Posts Tagged ‘skripsi’

Catatan Akhir Februari 2010: Sidang Skripsi

Satu bulan berlalu lagi. Dan sekali lagi aku cuma menulis blog sekali dalam satu bulan ini. Hehehe…

Yang jelas bulan ini merupakan salah satu bulan yang cukup berarti bagiku. Dan aku yakin juga merupakan bulan yang sangat berarti bagi kebanyakan teman-teman seangkatanku yang kuliah di Binus. Yap, bulan ini merupakan bulan penentuan dari apakah kami lulus atau tidak untuk mendapatkan gelar S1 alias Sarjana melalui sebuah proses yang dinamakan sidang skripsi. Yah, walaupun ada beberapa yang sudah mulai mendapat giliran sidang sejak awal akhir Januari kemaren sih.

Oke, untuk bulan ini aku cuma akan membicarakan tentang sidang saja dulu.

Sidang skripsi atau sidang pedadaran merupakan salah satu syarat yang harus dilalui oleh para mahasiswa Binus University jurusan Teknik Informatika untuk lulus dan layak wisuda untuk mendapatkan gelar S.Kom alias Sarjana Komputer. Tentu saja syarat lainnya adalah lulus semua mata kuliah yang diambil dengan minimal jumlah SKS kelulusan 146 SKS dan juga syarat-syarat lainnya yang agak ribet kalau dijelaskan di sini. Yang jelas tetap saja hal-hal selain sidang hanya dipandang sebelah mata saja sampai suatu ketika kita sadar ternyata syaratnya kurang untuk layak wisuda.

Selama satu semester (entah itu semester 7 atau semester 8, atau malah semester lebih lanjut lagi) kita menghadapi apa yang disebut penulisan skripsi. Di Binus sendiri ada yang disebut dengan skripsi kelas, yaitu skripsi yang sudah diatur jadwalnya dengan topik-topik yang biasanya tidak terlalu sulit, dan ada pula disebut dengan skripsi non-kelas yang merupakan skripsi dengan topik-topik di luar topik-topik umum skripsi kelas. Biasanya topik-topik skripsi non-kelas sifatnya harus unik, walaupun terkadang ada juga skripsi kelas yang salah jalur dan akhirnya masuk ke skripsi non-kelas. Alhasil beberapa orang yang salah jalur itu harus berakhir tragis di meja sidang.

Ah, yang perlu diketahui, dan ini memang cukup unik dibandingkan dengan skripsi di perguruan tinggi lainnya yaitu skripsi dilakukan secara berkelompok. Beberapa “kelompok” memang hanya berisi satu orang saja, tetapi ini sangat jarang terjadi. Dan pastinya kalau orang yang masuk perguruan tinggi lainnya akan berpikir “ga mutu amat skripsi berkelompok gitu”. Oke, ini memang benar-benar ungkapan nyata yang sempat dilontarkan temanku dulu ketika dia mendengar soal hal ini. Bagaimanapun juga, skripsi secara berkelompok punya sisi positifnya, yaitu melatih mahasiswa untuk membagi tugasnya dengan baik dan melatih mahasiswa agar dapat bekerja sama, tapi tidak saling menjatuhkan selama penulisan skripsi, bahkan sampai sidang. Kelompokku terdiri dari 3 orang, yaitu aku sendiri, Adrian, dan Dedy.

Kali ini kami mengambil skripsi non-kelas. Kami mengambil skripsi jalur Applied Technology Laboratory, atau yang biasanya disebut ATL yang kebanyakan penelitiannya cukup menantang dan unik. Sisi unik dari penelitian yang kami kerjakan ini adalah melibatkan 2 kelompok, di mana setiap kelompok terdiri dari 3 orang, sehingga totalnya 6 orang. Kelompok kami menangani software dan server, sedangkan kelompok satunya lagi berasal dari jurusan Sistem Komputer menangani komunikasi hardware dan juga micro-controller. Pertamanya memang sempat agak ragu bahwa skripsi ini bisa berjalan dengan mulus, apalagi sewaktu mengajukan proposal ke Ketua Jurusan sempat diwanti-wanti bahwa kelompok kami akan sangat bergantung dengan kelompok hardware, di mana bila satu kelompok mengalami kendala sampai penelitian berjalan di tempat atau stagnan, maka penelitian kami tidak mungkin bisa berjalan sendiri.

