Posts Tagged ‘Binus’

Finally, S.Kom

Setelah 3,5 tahun menempuh jenjang perkuliahan, 3,5 tahun setelah lulus jenjang SMA, 3,5 tahun setelah merasakan sulitnya bolak-balik ke tempat yang nun jauh ke sono (soalnya sekolahku dulu ga pernah ada yang jaraknya lebih dari 5 menit perjalanan), juga 3,5 tahun yang penuh penderitaan, darah, keringat dan pengorbanan (ini hiperbola), akhirnya saat-saat ini tiba juga. Jreng-jreng… WISUDA.

Pada tanggal 12 Juni 2010, acara Wisuda ke-42 Binus University digelar di Jakarta Convention Center alias JCC atau Balai Sidang Jakarta. Semua datang memakai jubah yang disebut toga. Wisudawan wanita memakai kebaya dan dandanannya pada woow… Wisudawan pria memakai kemeja putih lengan panjang, celana panjang hitam, ditambah dasi kupu-kupu.

(more…)

Catatan Akhir Februari 2010: Sidang Skripsi

Satu bulan berlalu lagi. Dan sekali lagi aku cuma menulis blog sekali dalam satu bulan ini. Hehehe…

Yang jelas bulan ini merupakan salah satu bulan yang cukup berarti bagiku. Dan aku yakin juga merupakan bulan yang sangat berarti bagi kebanyakan teman-teman seangkatanku yang kuliah di Binus. Yap, bulan ini merupakan bulan penentuan dari apakah kami lulus atau tidak untuk mendapatkan gelar S1 alias Sarjana melalui sebuah proses yang dinamakan sidang skripsi. Yah, walaupun ada beberapa yang sudah mulai mendapat giliran sidang sejak awal akhir Januari kemaren sih.

Oke, untuk bulan ini aku cuma akan membicarakan tentang sidang saja dulu.

Sidang skripsi atau sidang pedadaran merupakan salah satu syarat yang harus dilalui oleh para mahasiswa Binus University jurusan Teknik Informatika untuk lulus dan layak wisuda untuk mendapatkan gelar S.Kom alias Sarjana Komputer. Tentu saja syarat lainnya adalah lulus semua mata kuliah yang diambil dengan minimal jumlah SKS kelulusan 146 SKS dan juga syarat-syarat lainnya yang agak ribet kalau dijelaskan di sini. Yang jelas tetap saja hal-hal selain sidang hanya dipandang sebelah mata saja sampai suatu ketika kita sadar ternyata syaratnya kurang untuk layak wisuda.

Selama satu semester (entah itu semester 7 atau semester 8, atau malah semester lebih lanjut lagi) kita menghadapi apa yang disebut penulisan skripsi. Di Binus sendiri ada yang disebut dengan skripsi kelas, yaitu skripsi yang sudah diatur jadwalnya dengan topik-topik yang biasanya tidak terlalu sulit, dan ada pula disebut dengan skripsi non-kelas yang merupakan skripsi dengan topik-topik di luar topik-topik umum skripsi kelas. Biasanya topik-topik skripsi non-kelas sifatnya harus unik, walaupun terkadang ada juga skripsi kelas yang salah jalur dan akhirnya masuk ke skripsi non-kelas. Alhasil beberapa orang yang salah jalur itu harus berakhir tragis di meja sidang.

Ah, yang perlu diketahui, dan ini memang cukup unik dibandingkan dengan skripsi di perguruan tinggi lainnya yaitu skripsi dilakukan secara berkelompok. Beberapa “kelompok” memang hanya berisi satu orang saja, tetapi ini sangat jarang terjadi. Dan pastinya kalau orang yang masuk perguruan tinggi lainnya akan berpikir “ga mutu amat skripsi berkelompok gitu”. Oke, ini memang benar-benar ungkapan nyata yang sempat dilontarkan temanku dulu ketika dia mendengar soal hal ini. Bagaimanapun juga, skripsi secara berkelompok punya sisi positifnya, yaitu melatih mahasiswa untuk membagi tugasnya dengan baik dan melatih mahasiswa agar dapat bekerja sama, tapi tidak saling menjatuhkan selama penulisan skripsi, bahkan sampai sidang. Kelompokku terdiri dari 3 orang, yaitu aku sendiri, Adrian, dan Dedy.

