Posts Tagged ‘mahasiswa’

Menjelang skripsi Binus

A: Oke, sebentar lagi skripsi.
B: So?
A: Yah, ga napa-napa sih, cuma mau bilang itu aja.
B: Emang kenapa dengan skripsi?
A: Itu nentuin KELULUSAN kita, bro. Kalau ga lulus skripsi mah nanti kita bakal jadi mahasiswa lagi lebih lama. Atau malah mahasiswa abadi.
B: Lalu kenapa kalau jadi mahasiswa lagi lebih lama? Bukannya enak yah jadi mahasiswa lagi, kan banyak teman, trus bisa sering jalan-jalan, banyak cowo dan cewe cakep juga di kampus kan?
A: Hey-hey-hey, emang enak hidup jadi mahasiswa, aku malah mau jadi di SMA lagi, tapi yah apa yang namanya hidup selalu berputar maju dan kita pun harus tetap melangkah maju biar ga ketinggalan, ‘kan? Selain itu kita juga harus berusaha mencari penghasilan karena kita ga mungkin tergantung dari orang lain melulu, dalam hal ini orang tua. Kalau jadi mahasiswa kan bayar duit mulu buat perguruan tingginya.

Apa yang tertulis di atas hanya ilustrasi belaka, apakah benar tidaknya sampai saat ini masih aku pertanyakan ke diriku sendiri. :D

Skripsi menjadi satu persyaratan buat lulus di tingkat perguruan tinggi. Memang skripsi sendiri ga selalu menjadi syarat mutlak untuk lulus dan diakui sebagai seorang sarjana, ada juga perguruan tinggi lainnya yang meluluskan mahasiswanya dengan melakukan kerja praktek atau magang. Tapi tentu saja, bisa dipastikan lebih dari 80% mahasiswa lulus dengan jalur skripsi tidak terkecuali dengan mahasiswa-mahasiswi di Binus tempatku kuliah saat ini.

Skripsi, dari kata dasarnya adalah script, yang berarti “tulisan” memiliki arti kurang lebih adalah sebuah karya tulis ilmiah dari mahasiswa sebagai salah satu jalan meraih gelar sarjana. Karya tulis ini bisa dibuat dengan melakukan penelitian terhadap suatu hal, atau dengan mencoba menerapkan teknologi baru yang mungkin saja suatu waktu nanti berguna untuk orang-orang lainnya. Tanpa disadari, topik skripsi yang kita ambil juga akan menentukan nilai akhir dan peluang sewaktu kita bekerja nanti (tapi yah, mau dikata apa, untuk bekerja di Indonesia yang penting lulus aja dulu deh).

Di Binus sendiri, untuk jurusan TI (dan aku rasa juga jurusan lainnya) terdapat 2 jalur skripsi yang berbeda yaitu skripsi class dan skripsi non-class. Seperti namanya, skripsi class memiliki sistem yang mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan dosen pembimbing. Mahasiswa tidak perlu repot-repot mengatur jadwal pertemuan dengan dosen pemimbing, tidak perlu kecewa karena ternyata dosennya sibuk dan ga bisa memberikan bimbingan skripsi, dan yang pasti jadwal kelasnya sudah fixed alias tetap. Topik skripsi pun merupakan topik yang umum, sehingga sewaktu sidang skripsi nanti tentu akan menjadi hal umum juga bagi para dosen penguji untuk menanyakan hal-hal yang mematikan, dan yang berarti agak sulit mendapatkan nilai sempurna. Penyebabnya adalah pengerjaan skripsi yang terlalu umum dan mengundang pertanyaan yang kadang ga bisa dijawab karena udah lupa dengan kuliah-kuliah yang didapat sebelumnya.

Untuk skripsi non-class justru kebalikan dari skripsi class. Topik-topik yang disediakan adalah topik yang advanced alias susah. Dan menjadi perjuangan karena kita harus mengejar sendiri dosen pembimbingnya. Tapi semuanya terjamin karena umumnya skripsi non-class menjamin nilai yang baik pula, tentu dengan syarat skripsi bisa diselesaikan dengan baik juga. Dengar-dengar sih kebanyakan dosen penguji akan bingung bertanya di sidang nanti berhubung topiknya advanced dan sebagian besar belum dimengerti oleh sang dosen. Salah satu pihak yang menyediakan topik untuk skripsi non-class adalah IT Directorate Binus atau Applied Technology Laboratory (ATL).

Aku sendiri akan mencoba untuk mengambil skripsi non-class ATL bersama kelompokku karena ada topik yang menarik di sana dan semoga saja bisa mendapatkannya. Hmmm, tadi aku tulis kelompok yah? Oh iya, satu lagi yang perlu diketahui bahwa mahasiswa Binus diharapkan memiliki satu kelompok skripsi yang jumlahnya maksimal 3 orang. :D Mungkin tujuannya supaya bisa bekerja sama dengan baik, atau mungkin karena mahasiswanya kebanyakan.

