Posts Tagged ‘kuliah’

Finally, S.Kom

Setelah 3,5 tahun menempuh jenjang perkuliahan, 3,5 tahun setelah lulus jenjang SMA, 3,5 tahun setelah merasakan sulitnya bolak-balik ke tempat yang nun jauh ke sono (soalnya sekolahku dulu ga pernah ada yang jaraknya lebih dari 5 menit perjalanan), juga 3,5 tahun yang penuh penderitaan, darah, keringat dan pengorbanan (ini hiperbola), akhirnya saat-saat ini tiba juga. Jreng-jreng… WISUDA.

Pada tanggal 12 Juni 2010, acara Wisuda ke-42 Binus University digelar di Jakarta Convention Center alias JCC atau Balai Sidang Jakarta. Semua datang memakai jubah yang disebut toga. Wisudawan wanita memakai kebaya dan dandanannya pada woow… Wisudawan pria memakai kemeja putih lengan panjang, celana panjang hitam, ditambah dasi kupu-kupu.

(more…)

Sepatah-Dua Patah Kata dari Orang (Sok) Sibuk

Ini bulan apa yah? Juni? OMG!!! Mari kita liat berapa banyak post yang di-publish di bulan Mei kemaren? NOL? Nice. :cool:

Yap, lama-lama blog ini keliatan hampir ga terurus lagi. Mungkin ada yang bingung, sebenarnya apa sih yang aku lakukan sampai akhirnya aku ga menulis apapun selama 1 bulan belakangan? Memangnya aku udah kerja? Di mana? Hmmm. Aku akan coba jawab di sini.

Alasannya sama seperti posting sebelumnya, sibuk dengan berbagai macam project. Okay, I have to finish 3 projects now, 2 which are web based projects, another one is combination between web and desktop. Project-project ini sendiri sudah cukup lama digarap. Dari 2 project, satu projectnya memang aku garap sejak awal sebagai developer. Satu project lagi dicemplungin di tengah-tengah sebagai “jin” (istilah baru). :) Sedangkan satu project terakhir yang merupakan gabungan antara web dan desktop merupakan project yang digarap dari “awal” juga.

(more…)

This entry was last modified on: June 7th, 2010 at 0:32

Catatan Akhir Februari 2010: Sidang Skripsi

Satu bulan berlalu lagi. Dan sekali lagi aku cuma menulis blog sekali dalam satu bulan ini. Hehehe…

Yang jelas bulan ini merupakan salah satu bulan yang cukup berarti bagiku. Dan aku yakin juga merupakan bulan yang sangat berarti bagi kebanyakan teman-teman seangkatanku yang kuliah di Binus. Yap, bulan ini merupakan bulan penentuan dari apakah kami lulus atau tidak untuk mendapatkan gelar S1 alias Sarjana melalui sebuah proses yang dinamakan sidang skripsi. Yah, walaupun ada beberapa yang sudah mulai mendapat giliran sidang sejak awal akhir Januari kemaren sih.

Oke, untuk bulan ini aku cuma akan membicarakan tentang sidang saja dulu.

Sidang skripsi atau sidang pedadaran merupakan salah satu syarat yang harus dilalui oleh para mahasiswa Binus University jurusan Teknik Informatika untuk lulus dan layak wisuda untuk mendapatkan gelar S.Kom alias Sarjana Komputer. Tentu saja syarat lainnya adalah lulus semua mata kuliah yang diambil dengan minimal jumlah SKS kelulusan 146 SKS dan juga syarat-syarat lainnya yang agak ribet kalau dijelaskan di sini. Yang jelas tetap saja hal-hal selain sidang hanya dipandang sebelah mata saja sampai suatu ketika kita sadar ternyata syaratnya kurang untuk layak wisuda.

Selama satu semester (entah itu semester 7 atau semester 8, atau malah semester lebih lanjut lagi) kita menghadapi apa yang disebut penulisan skripsi. Di Binus sendiri ada yang disebut dengan skripsi kelas, yaitu skripsi yang sudah diatur jadwalnya dengan topik-topik yang biasanya tidak terlalu sulit, dan ada pula disebut dengan skripsi non-kelas yang merupakan skripsi dengan topik-topik di luar topik-topik umum skripsi kelas. Biasanya topik-topik skripsi non-kelas sifatnya harus unik, walaupun terkadang ada juga skripsi kelas yang salah jalur dan akhirnya masuk ke skripsi non-kelas. Alhasil beberapa orang yang salah jalur itu harus berakhir tragis di meja sidang.

