek besar dan prestius datang dengan cepat. Ditambah lagi dengan beberapa pengalaman yang sudah aku alami belakangan ini. Inilah kenapa aku tidak terlalu tertarik ketika ada orang lain yang mengajakku membuat “perusahaan” baru.

Tapi kita lihat saja bagaimana nanti selanjutnya karena di dalam pikiranku sendiri aku sudah memiliki beberapa rencana untuk masa depanku. Tinggal tunggu tanggal mainnya. ;)

Kesimpulan

Inilah beberapa hal yang menarik bagiku selama bulan Januari ini. Sama seperti sebelumnya, aku sudah menulis beberapa draft di blogku ini, tetapi di tengah jalan tiba-tiba terhenti begitu saja. Suatu waktu nanti aku akan mempublikasikannya bila sempat. Dan harapannya, pertengahan bulan Februari ini aku sudah agak bebas karena harusnya skripsiku sudah tuntas seluruhnya, dan tentu saja semoga mendapat nilai yang baik pula. Mari kita tunggu saja apakah tulisanku akan makin banyak di bulan Februari nanti. :D

Firefox 3.5 Review

Setelah sekian lama Firefox 3.0 dirilis, akhirnya update terbaru untuk browser yang naik daun ini kembali diluncurkan kemarin, tepatnya tanggal 30 Juni 2009. Dan seperti biasa, aku sudah mencobanya selama 1 hari untuk aktivitas normalku, seperti browsing, Facebook, dan web developing, dan di sinilah aku akan menceritakan mengenai browser terbaru besutan Mozilla ini.

Dari sisi interface atau tampilan tidak banyak berubah dibandingkan dengan Firefox 3.0. Semua tampilan seperti susunan tombol, icon standard serta layout menu tidak terjadi perubahan dan Anda tidak akan tahu apakah sedang memakai Firefox 3.0 atau sudah mengupdate ke Firefox 3.5 kalau hanya melihat dari interface.

Satu hal yang baru dari Firefox 3.5 ini adalah fitur private browsing yang sudah muncul terlebih dahulu di browser Google Chrome di mana para Firefox tidak akan meninggalkan jejak history atau apapun bila menggunakan fitur private browsing ini. Semua history, cookie dan data pribadi lainnya akan otomatis dihapus oleh Firefox bila menutup fitur ini. Bagi yang masih bingung ingin menggunakan “fitur porno” ini, bisa mengaksesnya melalui Tools > Start Private Browsing.

(more…)

This entry was last modified on: July 1st, 2009 at 19:42

Ubuntu 9.04: Masalah pada driver Intel

Setelah sekian lama ditunggu, akhirnya Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope hadir juga sejak kemaren, tanggal 24 April 2009. Tanpa menunggu lama, aku langsung melakukan upgrade dari Update Manager yang disediakan di Intrepid. Upgrade memakan waktu yang lumayan lama, dari jam 4 sore kemarennya, dan harus aku hidupkan laptopku sampai jam 2 keesokan harinya (hari ini). Masalahnya bukan hanya karena Speedy sudah semakin pelit dalam ngasi bandwidth nya, tapi juga karena internet yang beberapa kali disconnect sehingga saya harus sabar-sabar dan berusaha ga cepat naik darah. Perjuangan mendownload 900 MB lebih file untuk diupdate oleh Ubuntu pun berakhir sukses beberapa jam yang lalu.

Dan mulailah aku menelusuri satu per satu kisah indah di Ubuntu ini. Splash screen pada saat baru booting ke Ubuntu berubah dengan bar yang lebih sempit, begitu juga ketika di shut down. Saat mengaktifkan Pidgin, setiap ada orang yang logout atau login dari YM, terdapat notifikasi pada bagian kanan atas, begitu juga ketika ada orang yang mengirimkan message. Sayangnya tampilan notification itu terlalu kaku, muncul tiba-tiba, hilangpun tiba-tiba, tanpa ada efek fading. Selebihnya tidak ada yang terlalu berubah jauh dari segi fitur yang ada.

Sayang seribu saya, beberapa hal yang menambah daya tarik di atas hancur ketika mengatahui kenyataan pahit di balik Jaunty ini. Seperti ketika aku mengupdate dari 8.04 ke 8.10, Compiz membuat sedikit masalah dengan tidak menampilkan beberapa efek window, dan akupun harus mencari cara di Google untuk mengaktifkan Compiz ini kembali. Ketika mengupdate ke 9.04 ini, masalah kembali timbul ketika Compiz kembali “membandel” di mana ga bisa diaktifkan dan digunakan sama sekali. Akhirnya karena bingung, aku cari lagi lah cara atau orang yang punya masalah serupa di forum Ubuntu-nya.

(more…)

This entry was last modified on: April 25th, 2009 at 15:58

Review Buku: My Stupid Boss

Entah sejak kapan terakhir kali aku membeli buku buat diriku sendiri selain membeli majalah CHIP dan buku pegangan kuliah (ini pun terakhir kali beli di semester 2 :D ). Kemaren waktu ke Mall Taman Anggrek setelah nonton Dragonball: Evolution, aku menyempatkan diri ke Gramedia seperti biasanya. Di sana melihat-lihat buku dan akhirnya sempat baca sebuah buku berjudul My Stupid Boss karya Chaos@Work di salah satu rak buku. Setelah sempat membaca depan-depannya akhirnya aku tertarik membeli buku ini dan bergabunglah buku ini ke dalam kantong plastik Gramedia bersama dengan majalah CHIP yang baru aku beli. Dan inilah tampilan bukunya.