Kali ini kami mengambil skripsi non-kelas. Kami mengambil skripsi jalur Applied Technology Laboratory, atau yang biasanya disebut ATL yang kebanyakan penelitiannya cukup menantang dan unik. Sisi unik dari penelitian yang kami kerjakan ini adalah melibatkan 2 kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang, sehingga totalnya 6 orang. Kelompok kami menangani software dan server, sedangkan kelompok satunya lagi berasal dari jurusan Sistem Komputer menangani komunikasi hardware dan juga micro-controller. Pertamanya memang sempat agak ragu bahwa skripsi ini bisa berjalan dengan mulus, apalagi sewaktu mengajukan proposal ke Ketua Jurusan sempat diwanti-wanti bahwa kelompok kami akan sangat bergantung dengan kelompok hardware, di mana bila satu kelompok mengalami kendala sampai penelitian berjalan di tempat atau stagnan, maka penelitian kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, memang sempat terjadi masalah karena komunikasi antara server dan micro-controller tidak dapat dilakukan. Setelah perjuangan keras pada akhir tahun, di mana beberapa di antara kami tidak liburan tetapi malah mengerjakan skripsi, akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Pertama, terdapat masalah pada port Ethernet yang kendor yang terdapat di papan micro-controller. Kedua, setelah mencoba-coba memakai TCP/IP stack yang disediakan di internet secara berulang kali dan gagal, akhirnya kami pun mencoba membaca lagi source code yang disediakan oleh vendor micro-controller nya. Awalnya kami tidak mengira bahwa source code contoh tersebut juga menyertakan header untuk mengolah TCP/IP, dan aku akui bahwa source code di sana cukup sulit karena termasuk low-level, alhasil kami sempat meninggalkan source code itu untuk sementara sebelumnya.

Setelah aplikasi berhasil dijalankan, percobaan pun dilakukan dan sukses. Penulisan pun bisa dilaksanakan walaupun ada beberapa masalah yang membuatku agak kurang sreg dengan penulisannya. Tapi aku sebisa mungkin mencegah terjadinya banyak perubahan di sana, kecuali memang ada proses yang salah dan ga mungkin bisa dibantah. Oke, akhirnya setelah melalui beberapa revisi, softcover pun dicetak dan dikumpulkan. Selanjutnya kami menunggu sidang. Muncullah pengumuman di Binusmaya, bahwa sidang kami diadakan pada tanggal 18 Februari 2010.

Sayangnya kelompok hardware harus memperpanjang skripsi mereka selama 1 semester. Walaupun skripsi kami meneliti hal yang kurang lebih sama, akan tetapi ada beberapa hal yang harus berbeda sesuai dengan permintaan jurusan. Bila kelompok kami berhasil menyelesaikan semuanya, kelompok hardware masih harus menyelesaikan beberapa hal lagi. Tapi yang jelas kelompok mereka sudah banyak membantu kelompok kami selama pengerjaan skripsi ini. Kami pun masih akan membantu kelompok hardware untuk meneruskan skripsinya. :)

Satu hari sebelum sidang, aku sempat kesulitan tidur. Padahal sudah berusaha menenangkan diri dan optimis bahwa sidang besok pasti akan lulus, tanpa melihat nilainya sih. Mungkin terlalu excited dan merasa tertantang, atau justru takut ga lulus, aku sendiri ga mengerti apa yang aku pikirkan malam itu. Setelah beberapa saat mencoba memejamkan mata, akhirnya aku terlelap juga dan bangun pada pagi harinya.

Tanggal 18 Februari 2010, berangkat ke kampus pukul 11.00 dan ternyata di sana masih sangat sepi. Satu kelompok yang juga skripsi ATL sedang menunggu sidang waktu itu. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mendapat kabar bahwa penguji untuk sidang kelompok kami adalah Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan hal ini terbukti setelah papan nama penguji dipasang di meja ruang sidang. Perlu diketahui bahwa dalam satu jadwal sidang selama 4 jam (2 shift), terdapat 3 kelompok yang akan menjalani sidang. Ketika sidang berlangsung, 2 kelompok lainnya harus berada di luar ruangan, sedangkan semua anggota kelompok akan disidang sekaligus.