Ah, yang perlu diketahui, dan ini memang cukup unik dibandingkan dengan skripsi di perguruan tinggi lainnya yaitu skripsi dilakukan secara berkelompok. Beberapa “kelompok” memang hanya berisi satu orang saja, tetapi ini sangat jarang terjadi. Dan pastinya kalau orang yang masuk perguruan tinggi lainnya akan berpikir “ga mutu amat skripsi berkelompok gitu”. Oke, ini memang benar-benar ungkapan nyata yang sempat dilontarkan temanku dulu ketika dia mendengar soal hal ini. Bagaimanapun juga, skripsi secara berkelompok punya sisi positifnya, yaitu melatih mahasiswa untuk membagi tugasnya dengan baik dan melatih mahasiswa agar dapat bekerja sama, tapi tidak saling menjatuhkan selama penulisan skripsi, bahkan sampai sidang. Kelompokku terdiri dari 3 orang, yaitu aku sendiri, Adrian, dan Dedy.

Kali ini kami mengambil skripsi non-kelas. Kami mengambil skripsi jalur Applied Technology Laboratory, atau yang biasanya disebut ATL yang kebanyakan penelitiannya cukup menantang dan unik. Sisi unik dari penelitian yang kami kerjakan ini adalah melibatkan 2 kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang, sehingga totalnya 6 orang. Kelompok kami menangani software dan server, sedangkan kelompok satunya lagi berasal dari jurusan Sistem Komputer menangani komunikasi hardware dan juga micro-controller. Pertamanya memang sempat agak ragu bahwa skripsi ini bisa berjalan dengan mulus, apalagi sewaktu mengajukan proposal ke Ketua Jurusan sempat diwanti-wanti bahwa kelompok kami akan sangat bergantung dengan kelompok hardware, di mana bila satu kelompok mengalami kendala sampai penelitian berjalan di tempat atau stagnan, maka penelitian kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, memang sempat terjadi masalah karena komunikasi antara server dan micro-controller tidak dapat dilakukan. Setelah perjuangan keras pada akhir tahun, di mana beberapa di antara kami tidak liburan tetapi malah mengerjakan skripsi, akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Pertama, terdapat masalah pada port Ethernet yang kendor yang terdapat di papan micro-controller. Kedua, setelah mencoba-coba memakai TCP/IP stack yang disediakan di internet secara berulang kali dan gagal, akhirnya kami pun mencoba membaca lagi source code yang disediakan oleh vendor micro-controller nya. Awalnya kami tidak mengira bahwa source code contoh tersebut juga menyertakan header untuk mengolah TCP/IP, dan aku akui bahwa source code di sana cukup sulit karena termasuk low-level, alhasil kami sempat meninggalkan source code itu untuk sementara sebelumnya.

Setelah aplikasi berhasil dijalankan, percobaan pun dilakukan dan sukses. Penulisan pun bisa dilaksanakan walaupun ada beberapa masalah yang membuatku agak kurang sreg dengan penulisannya. Tapi aku sebisa mungkin mencegah terjadinya banyak perubahan di sana, kecuali memang ada proses yang salah dan ga mungkin bisa dibantah. Oke, akhirnya setelah melalui beberapa revisi, softcover pun dicetak dan dikumpulkan. Selanjutnya kami menunggu sidang. Muncullah pengumuman di Binusmaya, bahwa sidang kami diadakan pada tanggal 18 Februari 2010.

