Posts Tagged ‘windows’

Review Singkat Internet Explorer 8

Persaingan web kembali memanas dengan hadirnya browser-browser baru yang merebut perhatian, sebut saja versi beta Mozilla Firefox 3.5, Safari 4, Google Chrome 2 dan Opera 10. Dan kali ini seperti tidak mau ketinggalan dengan browser-browser yang sedikit demi sedikit menggerogotinya usage share nya, Microsoft pun meluncurkan Internet Explorer (IE) 8 setelah melalui beberapa kali tahap beta dan release candidate. Aku sudah sempat mencoba browser baru ini dan akan sedikit mereviewnya dari sudut pandangku sendiri.

Screenshot of Internet Explorer

Screenshot of Internet Explorer

Tampaknya perubahan front-end dari IE 7 ke IE 8 tidak terlalu banyak. Tampilan user interface masih mirip dengan IE 7 dan banyak fungsi-fungsi yang sama yang ditawarkan seperti IE 7 sehingga pengguna IE 7 tidak akan terlalu sulit beradaptasi dengan browser ini. Sejak dimulainya instalasi pun tidak terlalu merepotkan seperti ketika IE 7 pertama kali diluncurkan. Masih teringat bahwa saat instalasi IE 7 di awal-awal peluncurannya, Microsoft mengharuskan penggunanya melakukan validasi keaslian lisensi Windows yang terpakai sehingga menyulitkan IE 7 digunakan oleh para pengguna Windows bajakan (yang tentu membuat beberapa penggunanya memilih untuk menggunakan browser alternatif saja) walau akhirnya keputusan itu dicabut setelah beberapa bulan. Untuk IE 8 kali ini, pengguna tidak diharuskan melakukan validasi sehingga instalasi dapat dilakukan dengan cukup cepat dan mudah tanpa masalah berarti.

(more…)

This entry was last modified on: March 26th, 2009 at 21:06

Triple Problemo Solved

Ada 3 masalah di komputer yang berhasil aku atasi dalam 1 bulan ini, yaitu permasalahan berupa (1) berkedipnya layar monitor sesaat sampai paling kronis adalah layar monitor mati total tetapi CPU tetap menyala, (2) harddisk yang bekerja dengan lambat, atau malah bisa dibilang sangat lambat, (3) shutdown Windows XP yang lama pada waktu status-nya “Saving your settings”. Ketiga solusi ini setelah aku lihat memang agak sulit untuk dicari jawabannya jadi aku posting saja di sini dengan harapan bisa membantu yang mengalami kejadian yang sama.

Untuk masalah pertama yaitu berkedipnya layar monitor sudah berlangsung sejak lama. Layar monitor sempat mati selama kurang dari 1 detik dan kemudian nyala lagi, seakan-akan monitor sedang mengganti resolusinya. Kejadian ini semakin hari semakin sering sampai suatu ketika layar menjadi mati total sedangkan CPU masih menyala, bahkan menekan tombol reset pada CPU tidak berpengaruh untuk me-reboot komputer. Diagnosis pertama adalah masalah driver, tetapi setelah dicoba dengan driver terbaru dari Nvidia ternyata tidak ada perubahan (VGA yang saya pakai waktu itu adalah GeForce 6600GT).

Setelah mencari-cari di Google, dan di sana banyak orang memberikan solusi, yang kemudian dilanjutkan dengan mencoba segala solusi itu, ternyata tidak ada yang berhasil dan layar masih berkedip. Bahkan seringkali mengesalkan karena ketika monitor mati, tidak ada aktifitas yang bisa dilakukan selain mencabut aliran listrik atau menekan tombol Power dengan paksa, baru bisa memulai aktifitas dengan komputer lagi dan bersiap-siap dengan masalah yang sama. Dengan begitu, banyak pekerjaan yang tidak sempat di-save.

(more…)

Be A Multi Operating System Personal

Belakangan ini entah kenapa saya menjadi sangat ingin mencoba operating system selain Windows XP yang ada di komputer saya. Saya ingin mencoba merasakan perbedaan-perbedaan di setiap operating system (OS) dan juga mempelajarinya. Oh ya, selain itu semoga aja dengan mempelajari dan menggunakan OS lain saat ini, nanti waktu kerja dan diharuskan menggunakan OS lain selain Windows, saya ga cengok karena kebingungan menggunakan suatu OS selain Windows. :)