Pada bulan Desember 2009 yang lalu, memang sempat terjadi masalah karena komunikasi antara server dan micro-controller tidak dapat dilakukan. Setelah perjuangan keras pada akhir tahun, di mana beberapa di antara kami tidak liburan tetapi malah mengerjakan skripsi, akhirnya permasalahan pun terpecahkan. Pertama, terdapat masalah pada port Ethernet yang kendor yang terdapat di papan micro-controller. Kedua, setelah mencoba-coba memakai TCP/IP stack yang disediakan di internet secara berulang kali dan gagal, akhirnya kami pun mencoba membaca lagi source code yang disediakan oleh vendor micro-controller nya. Awalnya kami tidak mengira bahwa source code contoh tersebut juga menyertakan header untuk mengolah TCP/IP, dan aku akui bahwa source code di sana cukup sulit karena termasuk low-level, alhasil kami sempat meninggalkan source code itu untuk sementara sebelumnya.

Setelah aplikasi berhasil dijalankan, percobaan pun dilakukan dan sukses. Penulisan pun bisa dilaksanakan walaupun ada beberapa masalah yang membuatku agak kurang sreg dengan penulisannya. Tapi aku sebisa mungkin mencegah terjadinya banyak perubahan di sana, kecuali memang ada proses yang salah dan ga mungkin bisa dibantah. Oke, akhirnya setelah melalui beberapa revisi, softcover pun dicetak dan dikumpulkan. Selanjutnya kami menunggu sidang. Muncullah pengumuman di Binusmaya, bahwa sidang kami diadakan pada tanggal 18 Februari 2010.

Sayangnya kelompok hardware harus memperpanjang skripsi mereka selama 1 semester. Walaupun skripsi kami meneliti hal yang kurang lebih sama, akan tetapi ada beberapa hal yang harus berbeda sesuai dengan permintaan jurusan. Bila kelompok kami berhasil menyelesaikan semuanya, kelompok hardware masih harus menyelesaikan beberapa hal lagi. Tapi yang jelas kelompok mereka sudah banyak membantu kelompok kami selama pengerjaan skripsi ini. Kami pun masih akan membantu kelompok hardware untuk meneruskan skripsinya. :)

Satu hari sebelum sidang, aku sempat kesulitan tidur. Padahal sudah berusaha menenangkan diri dan optimis bahwa sidang besok pasti akan lulus, tanpa melihat nilainya sih. Mungkin terlalu excited dan merasa tertantang, atau justru takut ga lulus, aku sendiri ga mengerti apa yang aku pikirkan malam itu. Setelah beberapa saat mencoba memejamkan mata, akhirnya aku terlelap juga dan bangun pada pagi harinya.

Tanggal 18 Februari 2010, berangkat ke kampus pukul 11.00 dan ternyata di sana masih sangat sepi. Satu kelompok yang juga skripsi ATL sedang menunggu sidang waktu itu. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya mendapat kabar bahwa penguji untuk sidang kelompok kami adalah Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan, dan hal ini terbukti setelah papan nama penguji dipasang di meja ruang sidang. Perlu diketahui bahwa dalam satu jadwal sidang selama 4 jam (2 shift), terdapat 3 kelompok yang akan menjalani sidang. Ketika sidang berlangsung, 2 kelompok lainnya harus berada di luar ruangan, sedangkan semua anggota kelompok akan disidang sekaligus.