Sayangnya kelompok hardware harus memperpanjang skripsi mereka selama 1 semester. Walaupun skripsi kami meneliti hal yang kurang lebih sama, akan tetapi ada beberapa hal yang harus berbeda sesuai dengan permintaan jurusan. Bila kelompok kami berhasil menyelesaikan semuanya, kelompok hardware masih harus menyelesaikan beberapa hal lagi. Tapi yang jelas kelompok mereka sudah banyak membantu kelompok kami selama pengerjaan skripsi ini. Kami pun masih akan membantu kelompok hardware untuk meneruskan skripsinya. :)

Satu hari sebelum sidang, aku sempat kesulitan tidur. Padahal sudah berusaha menenangkan diri dan optimis bahwa sidang besok pasti akan lulus, tanpa melihat nilainya sih. Mungkin terlalu excited dan merasa tertantang, atau justru takut ga lulus, aku sendiri ga mengerti apa yang aku pikirkan malam itu. Setelah beberapa saat mencoba memejamkan mata, akhirnya aku terlelap juga dan bangun pada pagi harinya.

Tanggal 18 Februari 2010, berangkat ke kampus pukul 11.00 dan ternyata di sana masih sangat sepi. Satu kelompok yang juga skripsi ATL sedang menunggu sidang waktu itu. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mendapat kabar bahwa penguji untuk sidang kelompok kami adalah Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan hal ini terbukti setelah papan nama penguji dipasang di meja ruang sidang. Perlu diketahui bahwa dalam satu jadwal sidang selama 4 jam (2 shift), terdapat 3 kelompok yang akan menjalani sidang. Ketika sidang berlangsung, 2 kelompok lainnya harus berada di luar ruangan, sedangkan semua anggota kelompok akan disidang sekaligus.

Kelompok kami merupakan kelompok pertama yang harus menjalani sidang di shift tersebut. Beruntunglah kami mendapatkan giliran pertama, paling ga kita ga perlu lagi deg-degan menunggu kelompok lainnya sidang terlebih dahulu sehingga bebannya sudah lebih diringankan. Sidang ini cukup santai karena pengujinya juga tidak terlalu “killer” dibanding dengan sidang yang selama ini aku tonton. Pertanyaan-pertanyaannya dapat aku jawab dengan baik, dan untungnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sempat aku baca sebelumnya di softcover yang aku buat. Alhasil setelah lebih dari 5 menit sesi presentasi dan 1 jam lebih sesi tanya jawab, sidang untuk kelompok kami pun selesai, dan kami pun diminta untuk menunggu di luar.

Setelah menunggu 2 kelompok lainnya selesai disidang dan juga para penguji mendiskusikan nilai kami, sampai lebih dari pukul 17.30, kami pun diminta masuk lagi untuk dibacakan hasil sidangnya. Dan yang cukup mengejutkan, kami aku dan satu temanku mendapatkan nilai A, sedangkan satu lagi mendapat nilai B. Hal ini menggembirakan karena sebelumnya targetku paling tinggi hanyalah B, dan standarnya adalah C alias yang penting lulus dulu.

Walaupun lulus dengan nilai yang memuaskan, ternyata kejadian setelahnya justru malah membuatku ga merasa senang di hari itu. Yah, lebih baik kejadian itu tidak diceritakan daripada mengorek-ngorek lagi dan akhirnya bikin ga menyenangkan lagi. :D

Dan yang mengerikan selanjutnya adalah menunggu nilai UAS diumumkan. Sebenarnya nilai UAS ini yang lebih membuatku takut daripada sidang yang telah aku jalani. Seperti yang aku tulis tadi bahwa untuk sidang ini aku sudah yakin akan lulus tanpa melihat nilainya. Setelah menunggu 1 minggu lebih, nilai pun diumumkan. Dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa aku “lulus”, dan lagi-lagi semua nilainya lebih tinggi dari targetku sebelumnya.

Ups, kenapa “lulus” itu masih dikutip? Karena saat ini kami harus mengejar pengumpulan hardcover yang maksimal waktunya 2 minggu setelah sidang, tepatnya 4 Maret 2010 ini. Yang jelas, memperbaiki tulisan softcover untuk dijadikan hardcover selama 2 minggu tentu sudah lebih ringan dibanding menulis softcover dan membuat aplikasi selama 6 bulan lamanya.