OS pertama yang paling sering saya gunakan tentu aja bisa anda tebak, yaitu Windows. Sejak saya kelas 3 SD, Windows bisa dibilang udah menjadi darah daging saya. Mulai dari Windows 95, Windows 98, Windows 2000, Windows Me, Windows XP dan Windows Vista. Sampai saat ini saya masih pengguna aktif Windows XP dan cukup mengenal OS ini. Yah kalau dihitung-hitung, mungkin lebih dari 97% “jam terbang” saya adalah sebagai pengguna Windows ini. Inilah OS yang membuat addicted dan tidak dapat dilepas dengan mudah, apalagi kompabilitasnya dengan banyak program dan dominasinya di pasaran yang membuat OS ini memiliki banyak program tambahan. Sayangnya kadang harus dipusingkan dengan masalah registry dan keamanan selama lebih dari 3 tahun menggunakan Windows XP.

OS kedua yang pernah saya coba adalah Mac OS, khususnya Mac OS X : Tiger yang terdapat dalam MacBook teman saya. Keunggulan dari OS ini adalah pada tampilan dan sisi keamanannya. Efek desktop yang dimiliki Mac OS X cukup menakjubkan, walau sebagian sekarang sudah dapat dinikmati di Windows Vista juga. Sayangnya OS ini ga semudah OS lain dalam hal penginstallan karena saya dengar OS ini eksklusif hanya untuk perangkat buatan Apple Comp. Dan tentu aja hal ini membuat harganya lebih mahal (dengan asumsi, membeli OS ini juga harus membeli perangkat Apple).

Linux merupakan OS ketiga yang pernah saya gunakan. Ada beberapa distro (distribution) Linux yang pernah saya coba yaitu Mandrake, Knoppix, dan Ubuntu. Kemaren saya baru aja berhasil menginstall Linux Ubuntu 7.04 ke dalam komputer saya. Ubuntu sendiri menggunakan tampilan desktop GNOME yang bisa dimodifikasi dengan theme-theme dan efek-efek yang tidak kalah hebat dengan Vista dan OS X. Sampai saat ini saya masih mencoba membiasakan diri menggunakan Ubuntu dan tentu ini ga akan mudah apalagi saya sudah terlalu terbiasa dengan XP. Selain itu saya masih harus mengatasi masalah yang terjadi dengan kompabilitas hardware komputer saya (yang juga mendera saya sewaktu menginstall Ubuntu ini) dan masih harus mencari beberapa driver yang cocok untuk dapat menikmati Ubuntu dengan sempurna. Kelebihan OS ini di adalah free dan bersifat open-source. Bahkan program-program yang umumnya bisa digunakan di Linux juga bersifat open-source, gratis dan bisa didapat dengan download di internet. Karena sifat open-source itu, program-program dikembangkan dengan cepat dan umumnya banyak themes dan extension yang tersedia sehingga tampilan yang “cupu” bisa jadi sangat menarik, termasuk fungsionalitas dan themes di Linux itu sendiri.

Selain 3 OS yang pernah saya coba, saya juga berkeinginan mencoba menggunakan Solaris yang dibuat oleh Sun Microsystem. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan saya akan coba untuk mencari OS ini.

Seperti yang saya bilang di atas, bahwa saya mulai mempelajari banyak OS supaya nanti tidak kebingungan ketika disodorkan OS baru saat kerja. Mengingat software dan operating system yang berlisensi cukup mahal harganya, maka open-source dan freeware merupakan salah satu cara untuk beradaptasi dengan keadaan “berhemat”. Mungkin beberapa dari pembaca akan bilang, “Kenapa ga pake software bajakan aja, kan lebih murah?”. Yo weis, beruntunglah karena Anda tinggal di Indonesia di mana cukup mudah mencari software bajakan di pasaran yang bahkan dijajakan di mall-mall secara terbuka. Itulah kenapa Indonesia ini hanya menjadi konsumer untuk bidang TI dan tidak menjadi produser karena orang-orang sini (programmer) pasti udah berpikir kalau menciptakan program di sini, produknya akan berakhir tragis di tingkat emperan Mangga Dua atau Glodok yang harganya cuma 20 ribu rupiah dan dicampur-campur dengan banyak program lainnya. Penguasaan banyak program (dan OS) menurut saya akan menjadi nilai tambah di masa yang akan datang nanti.

Jadi bagi teman-teman yang belum pernah mencoba OS dan program lain, jangan serta merta hanya bilang “ah, pake program ini aja deh, ga usah yang aneh-aneh.” Apalagi teman-teman yang berada di berada di bidang IT. Selain itu juga ga susah mempelajari hal lain selama kita punya niat. ;)