Posts Tagged ‘sakit’

Sehat itu susah ternyata

Setiap orang pasti ingin dirinya sehat. Siapa sih yang mau dirinya sendiri sakit? Walau begitu tentu ada saja orang yang mau menginginkan orang lain sakit. Dan yang pasti bila sedang jatuh sakit, rasanya tidak akan pernah enak daripada saat kita sehat. Makan menjadi ga nafsu, mau pergi jalan-jalan juga susah, orang lain jadi terganggu, belum lagi kita sendiri merasa ga enak karena menyusahkan orang lain atau membuat orang lain khawatir dengan keadaan kita (tentunya bagi yang merasa menyusahkan atau membuat khawatir orang lain).

Kalau sakit itu susah, lantas bagaimana kalau sehat? Yah, tentu saja lebih baik menjaga kesehatan daripada jatuh sakit. Tapi siapa bilang kalau mau sehat itu bisa lebih gampang beraktivitas daripada waktu kita sakit? :) Paling ga, kalau sehat kita ga perlu ikut mengantri minum air kobokan tangannya Ponari dan Batu Bertuah karya JoKo Guling-Guling (who?) yang terkenal itu.

(more…)

Tampaknya pintu itu masih tertutup

2 Comments The Romance

Sejak beberapa waktu yang lalu aku mengetuk pintu hatinya, aku mulai sedikit demi sedikit mengurangi kebekuan di antara kita berdua. Mulanya aku mengira pintu itu sudah mulai sedikit terbuka dan suasana sudah menjadi lebih hangat. Ternyata kebekuan itu masih ada.

Hari demi hari sebenernya diliat dari SMS yang kukirim kepadanya dan juga balasannya, tampaknya semua berjalan seperti biasa, bahkan melebihi perkiraanku.

Tetapi dalam 1 hari, yaitu hari ini, semua berubah sekejap. Sikapnya agak berbeda hari ini selama mengerjakan tugas di rumahku. Tidak seperti hari-hari sebelumnya ketika dia tampak lebih ceria dan bersemangat.

Apa karena dia sedang sakit? Atau karena apa yang terjadi di sekolahnya belakangan? Ataukah ada sesuatu yang disembunyikan? Sampai-sampai hari ini tidak tampak raut keceriaan itu lagi di wajahnya. Padahal siang harinya dia masih sempat mengirim SMS kepadaku sebagai konfirmasi bahwa dia bersama temannya mau ke rumahku hari ini. Yang lebih membuatku yakin pintu itu terbuka juga adalah saat dia membalas SMS ku malam sebelumnya.

Ataukah itu hanya pikiranku saja yang berlebihan mengingat saat ini kondisiku sedang tidak fit karena sakit juga?

Aku ga terlalu mengerti. Atau aku yang tak mau mengerti?

Apakah pikiranku terlalu banyak diisi oleh rasa khawatir dan takut akan kehilangan dia sampai-sampai setiap kata yang tidak terlalu dapat kuterima menjadikannya seakan-akan aku kembali ditolak oleh dirinya?

Ahh, sudahlah untuk hari ini. Masih banyak hari lainnya. Mungkin masih perlu waktu untuk mengetuk pintu itu dan menghangatkan suasana antara aku dan dia.

Lagipula aku sedang sakit, dan tampaknya perlu waktu untuk istirahat dari banyak pikiran.

Siapa yang salah?

3 Comments The Life

Tiga hari yang lalu, seperti biasa saya melakukan aktifitas saya yaitu pergi kuliah. Padahal waktu itu rada ga enak badan, tapi saya agak memaksakan untuk mengikuti kuliah karena ada tugas yang harus dikumpulkan. Bisa saja saya mengumpulkan tugas tersebut dengan menitip pada teman. Masalahnya, ga ada teman yang bisa dititipkan soalnya rumah mereka tidak ada yang benar-benar dekat dengan rumah saya. Daripada saya yang pergi ke rumah teman, yang sama aja lamanya saya pergi ke Binus, mending saya ke Binus-nya secara langsung donk.