Sekarang kami tinggal menunggu wisuda saja yang katanya akan diadakan pada pertengahan tahun ini, entah Juni, Juli atau Agustus. Beberapa temanku sudah mulai mencari kerja, bahkan ada yang sudah bekerja sejak sebelum sidang, beberapa lainnya pulang ke kampung halamannya, ada juga yang mendaftar untuk program master atau S2, sisanya lagi masih menganggur dan berlibur untuk menikmati hidup yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sendiri saat ini masih ingin fokus ke proyek-proyekku sebagai freelancer dan memanfaatkan waktu ini untuk belajar lebih banyak lagi. Sudah saatnya kami semua bebas dari dunia kami sendiri dan terjun ke dunia yang lebih luas dengan pilihan hidup yang lebih beragam lagi.

Ayo, sekarang saatnya kita berjuang menghadapi “ujian-ujian” lainnya yang ada di depan mata dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan selamat 3 sampai 4 tahun ini! ;)

This entry was last modified on: March 2nd, 2010 at 19:46

Secuil Kisah Ujian Akhir Semester 6 dan Pemilu Presiden

Sekian lama ga nulis blog akhirnya hari ini bisa nulis blog lagi soalnya kemaren-kemaren sempat sibuk karena ujian akhir semester alias UAS. Bukan cuma sibuk karena itu doang sih, tapi juga karena adanya proyek buat Kerja Praktek ditambah lagi dengan persiapan skripsi non-kelas (kerennya sih non-class) yang aku ambil di Applied Technology Laboratory alias ATL. Skripsi agak berbeda dengan jalur skripsi kelas karena harus lebih banyak persiapan, baik dari sisi aturan, maksudnya musti bikin proposal, presentasi ke kajur, datangin Layanan Mahasiswa buat nyerahin surat-surat dan sebagainya, maupun juga dari sisi knowledge yang musti disiapin karena memang “katanya” skripsi non-kelas  lebih advanced daripada jalur kelas.

Selain dari itu, aku juga harus mengerjakan beberapa proyek freelance dan baru kemarin selesai satu, padahal masih menunggu banyak proyek lagi di depan mata. Hmmm, entah rasanya aneh juga sih yah, dulu waktu ga ada proyek itu benar-benar ga ada proyek sama sekali sampai ga jelas mau ngapain lagi. Tapi sekarang ada proyek langsung setumpuk. Lebih enak direpotin proyek daripada ga sih, soalnya kalau ada proyek pasti otak ini dilatih buat mikir dan badan juga dilatih buat gerak, paling ga buat selama liburan ini ga selalu bengong di rumah aja menatapi layar laptop, tapi bisa bolak-balik buat nemuin project manager nya. :D

Ngomong-ngomong soal ujian, rasanya kemarin itu agak lebih sulit dan membuat pesimistis bakal dapat IPS tinggi lagi seperti semester 5 kemarin. Semester 5 kemarin aku sempat memperoleh penghargaan karena IPS yang menyentuh 3.84 yang berarti di atas syarat untuk mendapat penghargaan yaitu 3.75. Tapi semoga aja kalaupun ga mendapat lagi penghargaan, IPK ku tetap naik dan IP semester ini juga tetap di atas 3.

Ditambah lagi kemarin ngerjain quiz online susulan karena waktu itu ikut lomba ke Bandung sampai ga bisa ikut lab Network Management. Aku kira nanti sebelum quiz online itu, penerangan singkat mengenai materi yang diajarkan waktu itu, ternyata quiz online langsung dijalankan. Konyolnya lagi, bukan cuma itu aja, bahkan software yang biasa dipakai di dalam lab Network Management juga ga disediakan, apalagi dokumentasinya. Great. Anggaplah ini ujian coding dengan sintaks-sintaks dan function yang belum kita tahu, tapi kita ga disediain compiler atau dokumentasinya sekalipun. Yah, ujung-ujungnya yang menulis apa aja deh yang mirip-mirip ama soal-soal berikutnya. Kalau soal nomor 3 bilang AAA, maka soal nomor satu saya jawab AAB, toh memang harusnya setau saya ga jauh-jauh kok jawabannya satu sama lainnya :) Lagian pengumuman quiz online susulannya juga dadakan di bagian News 2 hari sebelumnya dan aku baru tau 1 hari sebelumnya. Mana kemaren pas quiz online susulan itu juga cuma ada 2 orang, aku dan satu orang lagi yang quiz online susulan Jaringan Komputer. Dengar-dengar sih, dari 6 nilai quiz online, yang diambil cuma 5 nilai tertinggi aja. Harapan buat memperbaiki nilai di quiz online susulan sirna sudah, dan beruntung orang-orang lainnya yang harusnya ikut ujian susulan justru ga ikut. Paling ga, mereka ga harus merasa dikerjain kaya gini, atau ga perlu repot-repot saling celingak-celinguk karena ga tau jawabannya dan berpura-pura jadi “dewa” yang ngerjain soalnya cuma 5 menit kayak aku.

