Posts Tagged ‘senior’

Prodigy on Everything?

3 Comments My Minds

Lately, if you read my blog entries, you will find that I struggle with my work project that seems like never-ending project. The project that began about a year ago and should be completed in about 4-5 months is postponed until now. Though I know the main issues that caused the project was delayed were management and personal relation, I still wonder if there were still other factors that involved.

The main problem might be my skills and my own thought. I must admit that I have higher technical skills than my teammates, also with more experiences rather than them. Having skills don’t always mean you are at the advantage, unless your skills are not too far from your teammates skills. When you have much better skills, everyone will find you can handle everything for them and even the hardest problems will be able to be solved by your superior skills. In the end, they just do what they think they can do, even far before they hit the limit.

Sometimes, you have to take the blame from your teammates when something goes wrong. Take the example, you are a senior engineer in your team, and all your teammates are a newbie in the industry, with zero skills. Even when they have skills, the skill just limited in simulation which happened when they take the course in college. The first responsibilities as a senior in your teams is to teach them, from just the bottom of the sea a.k.a. the basics, to the peak of mountain a.k.a advanced. This should be easy if you teach them once, and they get all the things you teach them before. The problems happen when everybody have different processing speed, the ones who are smart enough can learn fast, but the unlucky ones will have to stay behind. And usually it will be your fault if you leave your teammates behind.

You have better experience to them, so with better experience you are the perfect figure for them, and should not be fail when doing anything. Fail is for the newbie, success is for professional. Yeah, as if experience assures your success 100% of times. I can give you that 100% if you give the logic problems that I can always control, however when it comes to projects which have to deal with humans and their activities, even the most experienced people might still meet failure. Of course, they tend to have strategy to prevent and to mitigate the risk, but risks are still risks, which might or might not happens.

Well, that’s what I feel as a senior, but there is similar matter with worse condition: someone who doesn’t have experience and no skill, but still confident enough to blame you for everything without looking at the other factors that may cause the project fail, when at the same time place a blame to him / her self because he/she doesn’t push the teammates enough to do the best they can. Hey, you are not the one who should responsible and now after placing blame to other people, you blame yourself too? If you really want to take blame that much after blaming other people, why don’t you try to position yourself in that people place before blaming those people???

Okay, I need to calm my self or I might write bad things here. Sometimes I done the exact same things though, blaming people, and then feel guilty, sooooo… nevermind, it doesn’t matter.

Sure being skillful is nice, you can be proud by your skill, you can tell everyone that you are awesome, you can mock other people that they’re sucks at doing things (if you are cruel enough), you can sell your skills in the career life, and the list goes on and on and on… Even in the life-or-death condition, your skills may keep you alive when other people will say “good bye” first in this world, just imagine the zombie apocalypse. In reality, there is disadvantage when people have super high expectation about you, or perhaps some people might just use you for your high skills.

One more things that worth to note is that sometimes I believe I have all my skills simply because I’m a prodigy in this and that. Ughh, I must admit that this thought is the worst thought I always have. I’m in my mid 20 and still think I’m a prodigy? Being skillful is somehow burdening for your social life, and now to think myself is a prodigy, it’s like I take challenge myself far deeper.

This entry was last modified on: September 13th, 2014 at 9:01

Happy Birthday to You, the Sweet One

Inilah sebuah kisah mengenai sebuah hari yang spesial untuk seorang perempuan yang telah ada di hatiku sejak lama. Sebuah hari spesial yang hanya dirayakan setahun sekali. Yah, itulah hari ulang tahunnya. Dan hari itu jatuh tepat pada hari ini, 2 Maret.

Kisah ini terjadi berbarengan dengan sebuah event di PMR SMA BHK yaitu Persami II untuk calon angkatan 14 yang juga diadakan pada tanggal 1 sampai 2 Maret 2008 ini.

Berawal dari kegiatan yang biasanya dilakukan dalam setiap Persami khususnya Persami di luar sekolah yaitu di Cibubur, hari pertama diisi dengan kegiatan seperti praktek evakuasi serta acara-acara untuk mempererat persaudaraan antara junior dengan sesama anggota junior maupun junior dengan senior.

(more…)

This entry was last modified on: March 5th, 2008 at 0:24

The Sound of Memory on PMR

Banyak persami udah diikutin, tentu aja ada yang berkesan bagi gue.
Ini adalah memori mengenai Persami PMR gue.

Persami I Calang 10

Merupakan persami yang pertama kali gue ikutin. Persami ini diadain waktu gue kelas I dan gue masih junior banget. Waktu itu yang ikut persami ini lumayan banyak dan sebagian besar adalah cewe. Sedangkan cowonya cuma 4 orang yaitu gue, Wete, Peter, Karstein yang juga merupakan 4 cowo yang dilantik menjadi angkatan 10. Persami I ini diadain di SMA BHK. Yang paling gue inget tuh pas dipanggil n dibangunin tengah malem. Pertama-tama sih ga dingin, trus sampai di lapangan, wuiihh, dinginnya baru kerasa amit-amit. Dari sini gue mendapat sebutan “Aje” atau “AJ”. Trus pagi-paginya ke gereja sama-sama (yang ga pernah ada lagi setelah angkatan gue ini).