Kelompok kami merupakan kelompok pertama yang harus menjalani sidang di shift tersebut. Beruntunglah kami mendapatkan giliran pertama, paling ga kita ga perlu lagi deg-degan menunggu kelompok lainnya sidang terlebih dahulu sehingga bebannya sudah lebih diringankan. Sidang ini cukup santai karena pengujinya juga tidak terlalu “killer” dibanding dengan sidang yang selama ini aku tonton. Pertanyaan-pertanyaannya dapat aku jawab dengan baik, dan untungnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sempat aku baca sebelumnya di softcover yang aku buat. Alhasil setelah lebih dari 5 menit sesi presentasi dan 1 jam lebih sesi tanya jawab, sidang untuk kelompok kami pun selesai, dan kami pun diminta untuk menunggu di luar.

Setelah menunggu 2 kelompok lainnya selesai disidang dan juga para penguji mendiskusikan nilai kami, sampai lebih dari pukul 17.30, kami pun diminta masuk lagi untuk dibacakan hasil sidangnya. Dan yang cukup mengejutkan, kami aku dan satu temanku mendapatkan nilai A, sedangkan satu lagi mendapat nilai B. Hal ini menggembirakan karena sebelumnya targetku paling tinggi hanyalah B, dan standarnya adalah C alias yang penting lulus dulu.

Walaupun lulus dengan nilai yang memuaskan, ternyata kejadian setelahnya justru malah membuatku ga merasa senang di hari itu. Yah, lebih baik kejadian itu tidak diceritakan daripada mengorek-ngorek lagi dan akhirnya bikin ga menyenangkan lagi. :D

Dan yang mengerikan selanjutnya adalah menunggu nilai UAS diumumkan. Sebenarnya nilai UAS ini yang lebih membuatku takut daripada sidang yang telah aku jalani. Seperti yang aku tulis tadi bahwa untuk sidang ini aku sudah yakin akan lulus tanpa melihat nilainya. Setelah menunggu 1 minggu lebih, nilai pun diumumkan. Dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa aku “lulus”, dan lagi-lagi semua nilainya lebih tinggi dari targetku sebelumnya.

Ups, kenapa “lulus” itu masih dikutip? Karena saat ini kami harus mengejar pengumpulan hardcover yang maksimal waktunya 2 minggu setelah sidang, tepatnya 4 Maret 2010 ini. Yang jelas, memperbaiki tulisan softcover untuk dijadikan hardcover selama 2 minggu tentu sudah lebih ringan dibanding menulis softcover dan membuat aplikasi selama 6 bulan lamanya.

Sekarang kami tinggal menunggu wisuda saja yang katanya akan diadakan pada pertengahan tahun ini, entah Juni, Juli atau Agustus. Beberapa temanku sudah mulai mencari kerja, bahkan ada yang sudah bekerja sejak sebelum sidang, beberapa lainnya pulang ke kampung halamannya, ada juga yang mendaftar untuk program master atau S2, sisanya lagi masih menganggur dan berlibur untuk menikmati hidup yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sendiri saat ini masih ingin fokus ke proyek-proyekku sebagai freelancer dan memanfaatkan waktu ini untuk belajar lebih banyak lagi. Sudah saatnya kami semua bebas dari dunia kami sendiri dan terjun ke dunia yang lebih luas dengan pilihan hidup yang lebih beragam lagi.

Ayo, sekarang saatnya kita berjuang menghadapi “ujian-ujian” lainnya yang ada di depan mata dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan selamat 3 sampai 4 tahun ini! ;)

This entry was last modified on: March 2nd, 2010 at 19:46

Sepenggal Kisah Menegangkan Menuju Central Park

Tahu Mall Taman Anggrek? Kalau gitu tahu Apartemen Mediterania? Kalau tahu keduanya, sekarang apakah Anda semua bangunan baru yang ada di antaranya? Yap, Central Park (disingkat CP), sebuah mall baru untuk kalangan menengah ke atas yang merupakan bagian dari superblok Podomoro City di Tanjung Duren. Memang sih superblok ini udah lumayan lama dibangun (sekitar 2 tahun yang lalu) dan sampai saat ini pembangunan fisiknya masih jelas terlihat belum selesai total soalnya tower untuk apartemen, hotel dan office masih keliatan tulang-tulang betonnya semua. Tapi yang jelas untuk CP sudah dibuka untuk umum sejak tanggal 9 September 2009, pukul 09:09:09. :D