Yang penting: Semester 6 sudah berakhir. Yay. Dan liburan panjang telah menanti. Nay. :| Not really.

Sayangnya aku bukan orang yang suka berlibur panjang tanpa mengerjakan sesuatu yang berguna. Yah, setelah merasakan efek liburan panjang 2 tahun lalu ketika liburan setelah semester 2 yang penuh kegilaan dan akhirnya membuat muak karena 2 bulan ga ngapa-ngapain, akhirnya aku menyadari liburan tanpa melakukan apapun ga enak. Kalau pergi jalan-jalan malah menghabiskan uang, kalau main game online nanti malah addicted sampai sesudah liburan (apalagi setelah liburan ini mulai skripsi), kalau browsing doang ini mah udah jadi rutinitas harian, lalu apa yang aku lakukan supaya produktif? Yah tentu aja nerima project. :D Tahun lalu juga gitu sih. Mayan lah, malah dibikin stress sama proyek waktu itu. Hehehe… :D Tapi untungnya project nya ga perlu dicari-cari lagi soalnya masih ada project lanjutan dari yang sebelum liburan.

Ngomong-ngomong, liburan kali ini juga bertepatan ama Pilpres alias Pemilihan Presiden, dan ini merupakan yang pertama kali aku ikuti, setelah 1-2 bulan yang lalu ikut Pilleg alias Pemilihan Anggota Legislatif (itu singkatannya bikinan sendiri, jadi kebaca kayak pilek :p ). Seperti biasa, karena TPS nya ada di belakang rumah yah memang cuma sebentar doang di sana. Buat Pilpres kali ini juga ga merepotkan kaya Pilleg kemaren itu yang harus buka kertas sebanyak 4 lembar. Belum lagi kertasnya segede-gede lebih gede daripada orang yang mau nyoblos, ups, nyontreng. Buat Pilpres kali ini kertasnya cuma secuil, jadi tinggal buka lipatan sekali trus contreng lah calon pilihan kita dan akhirnya lipat lagi dan masukkan ke kotak suaranya. :) Proses di atas ga sampai 1 menit, bahkan ga sampai 15 detik juga malahan, lagipula tadi di TPS nya juga sepi dan cuma ada 4 orang yang mengantri, dan sekaligus langsung 4 orang juga yang masuk bilik suara buat nyontreng karena memang bilik suaranya ada 4. :D

Ah, akhirnya semester 6 lewat, ujian lewat, dan Pilpres pun lewat. Tapi bagaimanapun masih banyak hal yang menanti di masa depan. Ayo berjuang. Ciayo…

Selanjutnya, apalagi?

Ga terasa sudah masuk ke semester 6 sejak 3 hari yang lalu. Hanya tinggal 1 semester atau tepatnya 1 tahun lagi untuk mencapai kelulusan dari Binus dan mendapat gelar, itupun kalau ga ada halangan sama sekali. Kalau aku sekarang bertindak sebagai anak SMA (sekalian mengenang masa SMA dulu), berarti aku sudah duduk di kelas 3 SMA dan menapaki semester kedua yang berarti Ujian Akhir Nasional (UAN) yang mengerikan bagi sebagian besar anak SMA itu sudah dekat. :pinch:

Dan memang sama seperti analogi anak SMA itu, aku pun harus semakin giat mengingat kesempatanku untuk memperbaiki IP sudah tinggal sedikit yaitu hanya semester ini dan semester selanjutnya yang merupakan semester terakhir. Selanjutnya bila anak SMA mulai mencari-cari di mana universitas yang akan dipilih, maka aku di sisi lain juga harus ling-lung karena pekerjaan apa yang akan aku cari. Apalagi sekarang ini sedang heboh-hebohnya yang namanya “krisis ekonomi global” yang melanda semua negara, ga terkecuali Indonesia. Selain itu juga harus bersaing dengan sekitar 1000 orang lulusan S1 TI Binus yang masih fresh graduate, belum lagi ditambah dengan puluhan ribu lulusan untuk jurusan yang sama dari perguruan tinggi lainnya.