Jam 11 saya pergi, jam 1 saya kembali. Perkuliahan cuma 2 jam karena pada jam berikutnya saya mendapat jadwal OFC. Pulang pun semua berjalan seperti biasa, sejak berjalan dari Binus sampai ke tempat mangkal B91 di pertigaan Batusari, kemudian dari bus sampai ke depan Mall Citraland juga berjalan lancar. bahkan sampai saya turun di depan CL. Akan tetapi semua berubah ketika saya berjalan kaki sampai di perempatan Grogol.

Saat itu setelah sampai di dekat halte yang memiliki jalan yang sempit, saya dihadapi dengan rasa sempit itu. Di sebelah kiri trotoar, ada seorang bapak dan ibu yang sedang mengobrol, sehingga memakan 1/3 badan trotoar. Di sebelah kanan ada bapak-bapak yang kalau dilihat-lihat kemungkinan tukang ojek atau preman di kawasan itu, dan saat itu dia juga sedang berbicara dengan bapak lainnya di luar trotoar. Karena badannya cukup besar, ia juga memakan 1/3 badan trotoar. Jadi sisa untuk pejalan kaki adalah 1/3, dan dengan lebar seperti itu, saya seharusnya bisa melewati jalan itu tanpa masalah, apalagi tidak ada orang dari arah berlawanan. Hanya sesaat sebelum melewati celah itu, tiba-tiba saja bapak yang berada di sisi kanan trotoar agak tertawa sambil memundurkan badan dan saat itu dia sedang membalikkan badan sehingga dia tidak dapat melihat saya. Pada saat itu saya sedang melangkah cukup cepat karena ingin segera istirahat di rumah mengingat saya masih sakit, dan tidak sempat mengelak ketika sang bapak tersebut tiba-tiba mengambil langkah mundur yang cukup signifikan. Alhasil, badannya pun tertabrak dengan badan saya.

Kemudian sambil berjalan, saya menengok ke belakang sambil melambaikan tangan dan mengucapkan ‘maaf’. Tapi sepertinya dia tidak mempedulikan itu seraya berkata “bangsat, picek ya!!”. :| Mendengar hal itu ya saya jalan aja terus daripada nanti timbul keributan atau yang enggak-enggak. Apalagi di daerah cukup banyak preman dan pengamen.

Jadi sebenarnya siapa yang salah di sini?

The day of ache

2 Comments The Life

Bermula dari kemaren aku merasa sakit perut. Hari ini juga. Berkali-kali ke WC tapi no output. Mungkin kah gara-gara invalid input. Maksudnya salah makan jadi ga ada yang keluar. :p

Setelah sakit perut lewat, langsung naik ke atas deh sakitnya. Naiknya ga tanggung-tanggung ampe ke kepala. Jadilah sakit kepala. Serasa diserang secara bertubi-tubi rasanya. Susah mikir. Kadang tiba-tiba “nyut” aja.

Saat sakit kepala sedang berlangsung, ditambah lagi saat di sekolah ada peristiwa rada ga mengenakan. Sekarang apa ya yang ada di pikiran dia? >_< Semoga dia ga berpikiran jelek soal ini, soalnya aku juga ga nyangka hal ini bisa terjadi. Untung ini terjadi saat saya mau pulang. Tapi tetap aja, bikin kepala tambah puyeng. Su’er dah!

This entry was last modified on: September 2nd, 2007 at 23:21

My voice was gone

Haiiiii… Dalam 3 hari terakhir leher terasa sakit.

Hari Jumat kemaren udah mulai kehilangan suara. Pas PMR jadi lebih sedikit ngomong. Tapi untuk dia, gue masih sanggup ngomong.