Kelompok kami merupakan kelompok pertama yang harus menjalani sidang di shift tersebut. Beruntunglah kami mendapatkan giliran pertama, paling ga kita ga perlu lagi deg-degan menunggu kelompok lainnya sidang terlebih dahulu sehingga bebannya sudah lebih diringankan. Sidang ini cukup santai karena pengujinya juga tidak terlalu “killer” dibanding dengan sidang yang selama ini aku tonton. Pertanyaan-pertanyaannya dapat aku jawab dengan baik, dan untungnya merupakan pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sempat aku baca sebelumnya di softcover yang aku buat. Alhasil setelah lebih dari 5 menit sesi presentasi dan 1 jam lebih sesi tanya jawab, sidang untuk kelompok kami pun selesai, dan kami pun diminta untuk menunggu di luar.

Setelah menunggu 2 kelompok lainnya selesai disidang dan juga para penguji mendiskusikan nilai kami, sampai lebih dari pukul 17.30, kami pun diminta masuk lagi untuk dibacakan hasil sidangnya. Dan yang cukup mengejutkan, kami aku dan satu temanku mendapatkan nilai A, sedangkan satu lagi mendapat nilai B. Hal ini menggembirakan karena sebelumnya targetku paling tinggi hanyalah B, dan standarnya adalah C alias yang penting lulus dulu.

Walaupun lulus dengan nilai yang memuaskan, ternyata kejadian setelahnya justru malah membuatku ga merasa senang di hari itu. Yah, lebih baik kejadian itu tidak diceritakan daripada mengorek-ngorek lagi dan akhirnya bikin ga menyenangkan lagi. :D

Dan yang mengerikan selanjutnya adalah menunggu nilai UAS diumumkan. Sebenarnya nilai UAS ini yang lebih membuatku takut daripada sidang yang telah aku jalani. Seperti yang aku tulis tadi bahwa untuk sidang ini aku sudah yakin akan lulus tanpa melihat nilainya. Setelah menunggu 1 minggu lebih, nilai pun diumumkan. Dari sana dapat ditarik kesimpulan bahwa aku “lulus”, dan lagi-lagi semua nilainya lebih tinggi dari targetku sebelumnya.

Ups, kenapa “lulus” itu masih dikutip? Karena saat ini kami harus mengejar pengumpulan hardcover yang maksimal waktunya 2 minggu setelah sidang, tepatnya 4 Maret 2010 ini. Yang jelas, memperbaiki tulisan softcover untuk dijadikan hardcover selama 2 minggu tentu sudah lebih ringan dibanding menulis softcover dan membuat aplikasi selama 6 bulan lamanya.

Sekarang kami tinggal menunggu wisuda saja yang katanya akan diadakan pada pertengahan tahun ini, entah Juni, Juli atau Agustus. Beberapa temanku sudah mulai mencari kerja, bahkan ada yang sudah bekerja sejak sebelum sidang, beberapa lainnya pulang ke kampung halamannya, ada juga yang mendaftar untuk program master atau S2, sisanya lagi masih menganggur dan berlibur untuk menikmati hidup yang bebas sebebas-bebasnya. Aku sendiri saat ini masih ingin fokus ke proyek-proyekku sebagai freelancer dan memanfaatkan waktu ini untuk belajar lebih banyak lagi. Sudah saatnya kami semua bebas dari dunia kami sendiri dan terjun ke dunia yang lebih luas dengan pilihan hidup yang lebih beragam lagi.

Ayo, sekarang saatnya kita berjuang menghadapi “ujian-ujian” lainnya yang ada di depan mata dan menerapkan ilmu yang sudah kita dapatkan selamat 3 sampai 4 tahun ini! ;)

This entry was last modified on: March 2nd, 2010 at 19:46

Catatan Akhir Januari 2010

Ga disangka sudah 1 bulan lagi berlalu, dan kini kita sudah berada di penghujung bulan Januari 2010. Entah kenapa rasanya waktu sangat cepat berlalu dan 31 hari terasa sangat pendek sekali. Dan tentu cepatnya waktu yang berlalu juga sedikit banyak berpengaruh ke blog ini mengingat aku juga masih jarang menulis lagi di sini. Toh, yang jelas aku menjamin selama 1 bulan harus ada 1 tulisan yang aku buat di sini.