Oke deh, itu aja yang aku tahu soal skripsi di Binus. Buat anak-anak semester 6 sekarang, ayo semangat buat menghadapi skripsi. :D

Bahkan Wikipedia sekalipun…

Sebagai orang-orang yang melek internet, tentu situs Wikipedia bukan lagi menjadi situs yang asing. Situs ensiklopedia yang bebas dipakai siapapun, bebas disunting siapapun, dan bebas diisi apapun (selama dalam ketentuan berlaku) ini bisa jadi menjadi santapan sehari-hari para siswa sekolah, mahasiswa bahkan sampai pekerja-pekerja yang mau mencari suatu referensi. Sampai saat ini situs tersebut memiliki lebih dari satu juta artikel, hanya untuk bahasa Inggris saja! Untuk bahasa-bahasa lain pun jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit.

Tentu saja dengan mudahnya mengakses internet belakangan ini, penggunaan referensi Wikipedia menjadi suatu hal yang lumrah. Bila ingin mencari suatu artikel, ketikkan di Google, maka umumnya Wikipedia berada di urutan paling atas. Di Wikipedia nya pun sendiri, kita tinggal memasukkan kata kunci ke box yang tersedia, dan alhasil dalam sekejap artikel bisa ditemukan. Dan bukan tidak mungkin artikel tersebut sudah cukup lengkap sehingga kita sering kali secara mentah-mentah mempercayai isi artikel tersebut.

Penulis sendiri merupakan seorang yang sering membaca-baca di Wikipedia bahkan beberapa kali membantu menyunting artikel di Wikipedia, tetapi jarang menggunakan Wikipedia sebagai referensi dari tulisan-tulisannya. Seperti keterbukaan Wikipedia dalam menerima artikel yang dibuat orang, maka Wikipedia juga terbuka untuk diedit atau diubah oleh orang-orang lain, baik untuk memperbaiki kualitas artikel, atau hanya untuk vandalisme semata. Jadi jangan heran bila suatu hari isi dari artikelnya akan terbalik 180 derajat dengan yang dibaca sebelumnya.

(more…)

Indonesian’s Idle

Fiuh, hari ini hari yang panas buat ngeblog dan berdiam diri di rumah. Rasanya pengen bergentayangan ke mall atau ke tempat mana gitu yang ada AC nya biar ga keringetan kaya gini mulu. Apalagi belakangan memang bener-bener ga ada kerjaan, pengen nyari duit, tapi ga ada duit yang datang. Adanya malah buang-buang duit sekarang. Mana bentar lagi duit ditarik lagi buat bayar SKS di Binus. Eyaaahhh… (_ _ !)

Kalau mau dibilang selama 2 bulan belakangan benar-benar nganggur ga ada proyek, rasanya jenuh banget. Dulu pas ada proyek kan seru tuh, ngoding-ngoding seharian di depan lappie, dari bangun tidur sampe sesaat sebelum tidur, dan berulang lagi esok harinya. Sekarang? Kayanya malah jadi ga produktif (menyedihkan) :(

Ngomong-ngomong soal idle alias nganggur, gue belakangan juga bingung ama banyak hal yang berhubungan dengan Binus, mulai dari sistem pembelajarannya, kejadian-kejadian aneh yang ada di sono, sampe orang-orangnya. Tapi seperti kebanyakan orang, gue bakal lebih senang ngomongin orang lain dulu dibanding hal lainnya, so ini lah yang ingin gue omongin. :D

(more…)

Selanjutnya, apalagi?

Ga terasa sudah masuk ke semester 6 sejak 3 hari yang lalu. Hanya tinggal 1 semester atau tepatnya 1 tahun lagi untuk mencapai kelulusan dari Binus dan mendapat gelar, itupun kalau ga ada halangan sama sekali. Kalau aku sekarang bertindak sebagai anak SMA (sekalian mengenang masa SMA dulu), berarti aku sudah duduk di kelas 3 SMA dan menapaki semester kedua yang berarti Ujian Akhir Nasional (UAN) yang mengerikan bagi sebagian besar anak SMA itu sudah dekat. :pinch:

Dan memang sama seperti analogi anak SMA itu, aku pun harus semakin giat mengingat kesempatanku untuk memperbaiki IP sudah tinggal sedikit yaitu hanya semester ini dan semester selanjutnya yang merupakan semester terakhir. Selanjutnya bila anak SMA mulai mencari-cari di mana universitas yang akan dipilih, maka aku di sisi lain juga harus ling-lung karena pekerjaan apa yang akan aku cari. Apalagi sekarang ini sedang heboh-hebohnya yang namanya “krisis ekonomi global” yang melanda semua negara, ga terkecuali Indonesia. Selain itu juga harus bersaing dengan sekitar 1000 orang lulusan S1 TI Binus yang masih fresh graduate, belum lagi ditambah dengan puluhan ribu lulusan untuk jurusan yang sama dari perguruan tinggi lainnya.

(more…)