Ceritanya hari ini mumpung libur aku berencana mau jalan-jalan ke sana bersama pacarku untuk melihat-lihat mall baru itu. Kalau dipikir-pikir gila juga nih daerah Jakarta Barat, dikepung mall di mana-mana. Dalam radius 1 kilometer aja bisa ditemui 3 mall yaitu CP, Taman Anggrek dan Citraland a.k.a Mall Ciputra. TA udah sekarang udah kayak rumah kedua soalnya kalau mau nonton atau belanja lebih sering ke sana, sedangkan CL udah mulai ditinggalin karena letaknya ga strategis, apalagi film-film di sono ga sesuai dengan selera mahasiswa-mahasiswa kebanyakan (you know lah). :D Jadi kisah pun dimulai pada pukul 12 siang ini.

(more…)

This entry was last modified on: September 16th, 2009 at 22:22

Analisa Iseng profile.binus.ac.id

Liburan, ngerjain proyek, istirahat, chat, akhirnya malah ngomongin situs profile.binus.ac.id sama teman. Jadi sekalian aja iseng-iseng nulis soal situs itu di sini. Hehehe… Sebenarnya aku tahu soal subdomain ini sudah cukup lama soalnya cukup jelas diekspos di halaman utama website Binus, jadinya kalau mau dicari lebih teliti lewat website itu juga langsung bisa ketemu sih.

Sebagian besar teman-teman Binusian mungkin belum tahu keberadaan subdomain itu. Dan yup, subdomain itu berisi data-data Binusian yang pernah mengenyam pendidikan di Binus, tampaknya sih mulai dari angkatan-angkatan yang sudah tua mulai tahun 80-an, sampai angkatan terbaru Binusian 2012 (sampai tulisan ini dibuat). Ups, tenang aja, website itu cuma berisi data akademik seperti nama, jurusan, NIM dan tahun angkatan saja, ga ada data penting seperti email, telepon atau alamat rumah sehingga kamu-kamu yang merupakan Binusian ga perlu khawatir data-data pribadi kamu di-harvest yang ga berkepentingan. Kalaupun ada yang mau nge-harvest, dari sana juga ga ada yang dapat dimanfaatkan kok. :)

Sebenarnya kalau diliat-liat lagi, ga terlalu banyak yang istimewa di situs ini, cuma segudang data. Tapi enaknya di sini mungkin kita bisa sedikit bermain dengan mencari data orang-orang yang kita tahu, atau malah justru mencari diri kita sendiri. Gampang ga? Ternyata ga gitu gampang, saudara-saudara. Walau di sana setiap nama dikategorikan dengan alfabet awalnya, akan tetapi jumlah halaman yang huge, kalau ga mau dibilang collosal, mempersulit pencarian itu. Bahkan meloncati 100 halaman dengan mengubah langsung lewat URL pun belum tentu sudah mendekati nama yang kamu cari. Ga percaya? Coba aja. :D

Uniknya, aku mencari namaku di sana, “William” dan yang aku temukan adalah puluhan halaman dengan nama yang serupa, hanya “William”, tanpa awalan apapun, tanpa akhiran apapun, just “William”. Argh. Memang sih mungkin kalau untuk angkatanku sendiri aja, buat yang namanya hanya “William” bisa masuk satu halaman sendiri. Nama pasaran yah? :lol:

Setelah puas iseng-iseng, aku pun mulai berpikir kenapa sampai harus dibuat halaman seperti ini? Tapi tentu saja pikiran pertama yang muncul adalah: Webometric (WoM), sebuah penilaian untuk peringkat perguruan tinggi di seluruh dunia dari sisi content web. Yah, mungkin hanya spekulasi aja sih, halaman profile ini bertujuan untuk mendongkrak “sedikit” nilai Binus University dalam peringkat WoM itu. Memang yang aku tahu, salah satu kriteria yang terdapat dalam penilaian WoM adalah jumlah konten melalui search engine seperti Google dan search engine lainnya (kalau salah, tolong diralat :D ).