Ada beberapa hal yang terjadi di bulan ini dan cukup menarik untuk aku bahas di sini. Tetapi tentu saja karena isi dari entry ini hanya merupakan catatan akhir Januari 2010, maka semua yang aku tulis di sini hanya berupa rangkuman sederhana saja. Let’s get it on.

Mozilla Firefox 3.6 Namoroka

Kata pepatah, setelah 3.5, terbitlah 3.6 (pepatah baru dariku). Begitu juga kenyataan yang harus dilewati oleh Mozilla dengan merilis browser andalan mereka, Firefox 3.6 (Fx 3.6) yang memiliki codename Namoroka. Kehadiran Fx 3.6 ini aku rasa cukup disambut antusias, dan beberapa orang mungkin harus membiasakan diri dengan beberapa hal baru di sini, mulai dari behavior ketika membuka tab baru dan fitur mengubah skin dengan persona. Yap, 2 fitur baru ini merupakan fitur andalan dari Fx 3.6 ini.

Aku sendiri tidak menganggap fitur ini sebagai fitur baru, bukan karena fitur ini mencontek Google Chrome, tetapi lebih karena aku sudah menggunakan Fx 3.6 sejak Beta 1, serta menggunakan Persona sebagai sebuah addons ketika masih menggunakan Fx 3.5. Jadi ketika Mozilla meluncurkan Fx 3.6, semua sudah terasa tidak ada yang baru lagi.

Mengenai fitur lainnya seperti menambahnya kecepatan ketika membuka aplikasi Firefox sendiri tidak terlalu banyak terasa. Fitur notification untuk plugins yang baru hadir di versi ini cukup berguna ketika vendor plugins sudah merilis versi baru dari plugins nya. Kecepatan processing untuk JavaScript cukup terasa khususnya pada web yang banyak menggunakan AJAX, bahkan di web Chrome Experiment sekalipun walau masih tidak se-smooth ketika membukanya dengan Google Chrome. Beberapa fitur pada backend baru juga sudah bertambah seperti peningkatan kemampuan pada HTML5, CSS3 serta memperbaiki standarisasi yang ada dengan dicapainya poin 94/100 di Acid3.

Satu hal yang cukup menarik perhatianku adalah kesiapan addons ketika Fx 3.6 diluncurkan secara resmi. Bila dulu addons menjadi momok menakutkan bagi beberapa orang yang ingin mengupdate browser ini, kini addons sudah siap digunakan hampir sebanyak 90% ketika Fx 3.6 diluncurkan sehingga tidak perlu lagi takut untuk melakukan downgrade hanya karena banyak addons yang tidak bekerja di Fx terbaru ini.

Bila Anda masih menggunakan Fx 3.5, sebaiknya Anda mencoba mengupgrade ke Fx 3.6. ;)

Skripsi

Ah, memang yang paling menarik dan paling membuat deg-degan bagi mahasiswa yang sudah ada di semester-semester akhir adalah skripsi atau tugas akhir. Aku juga tidak terlepas dari hal ini. Mulai dari perasaan senang ketika beberapa hal sudah selesai, tetapi juga rasa takut yang mencekam sampai saat ini.

Untuk saat ini kelompokku sudah menyelesaikan aplikasi dan penulisan untuk skripsinya, dan hasil penulisan ini sudah dikumpulkan 2 hari yang lalu dalam bentuk softcover. Tapi memang ga semuanya bisa sempurna bahkan ketika sudah mengumpulkannya, soalnya masih ada beberapa yang ternyata kurang dari hasil terakhir tersebut.

Yang paling menarik selama pengerjaan skripsi ini, bisa terlihat orang-orang di angkatan dan jurusanku yang benar-benar berniat mengerjakan skripsi atau tidak, atau juga orang yang mengejar skripsi untuk sebuah gelar bernama “S.Kom” atau justru orang-orang yang berniat mendapat nilai bagus. Aku sendiri ga tau aku termasuk bagian yang mana, atau justru aku termasuk ke semuanya, relatif terhadap waktu dan kondisi yang ada kali yah.