Selain gambar cover yang lucu, ternyata isi di dalam bukunya juga ga kalah lucunya.

(more…)

This entry was last modified on: March 29th, 2009 at 17:07

Review Singkat Internet Explorer 8

Persaingan web kembali memanas dengan hadirnya browser-browser baru yang merebut perhatian, sebut saja versi beta Mozilla Firefox 3.5, Safari 4, Google Chrome 2 dan Opera 10. Dan kali ini seperti tidak mau ketinggalan dengan browser-browser yang sedikit demi sedikit menggerogotinya usage share nya, Microsoft pun meluncurkan Internet Explorer (IE) 8 setelah melalui beberapa kali tahap beta dan release candidate. Aku sudah sempat mencoba browser baru ini dan akan sedikit mereviewnya dari sudut pandangku sendiri.

Screenshot of Internet Explorer

Screenshot of Internet Explorer

Tampaknya perubahan front-end dari IE 7 ke IE 8 tidak terlalu banyak. Tampilan user interface masih mirip dengan IE 7 dan banyak fungsi-fungsi yang sama yang ditawarkan seperti IE 7 sehingga pengguna IE 7 tidak akan terlalu sulit beradaptasi dengan browser ini. Sejak dimulainya instalasi pun tidak terlalu merepotkan seperti ketika IE 7 pertama kali diluncurkan. Masih teringat bahwa saat instalasi IE 7 di awal-awal peluncurannya, Microsoft mengharuskan penggunanya melakukan validasi keaslian lisensi Windows yang terpakai sehingga menyulitkan IE 7 digunakan oleh para pengguna Windows bajakan (yang tentu membuat beberapa penggunanya memilih untuk menggunakan browser alternatif saja) walau akhirnya keputusan itu dicabut setelah beberapa bulan. Untuk IE 8 kali ini, pengguna tidak diharuskan melakukan validasi sehingga instalasi dapat dilakukan dengan cukup cepat dan mudah tanpa masalah berarti.

(more…)

This entry was last modified on: March 26th, 2009 at 21:06

Atlantis: The Lost Empire (2001)

Yah, baru aja selesai nonton film Atlantis: The Lost Empire mumpung lagi liburan dan ga ada kerjaan. Memang sih nih film udah lama diputar yaitu sejak tahun 2001, tapi entah kenapa kemaren temanku menunjukkan sebuah link ke YouTube yang berisi video klip soundtrack film ini dan sejak itu aku jadi penasaran dan memutuskan untuk mendownload film ini dari Torrent. Dan untungnya masih banyak seeder untuk torrentnya. :| Fiuhh…

Yap, seperti yang sudah aku bilang di atas, film ini diputar tahun 2001, digarap oleh Disney Picture. Bila dilihat dari namanya “Atlantis”, pasti terbayang mengenai kisah sebuah kota atau negara dengan teknologi maju yang tenggelam di lautan. Hinggu saat ini kisah Atlantis yang sebenarnya masih menjadi misteri, dan bahkan dikatakan hanya merupakan mitos belaka. Film ini mengangkat mengenai mitos Atlantis dengan latar tahun 1914-an dan merupakan film kartun yang menurutku bagus.

Berawal dari seorang linguis atau ahli bahasa bernama Milo James Thatch yang terobsesi untuk mengajukan proposal untuk ekspedisi mencari reruntuhan Atlantis berdasarkan sebuah buku yang menjadi panduannya. Dengan motivasi meneruskan perjuangan kakeknya, akhirnya Milo bertemu dengan seorang jutawan yang mau membiayai perjalanan ekspedisi Milo ini. Bersama dengan beberapa kru yang ahli di bidangnya masing-masing, seperti ahli peledak, mekanik, koki, dokter dan lainnya, mereka berangkat ke laut sekitar Islandia (Iceland) menggunakan kapal selam. Setelah perjuangan yang berat, akhirnya Milo dan teman-temannya menemukan kota yang hilang dan juga penduduknya dengan seorang putri Atlantis, Kidagakash “Kida” Nedakh. Kisah berlanjut ketika terjadi perdebatan dan pertikaian karena kru ekspedisi lebih memilih untuk “menguras” harta Atlantis dengan taruhan nyawa seluruh penduduk Atlantis. Kemudian Milo dan teman-teman nya pun berusaha untuk mencegah tindakan itu.

Kalau aku disuruh memberi nilai untuk film ini, aku akan memberi nilai positif 80%. Dengar-dengar film ini ga begitu sukses ketika dirilis di bioskop dan menjadi film ini salah satu film yang kurang menarik keuntungan untuk Disney dibanding film lainnya walau cukup untuk menutup modal pembuatan film ini sendiri. Rencana awal Disney yang ingin membuat sekuel film untuk bioskop pun batal, sehingga mereka lebih memilih untuk merilis sekuel dalam bentuk DVD dengan judul Atlantis: Milo’s Return yang katanya berisi beberapa adegan yang sebenarnya akan dibuat di sekuel bioskop.

Yah, lumayanlah film ini buat mengisi liburan yang membosankan ini. :)