Dan akhirnya aku iseng-iseng juga menghitung berapa jumlah halaman hanya di subdomain profile.binus.ac.id. Anggaplah bila satu angkatan itu kurang lebih terdiri dari 6000 mahasiswa, dan terdapat 12 angkatan dari Binusian 2001 sampai 2012, maka jumlah page awal adalah 6000 x 12 = 72,000 halaman (anggaplah koma di sana adalah pemisah ribuan, soalnya udah kebiasa pakai koma :D ). Dari jumlah itu, setiap data mahasiswa terdapat 4 halaman yang terdiri dari Home, Curriculums, Binus Link dan Blog, totalnya 72,000 x 4 = 288,000 halaman. Dan semua ini masih belum ditambah dengan halaman list dan juga data Binusian dari angkatan yang lebih atas, yang aku perkirakan bisa melebihi 400,000 halaman. Sebuah jumlah yang ekstrim. :blink:

Lalu aku mengarahkan analisa ke search engine, yaitu Google. Dengan mengetikkan “site:profile.binus.ac.id” (untuk mempermudah, silahkan klik di sini), kita bisa melihat berapa jumlah halaman yang sudah di-index oleh Google. Sampai tulisan ini dibuat, ternyata bar 3,520 halaman saja, kurang dari 1% dari perkiraanku yang mencapai 400 ribu halaman. Tampaknya Om Google harus lebih sering berkunjung ke situs itu. Dan bukan cuma itu saja, bahkan halaman profileku saja masih belum berhasil di-index. :pinch: Kalaupun berhasil di-index, tampaknya akan menjadi salah satu halaman yang terakhir di-index. :D Dari Yahoo pun, baru 1,352 halaman yang di-index.

Intinya sih Binus harus berusaha lebih lagi kalau mau meningkatkan peringkat Webometric kalau mau mendongkrak dari sisi jumlah konten, walaupun tentu akan lebih baik kalau content yang ada itu berhubungan dengan akademik seperti jurnal penelitian.

Ayo, ayo, para Binusian, bikin penelitian lagi buat di-publish di Binus supaya peringkat WoM-nya naik. :) Binus masih memerlukan banyak peneliti nih buat jadi lebih maju, jangan cuma mengarah ke lapangan kerja atau jadi enterpreneur doang. :D

PS: Ngomong-ngomong soal Binusian, aku jadi ingat salah satu komentator di detikinet.com sewaktu ada tim dari ITB yang memenangi kontes ImagineCup yang diselenggarakan Microsoft. Dengan menggunakan nama “Binusian2010” mengatakan kurang lebih “mahasiswa Binus bisa membuat lebih baik dari ini, hanya saja mereka ga didukung pemerintah.” Entah kenapa aku sebagai Binusian (dan 2010 pula) merasa ga suka dengan ungkapan seperti itu. Seolah-olah menunggu dari pemerintah supaya diperhatikan, padahal kalau mau membuat prestasi yang bagus itu yang penting ada niat dari diri sendiri. Ungkapan dari orang itu bukannya membela, tetapi justru malah membuat almamaternya makin jelek menurutku, kecuali yah kalau dia memang sengaja ingin membuat jelek almamaternya. Untuk link nya, bisa dilihat di sini, dan semoga saja belum nambah lagi commentnya dan berubah (kalau berubah, coba ke halaman yang paling akhir).

This entry was last modified on: July 19th, 2009 at 22:04

Secuil Kisah Ujian Akhir Semester 6 dan Pemilu Presiden

Sekian lama ga nulis blog akhirnya hari ini bisa nulis blog lagi soalnya kemaren-kemaren sempat sibuk karena ujian akhir semester alias UAS. Bukan cuma sibuk karena itu doang sih, tapi juga karena adanya proyek buat Kerja Praktek ditambah lagi dengan persiapan skripsi non-kelas (kerennya sih non-class) yang aku ambil di Applied Technology Laboratory alias ATL. Skripsi agak berbeda dengan jalur skripsi kelas karena harus lebih banyak persiapan, baik dari sisi aturan, maksudnya musti bikin proposal, presentasi ke kajur, datangin Layanan Mahasiswa buat nyerahin surat-surat dan sebagainya, maupun juga dari sisi knowledge yang musti disiapin karena memang “katanya” skripsi non-kelas  lebih advanced daripada jalur kelas.