Pada akhirnya kini yang harus kami lakukan adalah menunggu jadwal sidang pendadaran skripsi dikeluarkan dan berharap yang terbaik dari sidang tersebut. Entah napa aku jadi ingin cepat-cepat mengakhiri masa ini karena merasanya semakin lama berada di dalam keadaan ini, tekanannya semakin besar. Arghh, sudahlah, yang penting sekarang dapat S.Kom dulu, satu tujuan, satu konsentrasi, satu akhir. Huff… Daripada mengalami penyesalahan mendalam juga karena tujuan awalku ga tercapai, lebih baik aku mengubahnya dulu untuk sementara. Hehehe…

Kerja dan Masa Depan

Setelah selesai skripsi, lantas aku mau ke arah mana? Tentu saja wisuda terlebih dahulu. Inilah saat-saat yang paling ditunggu oleh setiap orang yang menyelesaikan program sarjana dan setelah melewati masa sulit selama 3 sampai 4 tahun lamanya. Bagi yang kurang beruntung atau yang memiliki jalan berbeda, mungkin mengalaminya lebih lama lagi.

Lantas setelah wisuda, mau ke mana lagi kita mengarahkan tujuan kita? Ketika masih SD, jelas kita akan melanjutkan ke SMP. Ketika di SMP, kita melanjutkan lagi ke SMA. Ketika SMA, beberapa langsung bekerja, sedangkan sisanya melanjutkan kuliah S1. Lalu bagaimana setelah kuliah S1 sudah selesai? Apakah lanjut ke S2? Atau justru bekerja terlebih dahulu? Atau malahan ga tau arah yang jelas dan memilih menganggur terlebih dahulu?

Tampaknya banyak orang yang mengalami dilema pada masa-masa seperti ini, dan tampaknya yang paling mengalami pembebanan dalam pikiran adalah orang-orang yang mencari kerja. Pekerjaan seperti apa yang diharapkan; gaji yang diinginkan berapa; tempat kerja di mana; lingkungan kerjanya seperti apa; semua ini menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Sebagian sudah memiliki target yang jelas ingin bekerja di perusahaan tertentu, beberapa lagi pasrah di perusahaan manapun dia diterima asal bisa bekerja, beberapa lagi sudah memiliki harapan yang sangat tinggi untuk gaji dan lingkungan tertentu.

Aku sendiri? Hmmm, termasuk ke dalam golongan yang terlunta-lunta di tengah-tengah dalam hal bekerja. Inilah nasib karena pemikiran setelah 2 tahun belakangan menjadi programmer freelance: pengen membuat perusahaan sendiri. Tapi sampai sekarang masih belum jelas scope nya seperti apa dan harus berkonsentrasi di bagian apa. Jujur saja sih, banyak sekali orang yang mengajakku membuat perusahaan-perusahaan, sebagian besarnya berupa software house. Tapi untuk saat ini aku belum bisa menerimanya karena kebanyakan dari mereka pun tidak memiliki arah yang jelas akan dibawa ke mana “perusahaannya” itu. Hanya karena menerima sebuah proyek kecil, lantas kebanyakan dari mereka mengharapkan proyek-proyek besar dan prestius datang dengan cepat. Ditambah lagi dengan beberapa pengalaman yang sudah aku alami belakangan ini. Inilah kenapa aku tidak terlalu tertarik ketika ada orang lain yang mengajakku membuat “perusahaan” baru.