(more…)

Idealist?

Belakangan di kala sibuk dengan segala macam tugas dan proyek baik proyek lab, kuliah ataupun proyek nyata, aku malah sempat-sempatnya mendengar mengenai sesuatu yang mungkin menyesakkan dada sebagian orang. Yah, menyesakkan dada bagi orang-orang yang mau bekerja keras untuk meraih sesuatu yang diinginkan, tapi mungkin sesuatu yang lumrah bagi orang-orang yang punya segalanya (dalam kasus kalau uang adalah segalanya). Kita namakan saja fenomena “membeli proyek”.

Oke lah, bagi perusahaan-perusahaan yang membeli jasa untuk mengerjakan sebuah program atau situs web karena mereka pada dasarnya berjalan pada bidang komersil. Tapi bagaimana bila seseorang atau sekelompok orang yang merupakan mahasiswa yang seharusnya bertugas untuk belajar justru malah menugaskan orang lain untuk membuat tugasnya? Ditambah lagi dengan iming-iming uang. Mungkin bagi sebagian orang itu sudah menjadi hal yang ga aneh lagi dalam dunia pendidikan, khususnya sesama mahasiswa sendiri.

Aku sendiri sudah sering mendengar kasus jual beli proyek di kampusku dan sampai sekarang masih saja terjadi, termasuk juga pada angkatanku karena angkatan ku saat ini yang sudah menginjak semester 5 jurusan TI dihadapi dengan banyaknya proyek. Seperti pada paragraf sebelumnya, terdapat proyek lab dan proyek kuliah yang diberikan dosen sehingga sebagian besar mahasiswa “tidak sempat mengerjakan” proyek itu karena “kesibukannya”. Ironisnya bukannya mereka sibuk untuk belajar atau bekerja, tapi sibuk ke Warnet untuk bersenang-senang bersama dengan orang-orang “sibuk” lainnya.

(more…)

January is a busy month, 2009 is a busy year

Natal sudah lewat. Tahun Baru sudah lewat. Begitu juga sebuah jalan cerita baru sudah mulai dibuat di tahun ini. Dan post ini merupakan post yang mengawali tahun 2009 ini. Pertanyaan pun muncul, kenapa baru hari aku menulis sebuah entry baru setelah lebih dari 10 hari tidak menulis di sini?

Yah, walau tahun yang lalu merupakan tahun yang sibuk, ga bisa dipungkiri tahun ini juga akan menjadi tahun yang super sibuk. Bahkan bulan Januari ini saja sudah terlihat kesibukan itu, mulai dari berbagai tugas kuliah yang harus dikerjakan, tugas proyek lab, proyek website yang sedang aku garap sampai kepada ujian praktek dan teori yang akan dimulai sejak pertengahan bulan ini sampai awal Februari nanti. Rasanya jadi merindukan liburan yang ga ada beban. Tapi kalau dipikir-pikir tampaknya hampir mustahil untuk memilikinya mulai saat ini. Tampaknya harus bisa lebih bisa me-manage waktu dengan baik supaya bisa bersenang-senang di kala berkuliah dan bekerja (dan juga menyisakan sedikit waktu untuk menulis di sini ;) ).

Mungkin tulisan yang aku buat di bulan ini akan lebih sedikit dibanding dengan yang lain karena kesibukan itu. Berhubung juga belum ada ide mau menulis apa lagi. :p Hehehe… Tapi tentu saja aku akan berusaha untuk tetap menulis di kala sibuk supaya blog ini ga terlihat “mati permanen” cuma karena sibuk. Paling jauh hanya sampai tahap “mati suri”. Lagipula terdapat beberapa entry yang masih nyantol di bagian draft dan belum sempat aku lanjutkan, walau sebagian besar berhubungan dengan web development.

Oke deh, sekian aja kata sambutan untuk awal tahun ini. Hmmm, maksudnya untuk entry paling awal di tahun ini. :)