Selain dari itu, aku juga harus mengerjakan beberapa proyek freelance dan baru kemarin selesai satu, padahal masih menunggu banyak proyek lagi di depan mata. Hmmm, entah rasanya aneh juga sih yah, dulu waktu ga ada proyek itu benar-benar ga ada proyek sama sekali sampai ga jelas mau ngapain lagi. Tapi sekarang ada proyek langsung setumpuk. Lebih enak direpotin proyek daripada ga sih, soalnya kalau ada proyek pasti otak ini dilatih buat mikir dan badan juga dilatih buat gerak, paling ga buat selama liburan ini ga selalu bengong di rumah aja menatapi layar laptop, tapi bisa bolak-balik buat nemuin project manager nya. :D

Ngomong-ngomong soal ujian, rasanya kemarin itu agak lebih sulit dan membuat pesimistis bakal dapat IPS tinggi lagi seperti semester 5 kemarin. Semester 5 kemarin aku sempat memperoleh penghargaan karena IPS yang menyentuh 3.84 yang berarti di atas syarat untuk mendapat penghargaan yaitu 3.75. Tapi semoga aja kalaupun ga mendapat lagi penghargaan, IPK ku tetap naik dan IP semester ini juga tetap di atas 3.

Ditambah lagi kemarin ngerjain quiz online susulan karena waktu itu ikut lomba ke Bandung sampai ga bisa ikut lab Network Management. Aku kira nanti sebelum quiz online itu, penerangan singkat mengenai materi yang diajarkan waktu itu, ternyata quiz online langsung dijalankan. Konyolnya lagi, bukan cuma itu aja, bahkan software yang biasa dipakai di dalam lab Network Management juga ga disediakan, apalagi dokumentasinya. Great. Anggaplah ini ujian coding dengan sintaks-sintaks dan function yang belum kita tahu, tapi kita ga disediain compiler atau dokumentasinya sekalipun. Yah, ujung-ujungnya yang menulis apa aja deh yang mirip-mirip ama soal-soal berikutnya. Kalau soal nomor 3 bilang AAA, maka soal nomor satu saya jawab AAB, toh memang harusnya setau saya ga jauh-jauh kok jawabannya satu sama lainnya :) Lagian pengumuman quiz online susulannya juga dadakan di bagian News 2 hari sebelumnya dan aku baru tau 1 hari sebelumnya. Mana kemaren pas quiz online susulan itu juga cuma ada 2 orang, aku dan satu orang lagi yang quiz online susulan Jaringan Komputer. Dengar-dengar sih, dari 6 nilai quiz online, yang diambil cuma 5 nilai tertinggi aja. Harapan buat memperbaiki nilai di quiz online susulan sirna sudah, dan beruntung orang-orang lainnya yang harusnya ikut ujian susulan justru ga ikut. Paling ga, mereka ga harus merasa dikerjain kaya gini, atau ga perlu repot-repot saling celingak-celinguk karena ga tau jawabannya dan berpura-pura jadi “dewa” yang ngerjain soalnya cuma 5 menit kayak aku.

Yang penting: Semester 6 sudah berakhir. Yay. Dan liburan panjang telah menanti. Nay. :| Not really.

Sayangnya aku bukan orang yang suka berlibur panjang tanpa mengerjakan sesuatu yang berguna. Yah, setelah merasakan efek liburan panjang 2 tahun lalu ketika liburan setelah semester 2 yang penuh kegilaan dan akhirnya membuat muak karena 2 bulan ga ngapa-ngapain, akhirnya aku menyadari liburan tanpa melakukan apapun ga enak. Kalau pergi jalan-jalan malah menghabiskan uang, kalau main game online nanti malah addicted sampai sesudah liburan (apalagi setelah liburan ini mulai skripsi), kalau browsing doang ini mah udah jadi rutinitas harian, lalu apa yang aku lakukan supaya produktif? Yah tentu aja nerima project. :D Tahun lalu juga gitu sih. Mayan lah, malah dibikin stress sama proyek waktu itu. Hehehe… :D Tapi untungnya project nya ga perlu dicari-cari lagi soalnya masih ada project lanjutan dari yang sebelum liburan.