Tapi kita lihat saja bagaimana nanti selanjutnya karena di dalam pikiranku sendiri aku sudah memiliki beberapa rencana untuk masa depanku. Tinggal tunggu tanggal mainnya. ;)

Kesimpulan

Inilah beberapa hal yang menarik bagiku selama bulan Januari ini. Sama seperti sebelumnya, aku sudah menulis beberapa draft di blogku ini, tetapi di tengah jalan tiba-tiba terhenti begitu saja. Suatu waktu nanti aku akan mempublikasikannya bila sempat. Dan harapannya, pertengahan bulan Februari ini aku sudah agak bebas karena harusnya skripsiku sudah tuntas seluruhnya, dan tentu saja semoga mendapat nilai yang baik pula. Mari kita tunggu saja apakah tulisanku akan makin banyak di bulan Februari nanti. :D

Secuil Kisah Ujian Akhir Semester 6 dan Pemilu Presiden

Sekian lama ga nulis blog akhirnya hari ini bisa nulis blog lagi soalnya kemaren-kemaren sempat sibuk karena ujian akhir semester alias UAS. Bukan cuma sibuk karena itu doang sih, tapi juga karena adanya proyek buat Kerja Praktek ditambah lagi dengan persiapan skripsi non-kelas (kerennya sih non-class) yang aku ambil di Applied Technology Laboratory alias ATL. Skripsi agak berbeda dengan jalur skripsi kelas karena harus lebih banyak persiapan, baik dari sisi aturan, maksudnya musti bikin proposal, presentasi ke kajur, datangin Layanan Mahasiswa buat nyerahin surat-surat dan sebagainya, maupun juga dari sisi knowledge yang musti disiapin karena memang “katanya” skripsi non-kelas  lebih advanced daripada jalur kelas.

Selain dari itu, aku juga harus mengerjakan beberapa proyek freelance dan baru kemarin selesai satu, padahal masih menunggu banyak proyek lagi di depan mata. Hmmm, entah rasanya aneh juga sih yah, dulu waktu ga ada proyek itu benar-benar ga ada proyek sama sekali sampai ga jelas mau ngapain lagi. Tapi sekarang ada proyek langsung setumpuk. Lebih enak direpotin proyek daripada ga sih, soalnya kalau ada proyek pasti otak ini dilatih buat mikir dan badan juga dilatih buat gerak, paling ga buat selama liburan ini ga selalu bengong di rumah aja menatapi layar laptop, tapi bisa bolak-balik buat nemuin project manager nya. :D

Ngomong-ngomong soal ujian, rasanya kemarin itu agak lebih sulit dan membuat pesimistis bakal dapat IPS tinggi lagi seperti semester 5 kemarin. Semester 5 kemarin aku sempat memperoleh penghargaan karena IPS yang menyentuh 3.84 yang berarti di atas syarat untuk mendapat penghargaan yaitu 3.75. Tapi semoga aja kalaupun ga mendapat lagi penghargaan, IPK ku tetap naik dan IP semester ini juga tetap di atas 3.

Ditambah lagi kemarin ngerjain quiz online susulan karena waktu itu ikut lomba ke Bandung sampai ga bisa ikut lab Network Management. Aku kira nanti sebelum quiz online itu, penerangan singkat mengenai materi yang diajarkan waktu itu, ternyata quiz online langsung dijalankan. Konyolnya lagi, bukan cuma itu aja, bahkan software yang biasa dipakai di dalam lab Network Management juga ga disediakan, apalagi dokumentasinya. Great. Anggaplah ini ujian coding dengan sintaks-sintaks dan function yang belum kita tahu, tapi kita ga disediain compiler atau dokumentasinya sekalipun. Yah, ujung-ujungnya yang menulis apa aja deh yang mirip-mirip ama soal-soal berikutnya. Kalau soal nomor 3 bilang AAA, maka soal nomor satu saya jawab AAB, toh memang harusnya setau saya ga jauh-jauh kok jawabannya satu sama lainnya :) Lagian pengumuman quiz online susulannya juga dadakan di bagian News 2 hari sebelumnya dan aku baru tau 1 hari sebelumnya. Mana kemaren pas quiz online susulan itu juga cuma ada 2 orang, aku dan satu orang lagi yang quiz online susulan Jaringan Komputer. Dengar-dengar sih, dari 6 nilai quiz online, yang diambil cuma 5 nilai tertinggi aja. Harapan buat memperbaiki nilai di quiz online susulan sirna sudah, dan beruntung orang-orang lainnya yang harusnya ikut ujian susulan justru ga ikut. Paling ga, mereka ga harus merasa dikerjain kaya gini, atau ga perlu repot-repot saling celingak-celinguk karena ga tau jawabannya dan berpura-pura jadi “dewa” yang ngerjain soalnya cuma 5 menit kayak aku.