Hari Sabtu keadaannya bete banget. Apalagi pas Comptius di BHK. Anak programming bisa diajak kompromi dan gokil abis. Anak web design? Yeah, bikin semangat ngajar ga ada. Udah berkoar-koar sampe leher makin sakit juga diam aja. Kaga ada niat ngedengerin ya gue minta ganti aja yang ngajarnya. :( Pulangnya tenggorokan makin sakit, walau sempat nungguin dia dan ngobrol dikit juga. Karena tenggorokan sakit, pikiran pun jadi negative thinking mulu. Apalagi ditambah ama Comptius tadi. Arghhh… :cry:

Hari Sabtu malam, hari di mana puncak penderitaan dimulai. Hampir ga bisa keluarin suara dikitpun. Jadi males ngomong. Mending diam aja deh tuh malem. Menyesali karena ber-negative thinking pas paginya sama si dia padahal dia ngasih respons yang positif.

Hari ini, hari Minggu. Rasanya udah berkurang rasa sakitnya. Suarapun sudah sedikit kembali walau masih belum 100% normal. Yah, ga tau deh hari ini dia bakal minta bantuan atau ga buat install Corel Draw di komputernya. Kalau suara gue ga jelas pas lagi ngejelasin caranya lewat telepon, harus gimana dunk? Datang ke rumahnya kali ya? Maybe. Tadi sempat ada saudara yang nelpon, kayanya sih suara gue sendiri udah mulai kedengeran dan agak normal (sekitar 50% kali). Ya mungkin udah bisa berkomunikasi secara normal, ga kaya semalam. -_-;

Recover soon please…

I hate…

No Comments The Life

Yeah, i hate it… Apa yang gue benci? Yang gue benci adalah sejenis penyakit yang dinamakan batuk. Grrr…

Napa sih musti batuk? Padahal lagi saat UTS, party dan banyak urusan.

Wakzzz… Ada urusan yang belum selesai.

Arghhh.. udah dulu ah..

This entry was last modified on: May 13th, 2007 at 1:59

The worst was worsen

Today was a bad day for me. My flu was getting worse than yesterday, and maybe today was the worst (and I hope it was because I just past it). Before, I always said that this condition just normal condition and wouldn’t disturb my daily activity but just for today, just one day, I felt very terrible to have this flu even just for a short time. The flu not only made my body weakens, but also disturbs my mind and my spirit for awhile.

It was begun yesterday when I felt that the flu got worsens. Yesterday my friends went to play DotA on an internet café near Binus campus and on the other hand I played Valkyrie Profile 2 : Silmeria on my friend’s boarding house (klo ga tau artinya itu ‘rumah kost’) and acted as a guard for his room (what the???). But it was okay as long as I could do it when I played. I even didn’t feel the time flow from 3 PM until about 6 PM and never thought that I got flu. The problem started when all my friends just came home from internet café. As I stopped my concentration on the game, I started coughing over and over. When I asked them about one of my friend, then no one answer my question as I was just an annoying people that was better not to tell me the answer. Yeah, that was a sentence that just was thought by me.

The next day (today), when I just got up from sleep, I realize that the flu got worse than yesterday. Then when I followed lecture on Anggrek campus, I started thinking negatively again. “Nobody ever care with me and my condition, now I’m alone. They are leaving me”. As there were two break times between three shifts of lecture, I didn’t go with my friends to food court. I preferred to stay on class room waiting the break time finished. Then the thought started to disturb my mind again, “Nobody want to talk to me”. In the fact, many people talked to me and I just keep silent and don’t say any word to reply them. For the second shift, I even didn’t say a word to anyone until the second break when I realized that it was wrong to have such thought. It was not everyone who avoided me, but it was me who avoided them. Then I started speaking to my friends until the lecture finished. Now I think it’s better for me not to surrender my mind and my spirit to my sickness. I have to think positively even when I get a sickness.

And the last, I hope that I can recover from this sickness as soon as possible. But today is a really annoying day. In fact, one of my friends did something annoying today. I just want to write it down on this blog, but after thinking for awhile I prefer not to write it at all.

This entry was last modified on: July 26th, 2007 at 2:01