Ngomong-ngomong, liburan kali ini juga bertepatan ama Pilpres alias Pemilihan Presiden, dan ini merupakan yang pertama kali aku ikuti, setelah 1-2 bulan yang lalu ikut Pilleg alias Pemilihan Anggota Legislatif (itu singkatannya bikinan sendiri, jadi kebaca kayak pilek :p ). Seperti biasa, karena TPS nya ada di belakang rumah yah memang cuma sebentar doang di sana. Buat Pilpres kali ini juga ga merepotkan kaya Pilleg kemaren itu yang harus buka kertas sebanyak 4 lembar. Belum lagi kertasnya segede-gede lebih gede daripada orang yang mau nyoblos, ups, nyontreng. Buat Pilpres kali ini kertasnya cuma secuil, jadi tinggal buka lipatan sekali trus contreng lah calon pilihan kita dan akhirnya lipat lagi dan masukkan ke kotak suaranya. :) Proses di atas ga sampai 1 menit, bahkan ga sampai 15 detik juga malahan, lagipula tadi di TPS nya juga sepi dan cuma ada 4 orang yang mengantri, dan sekaligus langsung 4 orang juga yang masuk bilik suara buat nyontreng karena memang bilik suaranya ada 4. :D

Ah, akhirnya semester 6 lewat, ujian lewat, dan Pilpres pun lewat. Tapi bagaimanapun masih banyak hal yang menanti di masa depan. Ayo berjuang. Ciayo…

Rektor Baru Binus Periode 2009 – 2013

Udah lama sih berita simpang siur mengenai pemilihan rektor baru Binus beredar di kalangan mahasiswa. Bahkan sempat ada banner yang ditempel di Binusmaya beberapa waktu yang lalu selama beberapa bulan, dan tampaknya ga ada yang terlalu peduli dengan banner itu.

Berawal dari dengar-dengar gosip dari teman beberapa hari yang lalu, bahwa Pak Har ternyata terpilih jadi rektor baru, akhirnya aku iseng-iseng aja nyari lagi halaman pemilihan rektor yang ada di website Binus. Pak Har? Kesannya udah kenal aja yah? :D Tapi memang udah kenal sih soalnya waktu itu sempat dikenalkan ama Pak Henry, salah satu dosen Binus, hmm, manager proyek-ku tepatnya. Waktu itu aku dikenalkan dengan Pak Har di ATL sebagai direktur ATL Binus dan yang belakangan ini aku tahu bahwa beliau bertindak sebagai CIO alias Chief Information Officer untuk Binus.

Beberapa waktu yang lalu sempat juga terdapat acara pengukuhan Pak Har sebagai Guru Besar Binus University. Dan sekarang, beberapa bulan setelahnya sudah terpilih lagi menjadi rektor Binus terpilih untuk periode 2009 – 2013.

Anyway, untuk berita mengenai rektor baru Binus ini sendiri, bisa dilihat di www.binus.ac.id/pprbinus2009/.

Sebagai penjelasan aja bagi yang nanya-nanya “loh, sejak kapan terpilihnya dan kok kita ga dikasi kesempatan milih?”, jawaban singkatnya adalah bahwa pemilihan ini bukanlah pemilihan umum di mana mahasiswa dan dosen bisa ikut mencoblos seperti layaknya Pemilu Legislatif kemaren, dan tampaknya pemilihan dilakukan berdasarkan seleksi para petinggi Binus. Dan kenapa juga ga ada heboh-hebohnya mengenai berita ini bahwa udah ada rektor baru Binus? Jawabannya karena Pak Geraldus Polla masih bertindak sebagai rektor sekarang dan sampai tanggal 15 Agustus 2009. Yap, artinya tanggal 15 Agustus 2009 nanti baru terjadi transisi jabatan rektor Binus dan juga pelantikan rektor baru Binus.

Selamat buat Pak Har dan semoga dengan terpilihnya Pak Har sebagai Rektor Binus periode 2009-2013 bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadikan Binus sebagai salah satu World Class University.

Menjelang skripsi Binus

A: Oke, sebentar lagi skripsi.
B: So?
A: Yah, ga napa-napa sih, cuma mau bilang itu aja.
B: Emang kenapa dengan skripsi?
A: Itu nentuin KELULUSAN kita, bro. Kalau ga lulus skripsi mah nanti kita bakal jadi mahasiswa lagi lebih lama. Atau malah mahasiswa abadi.
B: Lalu kenapa kalau jadi mahasiswa lagi lebih lama? Bukannya enak yah jadi mahasiswa lagi, kan banyak teman, trus bisa sering jalan-jalan, banyak cowo dan cewe cakep juga di kampus kan?
A: Hey-hey-hey, emang enak hidup jadi mahasiswa, aku malah mau jadi di SMA lagi, tapi yah apa yang namanya hidup selalu berputar maju dan kita pun harus tetap melangkah maju biar ga ketinggalan, ‘kan? Selain itu kita juga harus berusaha mencari penghasilan karena kita ga mungkin tergantung dari orang lain melulu, dalam hal ini orang tua. Kalau jadi mahasiswa kan bayar duit mulu buat perguruan tingginya.