Yang penting: Semester 6 sudah berakhir. Yay. Dan liburan panjang telah menanti. Nay. :| Not really.

Sayangnya aku bukan orang yang suka berlibur panjang tanpa mengerjakan sesuatu yang berguna. Yah, setelah merasakan efek liburan panjang 2 tahun lalu ketika liburan setelah semester 2 yang penuh kegilaan dan akhirnya membuat muak karena 2 bulan ga ngapa-ngapain, akhirnya aku menyadari liburan tanpa melakukan apapun ga enak. Kalau pergi jalan-jalan malah menghabiskan uang, kalau main game online nanti malah addicted sampai sesudah liburan (apalagi setelah liburan ini mulai skripsi), kalau browsing doang ini mah udah jadi rutinitas harian, lalu apa yang aku lakukan supaya produktif? Yah tentu aja nerima project. :D Tahun lalu juga gitu sih. Mayan lah, malah dibikin stress sama proyek waktu itu. Hehehe… :D Tapi untungnya project nya ga perlu dicari-cari lagi soalnya masih ada project lanjutan dari yang sebelum liburan.

Ngomong-ngomong, liburan kali ini juga bertepatan ama Pilpres alias Pemilihan Presiden, dan ini merupakan yang pertama kali aku ikuti, setelah 1-2 bulan yang lalu ikut Pilleg alias Pemilihan Anggota Legislatif (itu singkatannya bikinan sendiri, jadi kebaca kayak pilek :p ). Seperti biasa, karena TPS nya ada di belakang rumah yah memang cuma sebentar doang di sana. Buat Pilpres kali ini juga ga merepotkan kaya Pilleg kemaren itu yang harus buka kertas sebanyak 4 lembar. Belum lagi kertasnya segede-gede lebih gede daripada orang yang mau nyoblos, ups, nyontreng. Buat Pilpres kali ini kertasnya cuma secuil, jadi tinggal buka lipatan sekali trus contreng lah calon pilihan kita dan akhirnya lipat lagi dan masukkan ke kotak suaranya. :) Proses di atas ga sampai 1 menit, bahkan ga sampai 15 detik juga malahan, lagipula tadi di TPS nya juga sepi dan cuma ada 4 orang yang mengantri, dan sekaligus langsung 4 orang juga yang masuk bilik suara buat nyontreng karena memang bilik suaranya ada 4. :D

Ah, akhirnya semester 6 lewat, ujian lewat, dan Pilpres pun lewat. Tapi bagaimanapun masih banyak hal yang menanti di masa depan. Ayo berjuang. Ciayo…

Menjelang skripsi Binus

A: Oke, sebentar lagi skripsi.
B: So?
A: Yah, ga napa-napa sih, cuma mau bilang itu aja.
B: Emang kenapa dengan skripsi?
A: Itu nentuin KELULUSAN kita, bro. Kalau ga lulus skripsi mah nanti kita bakal jadi mahasiswa lagi lebih lama. Atau malah mahasiswa abadi.
B: Lalu kenapa kalau jadi mahasiswa lagi lebih lama? Bukannya enak yah jadi mahasiswa lagi, kan banyak teman, trus bisa sering jalan-jalan, banyak cowo dan cewe cakep juga di kampus kan?
A: Hey-hey-hey, emang enak hidup jadi mahasiswa, aku malah mau jadi di SMA lagi, tapi yah apa yang namanya hidup selalu berputar maju dan kita pun harus tetap melangkah maju biar ga ketinggalan, ‘kan? Selain itu kita juga harus berusaha mencari penghasilan karena kita ga mungkin tergantung dari orang lain melulu, dalam hal ini orang tua. Kalau jadi mahasiswa kan bayar duit mulu buat perguruan tingginya.