Persami II Calang 10

Inilah persami yang terakhir buat angkatan 10. Memang rada aneh sih kebijakan untuk persami II adalah persami terakhir. Waktu itu diadain di Cibubur. Yang berkesan itu waktu direndam dalam lumpur n disuruh ngangkat satu orang anggota kita sendiri melewati lumpur itu. Udah serem aja tuh ngangkatnya di lumpur. Untung akhirnya batal digotong lewat lumpur. Alhasil kita pun disuruh berendam walau ga pake gotong-gotongan. Ini sekaligus pertama kali gue berkemah di Cibubur.
Dengan selesainya persami ini, maka angkatan 10 dilantik dengan anggota 12 orang yaitu gue (William “AJ”), William “wete”, Peter, Karstein, Claresta, Clarista, Yenni, Levina, Fanny, Venesia, Beatrice dan Renny.

Persami I Calang 11

Pertama kali jadi senior di persami. Susah-susah gampang sih jadi senior. Susahnya lebih karena kita merupakan senior langsung dari junior yang kita bimbing. Persami ini diadain di Cibubur. Di sini sempat terjadi perselisihan karena kepengurusan Persami ini seharusnya masih ada di tangan senior yang lebih atas. Ga ada yang terlalu berkesan dalam persami ini kecuali rasa ngantuk yang luar biasa setelah Persami serta jaket gue yang hilang. Ohya, waktu perjalanan pulang kan lagi ngatuq-ngatuqnya tuh. Trus lucunya bisa berdiri sambil tidur gue. Hahaha…

Persami II Calang 11

Diadain di SMA BHK. Salah satu anggotanya digampar berkali-kali ama senior. Yah, kita juga rada menyesal karena hal ini. Seharusnya kita bisa memberitahu supaya ga ada permainan kekerasan fisik dalam persami ini. Tapi ternyata udah terlambat dan junior pun harus menerima “sentuhan” itu berkali-kali.

Persami III Calang 11

Diadain di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Di perjalanan, bus yang bawa kita ke gunung cuma nyampe setengah perjalanan trus ga mau melanjutkan perjalanan dengan alasan “mesin rusak”. Di satu pihak mereka mau dibayar penuh. Hampir berantem gara-gara ini. Akhirnya cuma bayar setengah, trus lanjutin perjalanan pake mikrolet.
Gue lupa bawa penghangat alias sweater. Untung Alex bawa sweater lebih jadi bisa gue pake. Dingin bukan kepalang ternyata nih. Malamnya, gue jadi penjaga api unggun dan tugas jaga barang bawaan. Junior-juniornya pada konyol abizzz di persami ini. Mo ketawa atau marah juga ga tau lah.
Pulangnya kita pake angkutan umum sambung-menyambung karena ga ada lagi jemputan dari bus yang kita pesan sebelumnya. Sampai di tujuan hampir jam 7 malem. Mungkin ini persami yang paling bermakna dalam ingatan gue.

Persami I Calang 12

Acaranya diadain di Cibubur. Lumayan banyak yang ikut. Waktu itu hujan deras ampe ada pohon yang tumbang. Bener-bener kelabakan hadapin hujan yang deras kaya gini. Akhirnya kita semua malamnya nginep di pendopo yang ada di dekat tempat yang kita pesan. Di persami ini gue menyadari bahwa Reynaldi ternyata merupakan orang yang siap sedia dengan “kantong Doraemon” di punggungnya alias ransel. Di sono isinya macem-macem n hampir lengkap.

Persami II Calang 12

Diadain di SMA BHK. Di sini gue merasa Niko jadi sering marah-marah. Padahal biasanya jarang banget. Sempat ngambil beberapa foto dengan kamera Kodak Z700 gue walau hasilnya ga gitu bagus, soalnya gelap banget. Di sini cuma ada 3 orang senior doank dari angkatan 10 ke atas. Sepinya…

Persami III Calang 12

Diadain di Cibubur lagi. Jaga pos mental sama Andrew n Levina. Yang ikutan di persami ini cuma 3 orang senior angkatan selain gue dan angkatan 11. Sepi banget kan?

Persami I Calang 13

Diadain di Cibubur lagi dan lagi. Semuanya terasa biasa-biasa aja. Tapi di sini, gue mulai suka ama salah seorang junior gue. Sampai sekarang masih ada perasaan itu.

Persami II Calang 13

Baru diadain kemaren malem. Melanjutkan perjuangan mengejar juniorku.^^ Hihihi… Ini persami yang pertama kali gue ikutin tidak dari awal soalnya gue ada urusan ama teman gue dulu sampai jam 23.30. Mendengar dengkuran satpam yang membahana di pintu gerbang sampai ke lapangan parkir. Ga ngerasa ngantuk selama di sekolah, tapi langsung tepar di rumah. Aneh…
Yang paling berkesan, ya, jaga pos ama si “dia”. Ahahahah..

Kenapa gue suka banget yang namanya persami? Ada beberapa alasan sebenarnya:

  • Yang pertama adalah karena gue bosen klo tidur di rumah gue doank. Klo bisa sih jangan tidur di rumah gue doank seumur hidup.
  • Yang kedua adalah karena gue suka dengan keramaian dan keakraban. Gue suka ketemu ama orang-orang yang udah gue kenal. Selain itu juga supaya bisa kenal lebih banyak orang.
  • Yang ketiga adalah gue merasa bahwa ada yang harus disampaikan ke junior baik junior yang udah jadi senior maupun junior yang masih benar-benar junior. Soalnya gue melihat ada beberapa kesalahan dalam penafsiran makna dalam pelaksanaan persami dari senior-senior yang lebih atas. Kadang kesalahan itu juga datang dari bawah.
  • Yang keempat adalah tentu karena “dia”. Xixixixixi…:p
This entry was last modified on: May 13th, 2007 at 1:57