Apa yang tertulis di atas hanya ilustrasi belaka, apakah benar tidaknya sampai saat ini masih aku pertanyakan ke diriku sendiri. :D

Skripsi menjadi satu persyaratan buat lulus di tingkat perguruan tinggi. Memang skripsi sendiri ga selalu menjadi syarat mutlak untuk lulus dan diakui sebagai seorang sarjana, ada juga perguruan tinggi lainnya yang meluluskan mahasiswanya dengan melakukan kerja praktek atau magang. Tapi tentu saja, bisa dipastikan lebih dari 80% mahasiswa lulus dengan jalur skripsi tidak terkecuali dengan mahasiswa-mahasiswi di Binus tempatku kuliah saat ini.

Skripsi, dari kata dasarnya adalah script, yang berarti “tulisan” memiliki arti kurang lebih adalah sebuah karya tulis ilmiah dari mahasiswa sebagai salah satu jalan meraih gelar sarjana. Karya tulis ini bisa dibuat dengan melakukan penelitian terhadap suatu hal, atau dengan mencoba menerapkan teknologi baru yang mungkin saja suatu waktu nanti berguna untuk orang-orang lainnya. Tanpa disadari, topik skripsi yang kita ambil juga akan menentukan nilai akhir dan peluang sewaktu kita bekerja nanti (tapi yah, mau dikata apa, untuk bekerja di Indonesia yang penting lulus aja dulu deh).

Di Binus sendiri, untuk jurusan TI (dan aku rasa juga jurusan lainnya) terdapat 2 jalur skripsi yang berbeda yaitu skripsi class dan skripsi non-class. Seperti namanya, skripsi class memiliki sistem yang mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan dosen pembimbing. Mahasiswa tidak perlu repot-repot mengatur jadwal pertemuan dengan dosen pemimbing, tidak perlu kecewa karena ternyata dosennya sibuk dan ga bisa memberikan bimbingan skripsi, dan yang pasti jadwal kelasnya sudah fixed alias tetap. Topik skripsi pun merupakan topik yang umum, sehingga sewaktu sidang skripsi nanti tentu akan menjadi hal umum juga bagi para dosen penguji untuk menanyakan hal-hal yang mematikan, dan yang berarti agak sulit mendapatkan nilai sempurna. Penyebabnya adalah pengerjaan skripsi yang terlalu umum dan mengundang pertanyaan yang kadang ga bisa dijawab karena udah lupa dengan kuliah-kuliah yang didapat sebelumnya.

Untuk skripsi non-class justru kebalikan dari skripsi class. Topik-topik yang disediakan adalah topik yang advanced alias susah. Dan menjadi perjuangan karena kita harus mengejar sendiri dosen pembimbingnya. Tapi semuanya terjamin karena umumnya skripsi non-class menjamin nilai yang baik pula, tentu dengan syarat skripsi bisa diselesaikan dengan baik juga. Dengar-dengar sih kebanyakan dosen penguji akan bingung bertanya di sidang nanti berhubung topiknya advanced dan sebagian besar belum dimengerti oleh sang dosen. Salah satu pihak yang menyediakan topik untuk skripsi non-class adalah IT Directorate Binus atau Applied Technology Laboratory (ATL).

Aku sendiri akan mencoba untuk mengambil skripsi non-class ATL bersama kelompokku karena ada topik yang menarik di sana dan semoga saja bisa mendapatkannya. Hmmm, tadi aku tulis kelompok yah? Oh iya, satu lagi yang perlu diketahui bahwa mahasiswa Binus diharapkan memiliki satu kelompok skripsi yang jumlahnya maksimal 3 orang. :D Mungkin tujuannya supaya bisa bekerja sama dengan baik, atau mungkin karena mahasiswanya kebanyakan.

Oke deh, itu aja yang aku tahu soal skripsi di Binus. Buat anak-anak semester 6 sekarang, ayo semangat buat menghadapi skripsi. :D