Apa yang tertulis di atas hanya ilustrasi belaka, apakah benar tidaknya sampai saat ini masih aku pertanyakan ke diriku sendiri. :D

Skripsi menjadi satu persyaratan buat lulus di tingkat perguruan tinggi. Memang skripsi sendiri ga selalu menjadi syarat mutlak untuk lulus dan diakui sebagai seorang sarjana, ada juga perguruan tinggi lainnya yang meluluskan mahasiswanya dengan melakukan kerja praktek atau magang. Tapi tentu saja, bisa dipastikan lebih dari 80% mahasiswa lulus dengan jalur skripsi tidak terkecuali dengan mahasiswa-mahasiswi di Binus tempatku kuliah saat ini.

Skripsi, dari kata dasarnya adalah script, yang berarti “tulisan” memiliki arti kurang lebih adalah sebuah karya tulis ilmiah dari mahasiswa sebagai salah satu jalan meraih gelar sarjana. Karya tulis ini bisa dibuat dengan melakukan penelitian terhadap suatu hal, atau dengan mencoba menerapkan teknologi baru yang mungkin saja suatu waktu nanti berguna untuk orang-orang lainnya. Tanpa disadari, topik skripsi yang kita ambil juga akan menentukan nilai akhir dan peluang sewaktu kita bekerja nanti (tapi yah, mau dikata apa, untuk bekerja di Indonesia yang penting lulus aja dulu deh).

Di Binus sendiri, untuk jurusan TI (dan aku rasa juga jurusan lainnya) terdapat 2 jalur skripsi yang berbeda yaitu skripsi class dan skripsi non-class. Seperti namanya, skripsi class memiliki sistem yang mempermudah mahasiswa untuk mendapatkan dosen pembimbing. Mahasiswa tidak perlu repot-repot mengatur jadwal pertemuan dengan dosen pemimbing, tidak perlu kecewa karena ternyata dosennya sibuk dan ga bisa memberikan bimbingan skripsi, dan yang pasti jadwal kelasnya sudah fixed alias tetap. Topik skripsi pun merupakan topik yang umum, sehingga sewaktu sidang skripsi nanti tentu akan menjadi hal umum juga bagi para dosen penguji untuk menanyakan hal-hal yang mematikan, dan yang berarti agak sulit mendapatkan nilai sempurna. Penyebabnya adalah pengerjaan skripsi yang terlalu umum dan mengundang pertanyaan yang kadang ga bisa dijawab karena udah lupa dengan kuliah-kuliah yang didapat sebelumnya.

Untuk skripsi non-class justru kebalikan dari skripsi class. Topik-topik yang disediakan adalah topik yang advanced alias susah. Dan menjadi perjuangan karena kita harus mengejar sendiri dosen pembimbingnya. Tapi semuanya terjamin karena umumnya skripsi non-class menjamin nilai yang baik pula, tentu dengan syarat skripsi bisa diselesaikan dengan baik juga. Dengar-dengar sih kebanyakan dosen penguji akan bingung bertanya di sidang nanti berhubung topiknya advanced dan sebagian besar belum dimengerti oleh sang dosen. Salah satu pihak yang menyediakan topik untuk skripsi non-class adalah IT Directorate Binus atau Applied Technology Laboratory (ATL).

Aku sendiri akan mencoba untuk mengambil skripsi non-class ATL bersama kelompokku karena ada topik yang menarik di sana dan semoga saja bisa mendapatkannya. Hmmm, tadi aku tulis kelompok yah? Oh iya, satu lagi yang perlu diketahui bahwa mahasiswa Binus diharapkan memiliki satu kelompok skripsi yang jumlahnya maksimal 3 orang. :D Mungkin tujuannya supaya bisa bekerja sama dengan baik, atau mungkin karena mahasiswanya kebanyakan.

Oke deh, itu aja yang aku tahu soal skripsi di Binus. Buat anak-anak semester 6 sekarang, ayo semangat buat menghadapi skripsi. :D